Select Page

Peraturan perundang-undangan Indonesia mewajibkan kelayakan teknis dikaji lewat AMDAL (atau sekarang lagi transisi – PLT = Pengendalian Lingkungan Terpadu).
Dalam AMDAL, dilakukan kajian dari aspek teknis, biologi, sosekbudkes. Feeling, naluri, insting bisa menjadi modal untuk sebuah kajian, yang pada akhirnya harus melewati proses penetapan kerangka acuan, penetapan metode kajian, pengambilan data, analisa, diskusi dan sidang AMDAL.

Pembahasan – soedardjo batan

Yth. Bapak / Ibu di Migas Indonesia.

Di bawah adalah jawaban dari salah satu dari empat Deputi Kepala BATAN Bidang Penelitian Dasar dan Terapan.
Silahkan kontak via japri ke Profesor Riset Dr. Pramudita Anggraita, pramudita@batan.go.id
jika ingin berdiskusi lebih lanjut. ATTACHMENT saya posting ke JAPRI pak MODERATOR.

Tanggapan 1 – Pramudita Anggraita – batan

Menurut roadmap terlampir, amdal PLTN baru tahun 2011 untuk melengkapi ijin pembangunan. Ijin tapak sebelum tender (2009) memerlukan SER (site evaluation report) dan PSAR (preliminary safety analysis report), bukan amdal.

From: soedardjo

KATA KORAN ON LINE:

http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/08/tgl/01/time/163851/idnews/812059/idkanal/4

KLH Belum Terima Amdal

Proyek Nuklir Muria

Alih Istik Wahyuni – detikfinance

Jakarta – Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) belum menerima analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) untuk pembangunan PLTN pertama Indonesia di Semenanjung Muria. Menteri LH Rachmat Witoelar menyatakannya disela-sela diskusi meja bundar di gedung Indonesia Power, Jalan Gatot Subroto, Jakarta,

Rabu (1/8/2007).

‘Belum, kita belum terima amdalnya. Muria kan orang-orangnya tidak mau. Tidak bisa dibangun disana,’ katanya.

Padahal, tanpa ada Amdal, tender PLTN belum bisa dilakukan. Karena dalam dokumen tender harus dicantumkan dimana lokasi proyek tersebut.
Jika lokasi sudah dipastikan, maka Amdal baru bisa dilakukan. Dan hasil Amdal itu dimasukkan ke dokumen tender.

‘Tender itu mesti ada proyek proposalnya, yang jelas tempatnya di mana, terus dipersiapkan Amdalnya. Amdal masuk baru dimasukkan ke dalam dokumen tender. Mesti itu dulu. Enggak bisa setengah-setengah,’ katanya.
Bahkan hingga saat ini ia mengaku belum bertemu dengan Departemen ESDM untuk membicarakan Amdal pembangunan proyek PLTN tersebut. (lih/ir)

Dirman Artib

Sepanjang pengetahuan saya, bahwa peraturan perundang-undangan Indonesia mewajibkan kelayakan teknis dikaji lewat AMDAL (atau sekarang lagi transisi .PLT = Pengendalian Lingkungan Terpadu). Dalam AMDAL, dilakukan kajian dari aspek teknis, biologi, sosekbudkes. Feeling, naluri, insting bisa menjadi modal untuk sebuah kajian, yang pada akhirnya harus melewati proses penetapan kerangka acuan, penetapan metode kajian, pengambilan data, analisa, diskusi dan sidang AMDAL. Begitu lah…. Termasuk pertanyaan Pak Sulis hanya bisa diresponse lewat proses di atas.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia Bulan Agustus 2007 dapat dilihat dalam file berikut :

Share This