Select Page

ROP = Rate of Penetration, menghitungnya simple saja: jarak dibagi waktu. Secara manual bisa, namun secara ‘real time’ juga bisa, soalnya alat sekarang kan canggih2. Kalau secara manual, biasanya mud logger akan menghitungnya dalam ft/hr atau dalam meter/hr dan langsung di plot di mud logs nya. Semakin rapat jarak ngitungnya, semakin detail pula chart atau ROP lognya. Pada alat2 canggih yang menyajikan data2 real time, ROP ini langsung di plot di lognya bersama2 dengan data2 logs yang lain pada saat drilling berlangsung. Nilai kurva ROP bervariasi karena tingkat kekerasan formasi bisa berlainan apalagi pada saat berganti formasi (misal dari formasi sandstone ke shale –> informasi lithology ini didapat dari returned drill cuttings, bukan dari ROP) atau dari formasi keras masuk ke formasi yang porous (nah, yang kayak gini biasanya disebut sebagai ‘drilling break’ atau perubahan ROP yang mencolok), dsb. Data ROP biasanya berlaku untuk section tertentu, dalam 1 sumur ada beberapa section. Kalau dibilang absolut, mungkin ya ROP absolut untuk section yang bersangkutan. Hal ini sangat penting untuk pemilihan jenis mata bor (drilling bit) untuk section2 atau formasi2 tertentu. Sedangkan ROP rata2 biasanya hanya untuk melihat overall drilling performance aja, tapi kurang akurat bila dipakai sebagai dasar untuk optimizing drill bit selection untuk perencanaan ngebor secara keseluruhan.

Share This