Select Page

Pipeline disetiap KKKS terdefinisi berbeda. Ada yg memulai dari hanya dari SDV launcher hingga SDV receiver; dan ada juga yang mendefinisikan pipeline adalah ‘from trap-to-trap’ dalam hal ini mulai dari closure trap launcher hingga closure trap receiver. Dari titik awal itu biasanya engineering company mulai mendefinisikan code yang digunakan. Untuk pipa gas yang dimulai dari SDV: pipeline di-desain menggunakan code ASME B31.8 sementara Valve-nya sendiri di desain dengan code yang sama. Bagian piping sebelum SDV launcher menggunakan B31.3 sedangkan bagian launcher/receiver menggunakan Code BPV Sect.VIII. Tetapi sebenarnya di dalam code B31.8 juga dijelaskan desain launcher/receiver hanya saja penjelasannya tidak terlalu banyak. Selain itu code tersebut juga mengacu ke section 8 code BPV institusi yang sama. Jadi menurut saya BPV Section VIII lebih tepat digunakan sebagai dasar acuan desain launcher/receiver.

Tanya – Sulistia Didit Wahyudi @singgar-mulia

Dear all,

Mumpung lagi ngomongin Pig Launcher/Receiver, saya mau tanya: pada waktu bekerja di manufacturer, kami membuat beberapa pig launcher/receiver dari klien yg berbeda2. masing2 klien meminta untuk mechanical calculation (i.e wall thickness), menggunakan code yang berbeda2. ada yang meminta pake ASME VIII karena beralasan itu Pressure Vessel. Ada yg meminta pake B 31.8 karena beranggapan itu bagian dari pipeline. Ada jg yg pake B 31.4. Mohon pencerahanny, Code apa yg sebenarnya ‘pas’ untuk Pig Launcher/receiver ini.
Terimakasih sebelumnya,

Tanggapan 1 – Isya Muhajirin

Urun rembug,

Pipeline disetiap KKKS terdefinisi berbeda. Ada yg memulai dari hanya dari SDV launcher hingga SDV receiver; dan ada juga yang mendefinisikan pipeline adalah ‘from trap-to-trap’ dalam hal ini mulai dari closure trap launcher hingga closure trap receiver. Dari titik awal itu biasanya engineering company mulai mendefiniskan code yang digunakan. Untuk pipa gas yg dimulai dari SDV: pipeline di-desain menggunakan code ASME B31.8 sementara Valve-nya sendiri di desain dengan code yang sama. Bagian piping sebelum SDV launcher menggunakan B31.3 sedangkan bagian launcher/receiver menggunakan Code BPV Sect.VIII. Tetapi sebenarnya di dalam code B31.8 juga dijelaskan desain launcher/receiver hanya saja penjelasannya tidak terlalu banyak. Selain itu code tersebut juga mengacu ke section 8 code BPV institusi yang sama. Jadi menurut saya BPV Section VIII lebih tepat digunakan sebagai dasar acuan desain launcher/receiver.

Tanggapan 2 – roeddy setiawan

Dear Millis,

Memang penetuan pig trap ini selalu menjadi polemik pada saat pelaksanaan project apa lagi project leader bule, kita dilapangan menjadi terbata bata menjelaskan. how we handle this item dengan segala macam kewajiban yang sesuai dengan atribute nya. Pada waktu migas yang ditunjuk republik sebagai pelaksana inspeksi. ingat saya klasifikasinya pressure vessel, kalau owner tidak secara tegas menunjuk 3rd party untuk handle paper work dan lain lain engineering issue dan mendaftarkan ke migas. he he he senyum tipis merekah dari contractor rep. disaat yang tepat; …. mepet dekat dengan schedule commissioning dia proposing changes. namanya pig trap kalau tidak kenal memang jqadi trap buat pimpro, extra cost harus keluar untuk extra work, crash program, dll. Kalau kalau tetap sebagai pipeline, saya kira facilities itu tidak akan online sesuai dg schedulenya.
Sekarang jadi BPMIGAS barangkali sudah ada kepastian diclasifikasikan sebagai piece of pipe ????, atau masih sama pressure vessel. rekan yang di inspection saya kira pengalaman please share.

Tanggapan 3 – halim_212

Dear millis,

Salam kenal buat pak isya,

Dari tulisan pak isya saya membaca kalo tida salah, saya copy aja deh ‘Untuk pipa gas yg dimulai dari SDV: pipeline di-desain menggunakan

> > code ASME B31.8 sementara Valve-nya sendiri di desain dengan code yang sama.
> > Bagian piping sebelum SDV launcher menggunakan B31.3 sedangkan bagian launcher/receiver menggunakan Code BPV Sect.VIII.’

Gitu ya, saya jadi sedit confuse neh,, karena saya pernah alami bahwa setelah SDV masih termasuk dalam ASME B31.3. begini ceritanya, ada 2 wellhead yang akan di comingle kan menjadi 1 flowline, nah setelah SDV ada spool (diantara salah satu wellhead nya) yang menghubungkan satu sama lain dengan fitting make up elbow lr 90 dan tee. nah setelah tee terdapat WN flange sebagai batasan antara ASME B31.3 dengan Asme B31.8, nah yang jadi pertanyaan tidak harus setelah SDV adalah ASME B31.8 ataukah flange ( kadang disebut incoming flange) dapat mnjadi batasan dari Piping (Asme B31.30 dan) dan flowline (ASME B31.8) atau ada syarat khusus. mohon koreksi dan pencerahannya…
terima kasih.

Tanggapan 4 – Isya Muhajirin

Pak Halim,

Kembali lagi discretion dari owner lah yang menentukan. Contoh dibawah saya ambil dari P&ID salah oil company untuk desain pipeline-nya. Kalau saya tidak salah mengartikan yang dimaksud oleh Pak Halim dibawah ini adalah piping proses sistem dimana juga terdapat SDV, sehingga sah kalau B31.3diaplikasikan. Sementara SDV yg saya maksud adalah yg berada setelah launcher trap atau sebelum receiver trap dari suatu pipeline/pipa transmisi. Jadi harus dilihat scope dari code dimaksud. Mudah2an menjadi jelas.

Share This