Parafin bisa menjadi fasa pendispersi di dalamnya & bisa menjadi emulsi (cair dlm cair), namun pencampuran harus dilakukan dalam bentuk parafin cair (dipanaskan) sehingga mampu ngeblend dgn yang fasa terdispersi (cairan). Namun yang perlu diingat dibutuhkan suatu zat penyatu (emulsifier) untuk menyatukan kedua sifat mereka yg bertolak belakng (polar-non polar) sehinggabs nge-blend menjadi emulsi.

Tanya – Adhia ‘James’ Utama

Rekans,

Apakah sudah pernah ada yang mencoba campuran wax atau paraffin deposit dengan methanol? Apa yang terjadi dengan vcampuran itu? Apakah saling melarutkan? Atau membentuk gel atau emulsi?
Tolong di share untuk rekans yang pernah mengetahui campuran ini. Terimakasih.

Tanggapan 1 – Ryan Noverie P.

Saya sudah nyoba skala lab kecil..

Dlm perbandingan tertentu kelarutan parafin dalam metanol kecil n intinya mah ga larut sempurna, karena parafin bersifat non polar dan metanol polar.. Parafin sendiri kan ester, bakalan susah larutnya.. Ok mungkin itu bs cukup membantu..

Tanggapan 2 – Adhia ‘James’ Utama

Terima kasih sekali Pak Ryan.

Mungkin yang saya tangkap adalah dari segi kelarutan saja. Itu memang jelas paraffin tidak akan larut dalam methanol. Saya lebih tertarik pada karakteristik sifatnya mereka berdua dalam emulsi, apakah paraffin akan menjadi fasa terdispersi, ataukah dia akan tetap sebagai deposit ataukah dia akan membentuk jenis emulsi lain yang bersifat padat.

Tanggapan 3 – Ryan Noverie P.

Yups, parafin bs menjadi fasa pendispersi di dalamnya & bisa menjadi emulsi (cair dlm cair), namun pencampuran harus dilakukan dalam bentuk parafin cair (dipanaskan) sehingga mampu ngeblend dgn yg fasa terdispersi (cairan). Namun yg perlu diingat dibutuhkan suatu zat penyatu (emulsifier) untuk menyatukan kedua sifat mereka yg bertolak belakng (polar-non polar) sehinggabs nge-blend menjadi emulsi.. Mgkin itu bs membantu..

Tanggapan 4 – Baity Hotimah @lemigas.esdm

Dear Pak James,

Maaf saya tidak bisa membantu. Karena belum pernah mengamati kelarutan parafinik di dalam metanol. Tapi kalo melihat sifatnya saya cenderung MERAMALKAN parafinik tersebut akan terdispersi sebagian ke dalam metanol dan dengan pemanasan mungkin akan lebih teremulsi.

Saya hanya ingin meluruskan pernyataan Pak Ryan ‘…..Parafin sendiri kan ester, bakalan…..’
Menurut yang saya baca parafinik itu adalah alkana dengan rumus kimia CnH2n, yaitu hidrokarbon jenuh yang tidak siklik. Sedangkan ester memiliki rumus kimia R-COOR. So akan sangat berbeda sekali sfatnya antara parafinik dan ester.

Tanggapan 5 – Riky Bernardo

Dear all,

Kalau hydrocarbon rantai panjang yang jenuh (tidak bisa diputus lagi) itu memang alkana. Tapi kalau rumus CnH2n itu bukan alkana tapi alkena, dan alkena bukan rantai hydrocarbon jenuh, karena ikatan double carbonnya masih bisa diputus. Rumus alkana seharusnya adalah CnH(2n+2).

Contoh Ch4, C2H6, C10H22, dst.

Tanggapan 6 – Ryan Noverie P.

Sorry yg saya maksud alkana sy salah ketik. Yupz that’s right CnH2n (alkana), krn itu diturunkan dr minyak bumi berdasrkan titik didihnya.. Thx 4 d correction.. Sy khilaf krn cenderung melihat dengan sifatnya yg seperti lemak.. Unpreffered with water..

Utk yg pemanasan sy blm mencoba, mgkin bs dites utk yg pernah melakukan.. Krn sy beranggapan kelarutan parafin dlm metanol itu kecil mgkin dgn pemanasan kan bs lebih memperbesar kelarutan.. Cm hal itu blm prnah dilakukan krn kterbatasan wkt.. Mgkin itu bs ckp membantu..