Istilah on-line analyzer mengacu kepada aplikasi analyzer yang ditempatkan di lapangan (field). Dimana Analyzer tersebut mengukur suatu besaran fisis ataupun komposisi suatu sample secara langsung dan continue dari line process. Yang kemudian data pengukuran dikirim ke control room secara on-line. Sedangkan istilah Off-line Analyzer mengacu kepada analyzer yang digunakan di laboratorium ataupun portable analyzer, dimana sample diambil secara manual dari line process secara berkala ataupun diambil tergantung pada kebutuhan proses. Hasil analisis dari off-line analyzer dapat dipergunakan sebagai pembanding ataupun referensi untuk on-line analyzer.

Pembahasan – Ahmad Maryadi

Dear member milis,

Saat ini saya sedang mencoba membuat satu tulisan kecil mengenai design pada analyzer. Karena keterbatasan literatur maupun pengalaman yang ada, mohon kiranya rekan-rekan dapat memberikan komentar dan masukan pada tulisan ini agar dapat diperbaiki nantinya.

Terima kasih & salam.

Attachment : Analyzer.pdf

Tanggapan 1 – Wisnu Purwanto

Sebagai “pengantar” tulisan tersebut cukup baik untuk memberikan pengenalan design suatu analyzer system. Jenis dan fungsi analyzer memang sangat luas dan spesifik sehingga sulit untuk membuat tulisan yang mecakup seluruh aspek meskipun umum. Liquid and gas analyzer memiliki beberapa perbedaan yang cukup mendasar dalam design, hendaknya di bedakan agar tidak confuse.

Misalnya, fast circulating loop untuk liquid scs dan fast loop untuk gas scs; prinsip2 conditioning, maupun installation.

Mungkin pula bisa ditambahkan:

– pengertian/definisi sample, representative dan isokinetic di bagian awal

– serta yang sering dilupakan – calibration

Untuk kebanyakan aplikasi gas, ½” sampling line tidak direkomendasikan karena memberikan lag time yang tinggi. Beberapa vendor bahkan menawarkan “smart” miniaturized modular scs to ISA SP76 dengan ukuran standard 1/8” ataupun ¼” yang popular dikenal sebagai NeSSI gen II. CPAC (Center for Process Analytical Chemistry) http://www.cpac.washington.edu/ memiliki informasi yang sangat menarik. Sekedar input, 80 – 90% analyzer problem disebabkan scs yang tidak memadai – namun juga harus hati2 – karena saya sempat menemukan sejumlah scs yang begitu “bagus” memprotect analyzer tapi juga membuang/mempengaruhi komponen yang di analisis.
Demikian pula dengan analyzer house yang terlalu “bagus” mengontrol suhu ruang sehingga dibawah dew point dan “lupa” menginsulasi sampling line-nya.