Select Page

Di Indonesia ada tiga badan (yang berhubungan dengan migas) yg ada dibawah Presiden : PERTAMINA (Sebagai BUMN) yang memiliki usaha Perminyakan dan Geothermal. Baik usaha hulu maupun hilir. Mirip seperti perusahaan migas/energy pada umumnya. Ada upstream (eskplorasi-produksi) dan ada downstream (kilang, petrochem dll). Dirjen MIGAS – Dirjen dibawah menteri ESDM. Dalam hal perminyakan dan gas bumi salah satu tugasnya ‘menawarkan’ daerah operasi. BPMIGAS (sebagai bada pengawas) kontraktor2 pengusahaan industri migas.
Jadi setelah daerah yag ditawarkan Dirjen MIGAS diatas dikontrakkan ke KPS, maka pengawasannya menjadi dibawah BPMIGAS.

Tanya – iwan saputra

Dear Rekan-rekan ?

Saya ingin bertanya mengenai BP Migas dan Pertamina?

Apa fungsi dari BP MIGAS dan apa bedanya dengan PERTAMINA…?

Dan apa tujuan di bentuknya BP MIGAS?

Dulu setahu saya masih kuliah , tak pernah dengar namanya BP MIGAS , dan setahu saya tidak ada pernah ada masalah mengenai Lumpur Lapindo sebelum ada BP MIGAS.

Dan apakah di Malaysia ada juga suatu badan seperti BP MIGAS ?

Maaf bukan maksud saya usil banget menanyakan BP MIGAS atau PERTAMINA, cuma saya ingin agar masalah bangsa seperti lumpur lapindo bisa diatasi dengan segera.

Saya pernah bicara dengan teman saya yang cukup senior di PERTAMINA, dulu semasa beliau di PERTAMINA bila mana ada semburan seperti lumpur lapindo cepat segera di atasi dengan memanggil karyawan2 PERTAMINA yang ada di seluruh Indonesia yang capable dalam hal tersebut..
dan PERTAMINA mempunyai alat yang cukup untuk mengatasi hal tersebut tapi kenapa sekarang lambat sekali penanyanannya.. dan Apakah BP MIGAS punya alat-alat seperti PERTAMINA ?

Dan Bisakah BP MIGAS menginduk kembali ke PERTAMINA , karena setiap ada masalah semacam kasus Lumpur Lapindo PERTAMINA bisa segera bertanggung jawab. Dan masalah bangsa dapat segera bisa diatasi …

Tanggapan 1 – Ridwan Hardiawan

Ada baiknya anda mempelajari UU no 22 tahun 2001. silahkan lihat di Bpmigas.com
BP Migas itu authority, wakil pemerintah untuk mengawasi seluruh kegiatan hulu migas Indonesia.
Pertamina itu oil company, sama kedudukannya seperti Total, Chevron, Exxon, Medco dll.

Dulu fungsi BP migas itu dipegang sama Pertamina, namanya BPPKA kalau tidak salah, yaitu sebagai wakil pemerintah untuk mengawasi seluruh kegiatan operasi hulu seluruh perusahaan minyak di Indonesia. Karena hasil tambang adalah milik negara.

Tapi sekarang setelah UU migas yang baru, Pertamina dianggap sama dengan perusahaan minyak yang lain, yaitu hanya sebagai perusahaan minyak saja, bukan wakil dari pemerintah. Sekarang fungsi tersebut diambil alih oleh sebuah lembaga bernama BP migas, sebagai wakil pemerintah dibawah Departemen ESDM.

Jadi seperti ini flownya… oil company mau ngebor disumur X atau mau mengembangkan suatu lapangan.. dia bikin analisa kelayakan, dan biaya dll.. terus diajuin ke BP migas. Nanti kalau menghasilkan, hasilnya bagi dua sama negara, dengan sistem PSC, dengan catatan semua biaya nantinya ditanggung sama negara melalui mekanisme di BP migas.

Di Malaysia ada badan seperti BP migas? jelas ada, di Singapur aja yang ga ada minyaknya ada badan seperti BP migas. Semua negara yang punya minyak terus dikerjakan perusahaan asing, pasti ada lembaga semacam BP migas.

Apakah masalah lumpur lapindo gara-gara dibentunk BP migas? menurut saya itu sungguh tidak nyambung.
BP migas tidak punya peralatan. Yang punya peralatan ya oil company… atau oil company nyewa ke service company.

BIsakah BP migas menginduk ke Pertamina?? itu sih namanya bos jadi Bawahan… hehe…

Tanggapan 2 – iwan saputra

Terima kasih Pak atas infonya..

Nanti saya buka websitenya ..sekalian mau ngelamar kerja disana he..he.he…

Tapi maksud saya bukan setelah BP Migas dibentuk terjadilah Lumpur Lapindo… (Maaf bilamana saya keliru dalam penyampaian kata-katanya).

Maksud saya adalah berarti sudah tidak ada suatu wadah yang diwakili pemerintah dalam penanganan masalah bilamana terjadi kasus semacam lumpur panas lapindo, sedini mungkin. karena PERTAMINA sudah menjadi operator migas bersaing dengan Exxon, chevron dll.

Maaf Pak, maksud saya lagi, ini bukan masalah urusan ganti rugi terhadap masyarakat yang terkena dampak lumpur panas, tapi ini mengenai penanganan lebih dini terhadap masalah tersebut yach seperti…adanya orang-orang yang capable dan operator migas yang setiap saat siap diturunkan atau membantu bilamana terjadi masalah semacam Lumpur Lapindo..tanpa pamrih.

Sekarang saya dah paham kenapa masalah lumpur panas lapindo terjadi..

‘Together We Can Do Much Better For Our Nations’, akankah hanya jadi angan-angan.

Maafkan saya bila ada kata-kata yang salah.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan September 2007 dapat dilihat dalam file berikut:

Share This