Saya mau bertanya mengenai biaya investigasi pipeline 20′ sepanjang 35 km dengan menggunakan intelligent pig? Apa ada diantara Bpk2 dan rekan2 sekalian yg punya informasinya? Berikut adalah tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Agustus 2007.

Tanya – Hafidz Permana

Rekan-rekan Migas,

Saya mau bertanya mengenai biaya investigasi pipeline 20′ sepanjang 35 km dengan menggunakan intelligent pig? Apa ada diantara Bpk2 dan rekan2 sekalian yg punya informasinya? Mohon bantuannya. Terima kasih.

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dear pak Hafidz,

Agak susah susah gampang pak pertanyaan bapak, specialist kayak begini kalau lagi laris, i e management di press karena ada insident di sana sini, juga corporate policy akan jadi mahal.

Sekarang ini dunia migas sedang sprint agar kebagian ceceran 60-70 s/bbl saya kira mahal banget. untuk pertanyaan bapak dollar 98 mungkin seharga 500 -700 rb usd. pada saat itu juga 1 sumur grass root cuman 800 -900 rb/well offshore wtr depth 200ft target 10000 ft, tender assis barge kira kira 30 rb saya dengar teman sekarang ngak kurang dari 5 -7 million untuk objective yg sama.

Barang kali pak hafidz bisa berkreasi sendiri factoring the right number berhitung spt di chem equip index barangkali.
kalau saran saya, tergatung company nya kalau lagi ikutan sprint yah no problem, kalau company lagi harvesting mode, mendingan tunggu dulu biar gelombangnya lewat lah. pipeline itu sudah seperti itu tahun lalu, dua tahun lalu jadi kalau tunggu ngak jadi soal sebetulnya.

Tanggapan 2 – Isya Muhajirin

Pak,

Kebetulan awal tahun ini kami melakukan IP dengan MFL tool di 26′ P/L sepanjang 49.5 km biayanya sekitar US$440rb dengan termasuk didalamnya: mobilisasi/demobilisasi, cleaning program (termasuk gauging/sizing pig & dummy run), live tool run, analysis & reporting, presentation. Untuk mob/demob (alat, personnel dan companyman visit data analysis) menghabiskan hampir 1/4 bagian dr total biaya IP, kemudian cleaning program. Untuk cleaning program yang harus diperhatikan adalah progressive pigging berapa banyak yang akan diluncurkan hingga akan sebersih apa pipa tersebut.
Perlu diingat bahwa IP membutuhkan tingkat kebersihan pipa yang sangat tinggi karena jika dibandingkan dengan regular pigging maka IP beberapa kali lebih aggresive dalam mengatasi debris. Selain itu tingkat kebersihan juga menentukan hasil pembacaan dan akurasi atas keadaan defect. Setelah yakin akan keadaan pipa baru IP bisa diluncurkan. Hal2 lain yang harus diperhatikan juga selain yang sudah dijelaskan dalam kontrak adalah lifting activities dan accessibility dari dan ke lokasi pigging facility. Kalo di onshore dengan space yang luas gak akan terlalu bermasalah, sementara di offshore mungkin harus lebih diperhatikan mengingat keterbatasan akses di platform.
Dari sini mungkin bisa dibikin hitung2an kira2 berapa banyak duit yang akan keluar. Oh, ya jangan lupa pemilihan technology ILI juga harus diperhatikan karena saat ini alat2nya juga sudah semakin canggih. Bisa buka juga www.ppsa-online.com untuk melihat2 dan mengetahui lebih dalam mengenai Inline Inspection.

Tanggapan 3 – Indra Ashari

Dear Rekan-rekan Migas,

Mohon bantuan via japri kalo ada diantara Bpk2 dan rekan2 sekalian yg punya stock untuk:

– Pig Redskin Swab 16′ RS-7 Qty 15

– Pig Redskin Swab 12′ RS-7 Qty 5

– Pig Bidirectional 12′ Ser I

– Pig Bidirectional 16′ – I

– TDW Model CD42-K2 Land Base Dual Receiver Include Gen Purpose Antenna

– TDW Model CD42-T1 Transmitt

Tanggapan 4 – Isya Muhajirin

Pak Indra,

Anda bisa tanya ke PT. Lerindro sebagai agen dari TDW di Indonesia, PT. Trimulya Gemilang sebagai agen dari Apache Pig, PT. Sentra Inti Nusa sebagai agen dari Rosen Australia. Mereka bisa membantu untuk barang2 yang dicari Sori kalau kurang lengkap atau tidak update. Subyek saya tambah biar lebih jelas.