Untuk menjadi drilling engineer, backgroundnya sebaiknya dari fakultas teknik dan punya engineering thinking yang baik, karena banyak analisa2 dan perhitungan2 drilling yang memerlukan basic engineering skill.

Tanya – satam

Dear Pak Harry,

Terima kasih atas penjelasannya…tapi kalau untuk drilling engineer backgroundnya bisa gak dari instrumentasi. terus kalau memang bisa..sertifikasi apa yang cocok untuk kursus drilling tersebut. saat ini saya ambil instrument inspector….kira-kira apa yah yang cocok untuk itu?
maklum saya tahap pemula…
Thanks atas jawabannya.

Tanggapan 1 – Harry Eddyarso

Mas Satam yang baik,

Pertanyaan anda di bawah ini pernah saya bahas di posting saya terdahulu yang subjectnya ‘Company Man’, tertanggal 9 May 2007. Coba deh dibuka lagi.. :-).

Untuk menjadi drilling engineer, backgroundnya sebaiknya dari fakultas teknik dan punya engineering thinking yang baik, karena banyak analisa2 dan perhitungan2 drilling yang memerlukan basic engineering skill. Teman2 saya ada yang dari elektro, mesin, perminyakan, teknik kimia, geology, dsb. Saya sendiri backgroundnya teknik sipil. Kalo anda background nya dari instrumentation ya gak apa2, asal punya basic engineering skill itu. Tentang ilmu drillingnya sendiri nanti bisa dipelajari lewat program2 training yang comprehensive, gak bisa sepotong2 karena semuanya berhubungan satu sama lain. Apalagi kalo jadi Company Man harus ‘maha-tau’ tentang drilling. Kursus2 yang harus dihadiri dan dikuasai antara lain: Well Control (harus certified), Basic Drilling Technology, Drilling Hydraulic, Bit Optimization, Mud Engineering, Cementing, Directional Drilling, Electric Logging, Mud Logging, Well Testing & Stimulation, Completion, Artificial Lifts, etc.

Tanggapan 2 – satam

Dear Pak Harry,

Terima kasih atas penjelasannya…tapi saya join ke migas indonesia ini baru 1 bulan yang lalu…jadi sepertinya belum dapat file tentang Company Man.
Thank you very much.

Tanggapan 3 – Aroon Pardede

Dear pak Harry and para senior milis,

Soal skill yang harus dimiliki oleh seorang drilling engineer, mungkin udah pernah dijelasin disini (thanks to pak Harry, and other BOR members…..) cuma, masalahnya buat kita2 yang mau masuk ke dunia BOR, sering kali kendalanya justru hal ini.

Ambil contoh, kalau mau kerja di rig, ya.. bisa2 aja mulai dari bawah banget, roustabout, roughneck, etc… But, be realistic, jenjangnya bakal panjang banget kalau mau sampai ‘driller’. bahkan sampai rig superintendent.

Nah.. biasanya untuk qualifikasi seorang assistant driller, at least udah punya berbagai macam sertifikasi. yang paling penting, ya.. well control. Nah., sertifikasi ini (setau saya) harganya mahal, karena trainingnya juga susah, dan provider training yang certified juga gak banyak. so, kayaknya gak ada orang yang training well control dengan budgetnya sendiri (CMIIW).

So, kembali lagi, kalau menurut pendapat saya, buat orang pengalaman non-O&G, ini seperti ayam dan telur. Pasar pekerjaan membutuhkan orang yang certified, tapi, supply nya (baca:pelamar) justru mau masuk ke O&G companies, dengan harapan bakal di’sekolahin’.

Kalau menurut pendapat saya, ini yang jadi kendala kami2 yang belum belepotan lumpur dan minyak untuk terjun ke dunia O&G. Liat aja iklan2 lowongan kerja di bidang O&G, mintanya 5,8,10 bahkan 15 tahun pengalaman di O&G. So, no wonder kalau di dunia kerja O&G, banyak orang loncat sana-sini, ya.. karena itu tadi. perusahaan ga mau capek2 training (mau yang langsung bisa ‘kerja rodi’), sementara supply nya kebanyakan masih ‘mentah’. Lalu, kalau nyari yang fresh, perusahaan akan cari yang bener2 fresh (baru lulus), jadi, buat temen2 yang udah kerja, (baca:udah lupa yang namanya persamaan differensial, determinan matrix, differensial, integral, dll), ya udah pasti kalah sama anak2 fresh. Belum lagi kalau dimasukkin faktor ‘U’ (baca:umur).

Menurut bapak2 disini, apa sih yang sebaiknya dilakukan buat kami2 yang pengen ‘nyemplung’, tapi belum ada yang mau nampung… Ya.. jawaban normatifnya sih, banyak2 belajar, cari ilmu (which is, that’s the purpose all of us joined this mailing list). But, tanpa ‘stempel’ pernah kerja di O&G industry, keliatannya sulit deh… Saya aja yang sempat ‘nyerempet’ dunia kerja O&G, sekarang susah cari kerja did O&G (karena alasan angka2 diatas, 5,8,10,dst). So, gimana dong???

Tanggapan 4 – Harry Eddyarso

Bang Aroon yang baik,

Ulasan dan concern anda di bawah ini memang ada benernya. Yang namanya Company tentu pingin manpower yang ‘siap pakai’ dan gak usah capek2 ngasih pelatihan dsb. Khususnya drilling engineer, tentu perlu pelatihan yang comprehensive karena harus tau semua aspek di drilling. Pelatihannya pun perlu waktu dan jam terbang, selain di tempat pelatihan, juga on the job training di rig dengan diberi tugas dan tanggung jawab tertentu di bawah pengawasan seniornya – keduanya akan saling melengkapi. Rata2 masa training tsb adalah 3-5 tahun. Sebelum seseorang benar2 menguasai ilmu drilling (dengan recognized certification tentunya), dia gak boleh dikasih tanggung jawab penuh untuk menjadi Company Man (atau Woman kalau wanita), karena drilling activities termasuk kategori high risks, baik dari aspek HSE maupun finansial.

Dari mana karier seorang drilling engineer bisa dimulai?

1. Dari program2 pelatihan drilling engineer: biasanya yang punya program ginian adalah KPS2 yang memang punya training program yang jelas dan niat yang baik untuk program Indonesianisasi, sebagai bagian dari PSC contract mereka. Untuk hal yang satu ini, ARCO adalah salah satu KPS terbaik dalam program Indonesianisasi –> Liat aja banyak alumni ARCO yang saat ini menduduki posisi2 penting di berbagai institusi. Mengapa sukses? Karena adanya GOOD WILL dan budget serta training program dari ARCO Corporate pada saat itu. Selain itu, faktor yang mendukung sukses tsb adalah kontrol dari Pemerintah (Ditjen Migas dan BPPKA) dengan mengacu pada klausul Indonesianization program di PSC contract.

2. Karier bisa juga dimulai dari service company atau kontraktor yang bekerja di industri oil & gas. Dengan orientasi yang cukup dan kemampuan bahasa Inggris untuk komunikasi, pelatihan di drilling tinggal dilengkapi aja sesuai dengan syllabusnya, sambil jalan aja… walaupun belum langsung bisa dilepas begitu aja sampai benar2 certified.

Btw, yang saya maksud dengan basic technical skill gak perlu pake differential integral segala (Bang Aroon jangan gitu dong, please deh.., hehehe), entar gak jadi ngebor2 karena sibuk ngutak-atik matematika tingkat tinggi itu.. (boleh2 aja sih kalo lagi ngerjain analysis yang njelimet2).