Select Page

Secara garis besar ada dua cara dalam menghitung dimensi bundwall, yakni dengan cara melakukan perhitungan secara quantitative dan secara preskriptif dengan mengikuti kode atau standar desain yang telah established (istilah keren nya RAGAGEP). Melakukan perhitungan kuantitatif, bisa saja dilakukan dengan menggunakan persamaan persamaan yang sama dengan persamaan pada perhitungan QRA (source model dll). Beberapa hal yang perlu diketahui adalah arah dan kecepatan angin, topografi lokasi, type chemicals yang disimpan dalam tangki, ukuran tangki, kapasitas liquid dalam tanki, kemungkinana besar lubang bocoran dalam tangki, emergency response di lokasi, occupancy dsb.

Tanya – Hafidz Permana

Bapak2 dan Ibu2 yg terhormat,

Mau meminta tolong..

Saya butuh pencerahan mengenai bundwall pada aboveground storage tank. Kira2 untuk kapasitas bundwall itu perlu ada faktor lebih dari kapasitas tangkinya atau tidak?Kalau ada, kira2 berapa besarnya? Lalu, untuk jarak tangki ke bundwall, jarak teramannya berapa?Apa ada codes yg mengatur hal ini? Maap,sy newbie di bidang ini.
Terima kasih untuk pencerahan dan bantuannya.

Tanggapan 1 – Steven.Brown-erm

Pak Hafidz,

Jika tangkinya isinya limbah B3, maka diperlukan secondary containment sebesar 110% dari kapasitas tangki. Apabila terdapat lebih dari satu tangki dalam satu bunding, maka diperlukan kapasitas sebesar 110% dari tangki yang paling besar.

Untuk tangki yang isinya bukan limbah B3, setahu saya tidak ada peraturan di Indonesia yang mengatur secondary containment nya. Tetapi, biasanya sizing untuk bunding mengikuti rule yang di atas, yaitu 110% dari kapasitas tangki terbesar.

Tanggapan 2 – Crootth Crootth

Mas Hafidz,

Secara garis besar ada dua cara dalam menghitung dimensi bundwall, yakni dengan cara melakukan perhitungan secara quantitative dan secara preskriptif dengan mengikuti kode atau standar desain yang telah established (istilah keren nya RAGAGEP).

Melakukan perhitungan kuantitatif, bisa saja dilakukan dengan menggunakan persamaan persamaan yang sama dengan persamaan pada perhitungan QRA (source model dll). Beberapa hal yang perlu diketahui adalah arah dan kecepatan angin, topografi lokasi, type chemicals yang disimpan dalam tangki, ukuran tangki, kapasitas liquid dalam tanki, kemungkinana besar lubang bocoran dalam tangki, emergency response di lokasi, occupancy dsb.

Keuntungan Metode Kuantitatif ini adalah : Definitif, efektif untuk setiap persoalan yang ada (berpeluang untuk menghindarkan overdesign yang costly).

Kerugian Metode Kuantitatif: Pengerjaan nya yang relatif sangat memakan waktu dan tenaga, butuh banyak data pendukung, membutuhkan akurasi asumsi, dst.

Metode preskriptif biasanya didasarkan pada standar design yang sudah diakui dan diterima banyak industri. Diantara standar standar ini adalah:

1. SS CP-40: 1987 (Singapore Standard) ‘The storage of flammable and combustible liquid’

2. Australian EPA Guidelines: Bunding and Spill management, January 2004

3. API 2610 Design, Construction, Operation, maintenance, and inspection of terminal and tank facilities, May 2005

4. AS1940, The storage and handling of flammable and combustible liquid, 2004

5. NFPA-30, Flammable and Combustible Liquid Code, 2003

6. UK HSE: HSG 176 – 1998

Untuk menjawab pertanyaan Mas Hafidz mari kita urai satu persatu:

A. Kira kira berapa kapasitas bundwall?

Australian EPA guidelines menyarankan 120% of net capacity of largest tank. Untuk flammable mereka menyarankan setidaknya 133% dari kapasitas bersih tangki terbesar. Standard inggris HSG176 tahun 1998, memberikan peluang untuk membolehkan kapasitas bundwall hanya 75% dari kapasitas bersih tangki terbesar HANYA JIKA : terdapat pengaliran tumpahan secara SAFE adn environmentally friendlier ke tempat penampungan lain. Standard singapore memerikan kapasitas bundwall 20% dari volume total 5 tangki, 12.5% dari kapasitas total 8 tanki, dst, jadi bukan berdasarkan kapasitas tangki terbesar. yang spesial adalah AS1940 standard yang menyatakan perlunya menambahkan 20% capacity oleh penyemrptan fire water.

B berapakah jarak minimal bundwall ke tangki?

Untuk Fixed Roof :

SS (Singapore Standard) – Jaraknya adalah setengah dari ketinggian tanki tertinggi di dekat bundwall atau 7 m, mana yang lebih jauh.

NFPA – Jaraknya 1/3 dari diameter tangki terdekat

Untuk Floating Roof:

SS – Jaraknya adalah setengah dari ketinggian tanki tertinggi di dekat bundwall atau 7 m, mana yang lebih jauh

NFPA – Jaraknya adalah 1/6 diameter tangki terdekat

C. Standard yang digunakan?

Silahkan lihat di atas

Sebagai tambahan informasi :

D. Bund Wall Minimum Height (ketinggian bundwall):

NFPA menyarankan 1.83 m; AS1940 menyarankan minimal 1.5 m dan Singapore Standard menyatakan 2 m sebagai nilai minimal

E. Berapa tangki per bundwall?

Total volume tangki 120000 m3 untuk floating roof atau 60000m3 untuk fixed roof. Untuk tanki besar dengan diameter lebih dari 60m, maka SATU bundwall untuk SATU tanki.

Semoga membantu

Tanggapan 3 – Hafidz Permana

Terima kasih untuk pencerahan yg amat mendalam..

Dalam kasus yg sy tangani sekarang, bunwall memiliki kapasitas 1.08 dari total kapasitas tangki. Apakah hal ini masih acceptable? Ini sangat penting mengingat pekerjaan ini adalah untuk sertifikasi. Jika sy mengatakan unacceptable, maka ada kemungkinan sertifikat di delay atau bersyarat. Setau sy jarak dari bundwall ke tangki diperhitungkan dengan mengasumsikan oil tumpah melalui atap tangki. Artinya adalah jarak kurvatur terjauh yg mungkin terjadi jika oil tumpah. Apakah ada bpk2 yg mengetahui perhitungan untuk ini?Apakah kita cukup mengaplikasikan kode standard seperti yg disebutkan Pak Darmawan? Untuk material, apakah ada aturannya juga?Mohon maaf, kode yg sy pegang saat ini hanya API 650&653, jadi sy kurang banyak tahu.

Sekali lagi terima kasih untuk pencerahannya.

Share This