Select Page

Tidak ada aturan baku yang bisa menjadi acuan untuk sistem komunikasi di pipeline. Sebagai gambaran ringkas, untuk media transmisi dapat digunakan bisa fiberoptic (FO), radiomicrowave, satellite atau kombinasi dari ketiga media tersebut. Umumnya digunakan FO sebagai ‘backbone’. Dengan adanya jalur pipa maka proses instalasi cable FO tersebut menjadi lebih murah karena bisa di instal bersamaan malah kalau onshore dan pipanya ‘underground’ sering sekali FO nya di ‘kubur’bersebelahan hanya selisih 1-1.5m. Untuk ‘contain’ nya minimum ada data dan telephone yangdi drop di setiap stasiun atau ‘block valve’ atau bangunan lainnya.Datanya sendiri bisa berbentuk serial (RS232/RS485/dll) atau ethernettergantung kepada ‘control system’ yang di implementasi.

Tanya – anggi p. Indiyanto

Dear all,

Saat ini saya sedang mengerjakan FEED u/ projek crude oil pipeline.Kapasitas transfer u/ 1st phase sebesar 2 MBPD, pipa 48′, 70km offshore& 320km onshore pipeline. Terdiri dari storage tank, pump station,custody metering, dll yang terdapat di beberapa point sepanjang jalurpipa tersebut. Saya ingin tanya standard apakah yg digunakan untuk mendesain dan mendevelop sistem komunikasi yang menghubungkan semua fasilitas yang ada. Gambaran saya sih mengenai media komunikasi, topology, etc.
Mohon pencerahan atas hal ini.

Tanggapan – Hero Hero

Mas Anggi,

Sayangnya tidak ada aturan baku yang bisa kita acu untuk sistem komunikasi di pipeline.
Mungkin sebagai gambaran ringkas, dari beberapa pengalaman saya terlibat denganurusan jalur pipa, untuk media transmisi dapat digunakan bisa fiberoptic (FO), radiomicrowave, satelliteatau kombinasi dari ketiga media tersebut.
Umumnya kita gunakan FO sebagai ‘backbone’. Dengan adanya jalur pipa maka proses instalasi cable FO tersebut menjadi lebih murah karenabisa di instal bersamaan malah kalau onshore dan pipanya ‘underground’ sering sekali FO nya di ‘kubur’bersebelahan hanya selisih 1-1.5m.

Untuk ‘contain’ nya minimum ada data dan telephone yangdi drop di setiap stasiun atau ‘block valve’ atau bangunan lainnya.Datanya sendiri bisa berbentuk serial (RS232/RS485/dll) atau ethernettergantung kepada ‘control system’ yang di implementasi.

Sebagai contoh gampang kita implementasikan semua komukasi berjalandiatas ethernet dengan TCP/IP sehingga perangkat aktif di setiap ujungFO bisa menggunakan LAN Switch (L2 atau L3) saja. Bila terpaksa untukmenggunakan serial interface.. tinggal di konversi saja ke ethernet.Demikan juga halnya dengan telephone, dengan adanya LAN bisa denganmudah di implementasikan VoIP dan bila terpaksa harus menggunakantelephone ‘analogue’ maka tinggal dipasang ‘gateway’ di setiap ‘dropposition’. Sedangkan ‘tie in’ dengan PSTN atau ‘legacy telephoneswitching’ nya pun bisa dilakukan melalui ‘gateway’ tersebut.
Kalau diperlukan, kita pun bisa dengan mudah mengimplementasikan videoover IP untuk CCTV bila ‘main control station’ nya perlu memonitorkeadaan ‘unmanned’ stasiun.

Untuk meningkatkan keandalan dari sistem komunikasi tentunya kita bisadisain topology ‘protected’ dengan cara ‘loop’ melalui fiber itusendiri (core protected) atau fallback melalui satellite ataupunmelalui jasa penyedia telekomukasi yang mungki saja tersedia distasiun2x ujung nya.

Selain data & telephone, yang sering juga di implementasikan adalah2-way radio network di sepanjang jalur pipa tersebut. Dengan adanyakomunikasi radio ini ‘pipeline inspector’ bisa dengan mudahberkomunikasi dengan operator di stasiun terdekat bahkan denganoperator di ‘main control station’. Ada beberapa cara yang bisadigunakan untuk membuat 2-way radio network ini, sebagai contoh denganmengulang penggunaan frekuensi repeater ataupun menggunakan jalurdata/telephone untuk menghubungkan satu repeater dengan repeaterlainnya.

Demikian gambaran ringkas untuk sebuah ‘pipeline telecommunicationsystem’, semoga ada manfaatnya.

Share This