Select Page

Sudah banyak wacana yang diutarakan oleh para ahli Perminyakan Indonesia. Sudah banyak seminar/wrokshop yang digelar untuk mencari jalan yg terbaik. Termasuk agar Pertamina menjadi badan usaha yg bebas dari intervensi kepentingan politik, elit pemerintah atau perorangan. Masalahnya, mungkin semua rencana/wacana yg baik-baik itu belum dapat terlaksana. Pembentukan BP Migas, juga sudah merupakan salah satu cara untuk memperbaiki Pertamina. Supaya Pertamina lebih konsentrasi mengurusi eksplorasi, produksi, teknologi dan pengembangan daerah operasi baru (baik di dalam atau di luar negeri). Dengan konsentrasi di satu bidang akan menjadikan mereka lebih fokus.

Tanya – x.sulistiyono@exxonmobil

Mohon Pak Awaluddin dan kawan2 lain berkenan memberi pencerahan bagaimana konkritnya membenahi Pertamina. Tentunya Bapak2 sudah bisa merinci bobroknya dan kemudian berkenan memberikan bagaimana solusinya. Saya yakin banyak diantara kita yang tidak tahu sejarah sampai adanya PSC sehingga operasi lepas pantai saat ini banyak dikuasai oleh PSC non Pertamina baik asing maupun nasional. Kalau memahami secara keseluruhan sejarah perminyakan nasional , saya kira kita akan mampu memahami kondisi saat ini, termasuk kenapa pengelolaan PSC sekarang dilakukan oleh BP Migas.

Tanggapan 1 – iwan saputra

Pak Sulis,

Saya sependapat dengan anda bahwa perlu adanya pencerahan bagaimana membenahi PERTAMINA dan anda benar bahwa tidak semua orang tahu sejarah mengenai PERTAMINA.
Termasuk saya, saya nggak tahu sebelumnya mengenai BP MIGAS.

Tapi saya sedikit tahu sejarah PETRONAS, karena ketika saya jalan-jalan ke KLCC yang menyatu dengan mall, ada suatu lokasi di mall yang namanya PETRO Saints , di tempat itu dijelaskan bagaimana proses mengeboran minyak mentah, Apa itu petronas , pengeboran lepas pantai dll..
Kira-kira adakah suatu tempat yang seperti PETRO Saints nya PETRONAS di Indonesia?
Mudah-mudahan di Indonesia bakal ada tempat seperti itu , agar anak-anak kita bisa mengenal migas sejak kecil..

Kalau saya boleh usul kepada rekan-rekan semua untuk membenahi PERTAMINA.,

– Pemahaman terhadap Pancasila dan UUD 1945 lebih ditingkatkan lagi melalui Penataran semacam P4 dan Berikan penyegaran rohani terhadap karyawan baru..

– Bisakah kita memakai produk lokal atau PERTAMINA (oli) untuk semua kendaraan yang kita
pakai , bukan produk oli luar. Karena kalau menurut saya sich qualitas oli PERTAMINA tidak
kalah jauh dengan produk luar , khan base oil nya sama cuma yang berbeda hanyalah additif (maaf bila salah ejaan) nya saja . khan kalau mengenai umur pemakaian tetap sama saja.
Dengan adanya kita memakai produk-produk PERTAMINA, mudah-mudahan bisa meningkatkan
kemampuan PERTAMINA dalam mengelolah hasil MIGAS.

– Proses Recruitment karyawan PERTAMINA harus transparant dan benar-benar mengedepankan kemampuan dan skill si pelamar. Mudah-mudahan dengan adanya trasparansi , saya bisa ikutan ngelamar ke PERTAMINA lagi..he..he..he..

– Naikkan gaji karyawan PERTAMINA setara dengan Operator minyak lainnya semacam Medco, Total, Chevron dll.. khan logikanya sama aja , sama-sama sebagai operator BP MIGAS.
Dan penilaian karyawannya berdasarkan skill dan kepandaian serta bukan asal bapak senang.

– Merubah mental jajahan yang ada di diri kita masing-masing menjadi mental kebangsaan. Dan berusaha menerima perbedaan pendapat demi kemajuan bangsa Indonesia.

– Perlu adanya Badan Pengawas Perminyakan (yach semacam pengawasan terhadap harga
tender-tender pengelolaan Migas, Procurement dll) yang benar-benar bekerja untuk kepentingan
Bangsa dan Negara Indonesia.

– Memberikan kebebasan kepada PERTAMINA dalam menentukan nasibnya sendiri tanpa
mengeyampingkan kepentingan Bangsa dan Negara Indonesia.(Kebebasan yang bertanggung jawab)

– Jauhkan kepentingan politik dalam Pengelolaan aset PERTAMINA dan BP MIGAS.

– Bentuk Tim Pengawas Independent yang bertugas mengawasi BP MIGAS dan PERTAMINA,
yach semacam KPK lah..gitu..

Tapi itu hanyalah saran saja , ditanggapi yach syukur nggak pun yach tak apa-apa..namanya juga usaha untuk memperbaiki nasib saya , Rakyat Indonesia dan sebagai anak yang dibesarkan dari lingkungan PERTAMINA yang tidak ingin melihat PERTAMINA semakin ketinggalan.

Tanggapan 2 – Eko Yudha

Nanggapin yg kecil2 tp menggelitik aja deh,

Kira-kira adakah suatu tempat yang seperti PETRO Saints nya PETRONAS di Indonesia?
Mudah-mudahan di Indonesia bakal ada tempat seperti itu , agar anak-anak kita bisa mengenal migas sejak kecil.. >>

Kita udah punya museum Migas cukup lama Pak. Tahun 94 (rasanya) saya pernah ke museum Migas di TMII, rumayan bagus dan guidenya waktu itu cukup mumpuni.
Silahkan berkunjung kesana bersama keluarga.

Tanggapan 3 – Awaluddin Berwanto

Pak X. Sulistiyono,

Kalau cara konkritnya, saya pikir sudah banyak wacana yg diutarakan oleh para ahli Perminyakan Indonesia. Sudah banyak seminar/wrokshop yg digelar untuk mencari jalan yg terbaik. Termasuk agar Pertamina menjadi badan usaha yg bebas dari intervensi kepentingan politik, elit pemerintah atau perorangan. Masalah, mungkin semua rencana/wacana yg baik-baik itu belum dapat terlaksana. Kalau ditanya ‘Mengapa belum dpt terlaksana..?’ Mohon maaf saya tidak mampu menjawabnya.

Pembentukan BP Migas, juga sudah merupakan salah satu cara untuk memperbaiki Pertamina. Supaya Pertamina lebih konsentrasi mengurusi eksplorasi, produksi, teknologi dan pengembangan daerah operasi baru (baik di dalam atau di luar negeri). Dengan konsentrasi di satu bidang akan menjadikan mereka lebih fokus.

Tanggapan 4 – Dirman Artib

Pak Sulis,

Satu aja dari saya pak, yaitu hire orang-orang profesional dan berkualitas seperti Pak Awaluddin itu. Jangan hanya berani buka lowongan untuk Fresh Graduate, kan ada yang mikir bahwa ini indikasi para Senior tidak berani menghadapi persaingan dengan lawan yang setimbang. Jadi maunya melakukan re-generasi agar budaya tak berobah (ingat IPTN ?).
Toh PSC/KPS senantiasa buka lowongan untuk para level professional,pernahkah Pertamina ??

Tanggapan 5 – Wisnu Purwanto

Jangan dilupakan juga kalau Pertamina selama ini merupakan sapi perah sekaligus sapi potong para penguasa nagari. Susunya disedot pakai vacuum pump dan dagingnya di iris dikit-dikit. Orang-orang profesional dan berkualitas di Pertamina ada dua pilihan – ikut arus spt yang lain dan kemudian jadi nggak berkualitas atau siap2 njungkel.

Tanggapan 6 – roeddy setiawan

Dear Millis,

Setuju dengan opini pak Sulis, penting sekali bagai mana jalan keluarnya, kalau model bobroknya tahu pasti ada dong model idealnya. kalau tidak salah konsep psc itu original konsep dirut pertamina saat itu, selanjutnya dunia ikut dengan berbagai modifikasi, sayang tidak dipatenkan, hampir mirip dengan tempe, pemilik paten nya jepang.

Tanggapan 7 – bonie satria

Tegakkan dan implematasikan pemberantasan KKN secara benar sesuai dengan UU Pemberantasan korupsi, tunjukkan hasilnya, tegakkan aturan internal pada effek jera, bila perlu lebih keras lagi, hasilnya orang akan menilainya seperti saat ini orang menilai Pertamina dan BP Migas ( dulu BKKA ).

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia bulan September 2007 dapat dilihat dalam file berikut:

Share This