Select Page

Saat ini banyak sekali terjadi tindakan perusahaan untuk menghambat kemajuan karyawannya dengan menutup atau memblokir email karyawan terhadap milist atau bahkan internet email karyawannya. Ada yang mengatakan untuk menghindari terjadinya penyelundupan dokumen rahasia perusahaan ke luar, ada juga yang berpendapat untuk menghindari karyawan mencari informasi pekerjaan baru, dan penghematan perusahaan terhadap pengeluaran per bulannya dari biaya internet.

Pembahasan – Gustiyanto

Saat ini banyak sekali terjadi tindakan perusahaan untuk menghambat kemajuan karyawannya dengan menutup atau memblokir email karyawan terhadap milist atau bahkan internet email karyawannya. Ada yang mengatakan untuk menghindari terjadinya penyelundupan dokumen rahasia perusahaan ke luar, ada juga yang berpendapat untuk menghindari karyawan mencari informasi pekerjaan baru, dan penghematan perusahaan terhadap pengeluaran per bulannya dari biaya internet.

Sebenarnya, apakah patut perusahaan melakukan peng-isolasi-an ini terhadap karyawannya, apalagi hidup di zaman teknologi seperti saat ini masih saja ingin membentuk karakter karyawan dengan hidupnya flinstone.. sehat kah??

Misalkan saja kalau kita bahas dengan alasan pertama diatas, mungkin sedikit gunanya jika menyelundupkan dokumen perusahaan ke luar, apalagi setiap perusahaan memiliki style masing masing terhadap produk nya. Lalu alasan kedua, lho jika perusahaan tidak mau kehilangan karyawannya, perbaiki dong kesejahteraan karyawannya atau kondusifkan suasana di perusahaan, dan alasan yang ketiga, masa sih perusahaan tidak punya anggaran untuk ini, toh ini sangat membantu perusahaan dalam menjalankan bisnisnya…

Mungkin disini banyak yang bernasib sama atau malah ada yang melakukan pemblokiran di perusahaannya, boleh dong sharing nya, agar tahu maksud dan tujuan pemblokiran ini…

Dari info sesama kuli, milis migas salah satu yang diblokir, hiks hiks.. padahal disini bisa mencari ilmu sebanyak banyaknya… mohon info nya,, terima kasih.

Tanggapan 1 – Indra Prasetyo – medcoenergi

Kalo emang niat mau nyelundupin dokumen rahasia perusahaan kan bisa nggak lewat email, malah mungkin lebih aman kalo lewat jalur non-email supaya nggak terlacak. Nyari informasi lowongan kerja juga nggak harus lewat email, baca di KOMPAS Minggu juga banyak. Jadi menurut saya yg dua itu bukan alasan.

Kalo disini yg diblokir hanya website, jadi nggak bisa deh kalo mau browsing ke website XXX, selain itu untuk alasan keamanan juga karena sekarang banyak website yang mengandung spyware/adware, dan kalo seandainya kita ingin mengunjungi satu website milik perusahaan tertentu misalnya dan website tsb diblokir, kita tinggal minta admin untuk membuka blokir tsb (setelah dicek oleh admin bahwa website tsb bukan website yg aneh2).

Tanggapan 2 – Administrator Migas

Kalau kita menanyakan ke orang IT di kantor, maka yang mereka takutkan adalah beban server yang meningkat akibat lalulintas diskusi di yahoogroups. Bisa saja email penting pekerjaan menjadi terganggu akibat padatnya beban server. Apalagi email bisa membawa attachment yang mengandung virus, trojan, worm, dsb. Kalau karyawan asal main klik saja attachment yang masuk, bisa jadi seluruh network perusahaan terkena getahnya akibat ulah virus. Selain itu, di yahoogroups ada puluhan ribu milis, dari yang ilmiah sampai esek-esek, dari yang dikelola dengan baik oleh administratornya sampai yang asal-asalan. Logika yang sama untuk akses internet.

Saya sering membantu anggota Milis Migas Indonesia yang perusahaannya menerapkan filter terhadap yahoogroups. Saya tanya, apa yang mereka takutkan ?. Attachment yang mengandung virus, katanya. Langsung saya jelaskan bahwa yang bisa mengirim attachment ke Milis Migas Indonesia hanyalah saya seorang. Dan sebelum dikirimkan ke milis, attachment tersebut sudah di-scan oleh anti virus dengan file DAT yang terakhir. Kemudian IT mengatakan lagi, beban server akan meningkat, dan kemungkinan hadirnya posting yang bersifat provokasi, SARA, dsb. Saya berargumen lagi bahwa Milis Migas Indonesia termoderasi dengan baik oleh administrator dan ratusan moderator. Attachment untuk hal-hal yang penting saja. Tidak semua posting dari anggota bisa muncul di Milis Migas Indonesia. Dan seterusnya, yah namanya juga diskusi…..

Beberapa perusahaan setelah diberikan penjelasan ini akhirnya mengecualikan Milis Migas Indonesia dari penerapan filter di mail servernya. Bahkan ada lho perusahaan yang mewajibkan seluruh karyawannya menjadi anggota Milis Migas Indonesia. Sewaktu saya tanyakan alasannya kenapa, sang dirut memberikan penjelasan singkat, bisa menghemat anggaran perusahaan untuk pelatihan. Mereka bisa belajar banyak di Milis Migas Indonesia secara gratis. Mas Bambang, please confirm…

Tanggapan 3 – Aroon Pardede

Dear pak Budhi and all,

Saya termasuk yang kurang beruntung dalam akses ke yahoogroups (mailing list). Alasan yang dikemukakan sama seperti yang pak Budhi utarakan dibawah. Ya.. memang kita menganggapnya sebagai sebuah ‘isolasi’, cuma, kalau dipikir2 perusahaan punya stand point yang gak juga bisa dipersalahkan. Bukankah fasilitas yang kita gunakan di kantor (email, internet) adalah resource perusahaan? Jadi, wajar kan kalau management keberatan kalau resources nya digunakan untuk non-work related activities….?? Contoh aja, kan banyak subscriber milis ini yang tidak bergerak di bidang Migas (including saya…), tapi mereka subscribe karena tertarik dengan dunia migas (atau mau cari peluang kerja di Migas….).

So, manajemen perusahaanya tentu gak mau dong, resourcesnya digunakan untuk non-work related, kan scope of worknya gak ada hubungan dengan issue yang didiskusikan di milis ini…. (ya… mostly not related lah…..).

But, kembali soal ‘isolasi’, prinsip saya, ada banyak jalan ke roma.
Dimana ada kemauan, disitu ada jalan…. Kalau ada yang punya pengalaman sama seperti saya (akses emailnya di blokir untuk yahoogroups), silakan japri aja, nanti saya share gimana tricknya…

Tanggapan 4 – dimas yudhanto

Mas gusti,

Setiap perusahaan memiliki policy yg berbeda, menyangkut akses informasi utk setiap karyawannya.
Ada yg semua karyawannya memiliki akses atas email & internet. ada yg hanya pada level tertentu saja, semisal level manajemen ke atas. Saya pikir kebijakan tersebut cukup wajar, dihubungkan dengan jenis dan skala bisnis perusahaan tersebut. Faktor lainnya, adalah efektivitas & efisiensi. kita ketahui bersama, tidak semua karyawan menggunakan secara optimal & kontributif thd akses informasi, email, milist maupun internet, cukup banyak pula yg digunakan untuk kepentingan pribadi. semisal, cari2 & apply kerjaan, buka bokep dll. Akan hal nya dengan milis migas yg kita cintai ini, saya pikir sangat2 bagus, untuk semua orang yg berkecimpung di bidang ini, yg multi-disiplin dengan beragam persoalan & wacana. Bahkan cukup banyak member milis ini yg sama sekali tidak berhubungan dengan migas, namun bisa menjadi ajang untuk pengen kerja di bidang migas – MIGAS GETU LOHHH….(meski kita akui hanya sebagian kalangan saja yg bekerja di sektor ini, dalam konteks background almamater…indikasi nya apa? sebagian besar Oil Company/EPC, yg melakukan rekruitment kepada fresh graduate, hanya berkunjung ke beberapa kampus terbatas saja, spt ITB UI ITS UGM & Trisakti). Kalo masalah isolasi karyawan, kayak nya berlebihan deh…kecuali karyawan tsb bener2 high kualifikasi. kalo nemu yg spt itu, kayak nya bukan diisolasi, yg benar malah diperhatikan kesejahteraannya. mungkin engineer spt mas Gusti ini lah..hehehe….btw, kayak nya ini mas Gusti FT 96 ya?…ato jangan2 mas Gusti ini curhat pribadi, merujuk kebijakan kantor nya di universitas TRIPXXXA kawasan Cilandak???

Ya bersyukur aja mas Gusti, hari gini kita masih dpt rezeki bisa kerja di bidang migas, yg konon anak baru lulus aja bisa bawa THP 5-6 jutaan sebulan. kemarin saya naek busway, di sebelah saya 2 orang anak muda berbincang2, mrk baru test kerja, saya dengarkan pembicaraan mrk tentang susah nya mencari kerja, meski mereka sarjana teknik, yg satu lulusan salah satu kampus abal2 di jkt, yg satu lulusan kampus PTN di luar Jawa. yg bikin saya miris, salah satu nya berkata: enak ya kalo lulusan kampus negeri top spt XXX, ngga ada yg nganggur, bahkan saya baca di Tempo 50% alumni nya sudah dipesan perusahaan sebelum wisuda.

Share This