Kami mempunyai masalah dengan Filter coalescer di upstream sebuah catalyst vessel yang menghendaki semua liquid yang ada dalam gas stream dapat teremove oleh coalescer tersebut. Coalescer unit ini terletak di downstream dari amine treating facility. Namun kenyataannya, dari kondisi katalis yang dilihat saat penggantian, dipercaya banyak liquid carry over (baik HC maupun yang menyebabkan performance dari katalis berkurang. Adakah rekan-rekan yang punya pengalaman menggunakan teknik semacam radioative trace analysis untuk melihat distribusi gas di dalam coalescer vessel dan melihat sumber liquid carry over tersebut (dari O-ring yang rusak, incompatible outer sheave)? atau ada teknik lain yang potensial bisa digunakan untuk mengidentifikasi root cause dari liquid carry over ini?

Tanggapan 1 – Haryo

Rekan-rekan,

Kami mempunyai masalah dengan Filter coalescer di upstream sebuah catalyst vessel yang menghendaki semua liquid yang ada dalam gas stream dapat teremove oleh coalescer tersebut. Coalescer unit ini terletak di downstream dari amine treating facility. Namun kenyataannya, dari kondisi katalis yang dilihat saat penggantian, dipercaya banyak liquid carry over (baik HC maupun yang menyebabkan performance dari katalis berkurang.

Adakah rekan-rekan yang punya pengalaman menggunakan teknik semacam radioative trace analysis untuk melihat distribusi gas di dalam coalescer vessel dan melihat sumber liquid carry over tersebut (dari O-ring yang rusak, incompatible outer sheave)? atau ada teknik lain yang potensial bisa digunakan untuk mengidentifikasi root cause dari liquid carry over ini?

Saya berharap ada rekan-rekan yang mau share pengalaman serupa dan tindakan yang dilakukan untuk solve masalah ini? Terima kasih dan salam.

Tanggapan 2 – roeddy setiawan

Dear Pak Haryo,

Saya kira masalah pak haryo cukup unik, rekan2 di geothermal Tiwi melakukan tracer analisis secara rutine buat mengukur steam yang mereka produksikan.

In brief tinggal pilih tracer material yang fully disolve di stream yang akan di analisa jadi concentrasi pada ‘time frame’ bounded tinggal di ukur konsentrasi yang di vapor phase. demikian cary over bisa bapak tentukan. kalau pak Hario tahu dengan pasti magnitude stream pengacau (kiding) saya kira hasilnya bisa imediate.

Cara lain (belum pernah ngerjakan) yang direct biasanya memakai laser scatering melihat particle distribution dr stream di vapor phase.

Other alternative sebetulnya root nya yang dicari kenapa coalescer gagal tugas , apakah secara fisik tidak ada connection yang memble antara filter holder dg filter element. ada stream yang internally bypassing coalescer. bisa juga solid yang tidak diperhitungkan misalnya garam2 dr corrosion product menyumbat filter nya baru bypass terjadi.

Tanggapan 3 – rdanisworo1@mmm.com

Pak Haryo,

Saya mau ikutan belajar.

Bagaimana dengan performance dari Filter Coalescer ini ?

Karena kalau dari Engineering design sejak awal sudah dinyatakan parameter proses.
Dan bila Failed berarti , ada sesuatu yang berubah .

Bila parameternya nggak berubah . maka salah satu tertuduh adalah Filter.

Itu Kalau dari awal start up nggak bermasalah.

Tanggapan 4 – Haryo

Mas Dani,

Logika Anda sangat valid. Masalahnya, dari dulu bisa dibilang bahwa coalescer ini belum pernah bekerja dengan benar. Ada penggantian jenis outer sheave nya, yang lebih kompatibel, tapi tetap saja kita detect liquid carry over. Padahal menurut claim dari pembuat filternya, cartridge bisa remove liquid particle hingga 0.1 micron.

Kita mau cari nich penyebab yang bener-bener penyebabnya apa…:-).

Tanggapan selengkapnya dari Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan September 2007 ini dapat dilihat dalam file berikut: