Select Page

Corriolis flowmeter akan mendeteksi masa dari fluida yang mengalir, tidak peduli fasa liquid ataupun gas, yang membedakannya nanti adalah keakuratan flometer tersebut dalam pembacaan. Kalau tidak salah accuracy-nya akan sedikit berkurang apabila digunakan untuk mendeteksi gas dan lebih baik apabila digunakan untuk mendeteksi liquid. Untuk lebih jelasnya silahkan baca prinsip kerjanya di manual atau di internet. Sehingga air dapat digunakan sebagai media kalibrasinya. Salah satu metode kalibrasinya adalah dengan membandingkan hasil pembacaan di flowmeter dan di timbangan (weigher/scale), tentu timbangan yang sudah terkalibrasi. Sedangkan media yang umum digunakan adalah air. Dengan menggunakan tangki/drum air untuk dirumah yang diletakkan di atas timbangan, kemudian dialirkan air yang sebelumnya melewati flowmeter. Setelah itu bandingkan antara hasil bacaan di flowmeter dan di timbangan. Apabila hasilnya diluar akurasi, maka perlu dilakukan adjustment pada flow cal factornya.

Tanya – arif_zaini

Bapak2 sekalian,

Kami punya corriolis flowmeter baru yang kami rencanakan untuk mengukur mass flow untuk gas. Sebelum dipakai kami inginkan untuk melakukan kalibrasi di Dinas Metrologi, namun kami menemui masalah dengan prosedur kalibrasi. Ternyata kami tidak menemukan prosedur kalibrasi yang standard.
Jika ada Bapak2 yang mempunyai pengalaman dalam kalibrasi corriolis flowmeter, mohon petunjuknya:a. Barangkali ada produser corriolis, apakah ada prosedur kalibrasi di luar pabrik?b. Dimet akan menggunakan air sebagai pengganti gas, apakah cara ini sesuai dengan standard?c. Bagaimana meng-konversi dari pengukuran dengan air untuk pengukuran gas?d. Adakah prosedur standardnya (ISO/ASME/API/ANSI yang lain?)?
Kalo ada, apakah kami bisa mendapatkan copy-nya?e. Apakah belum cukup jika menggunakan hasil kalibrasi dari pabrikan? Sedangkan DIMET tidak mempunyai peralatan kalibrasi gas yang standard?
Pencerahan dari Bapak2 sangat kami harapkan.

Tanggapan 1 – Wisnu Purwanto

Anda bisa mengacu ke AGA report 11 / API MPMS 14.9 jika ingin memahami lebih lanjut aplikasi dan kalibrasi coriolis meter untuk gas. Anda bisa membeli document tersebut di IHS website.

Di Indonesia, setahu saya Dimet Bandung memiliki fasilitas kalibrasi gas dengan menggunakan media udara yang dihasilkan oleh blower dan biasanya digunakan untuk kalibrasi turbine meter gas bertekanan rendah (aplikasi domestic atau industry kecil). Fasilitas tersebut kurang cocok (bukan tidak bisa) digunakan untuk kalibrasi coriolis meter karena bertekanan rendah. ‘Kalau’ aplikasi anda memang menghendaki high pressure calibration apalagi kalau mediumnya natural gas, maka anda bias mengirim ke independent third party facility seperti : Pigsar – German, Westerbork – Belanda, Bishop Auckland – UK, CESSI & SWRI – USA dan TCC – Canada. Di India, Jepang dan newzealand juga ada cuma kapasitasnya relative kecil dan tekananya relative rendah. Umumnya untuk aplikasi non-custody transfer / fiscal – manufacturer calibration sudah memadai namun hendaknya anda menyebutkan aplikasinya saat melakukan pembelian.

Yang perlu anda perhatikan, coriolis meter adalah mass meter – jadi secara langsung mengukur masa dari fluida. Umumnya, hasil pengukuran yang kita kehendaki adalah volumetric baik kondisi standard maupun kondisi actual. Secara sederhana, volume adalah massa dibagi density. Masalahnya, pengukuran density oleh coriolis meter relative tidak akurat. Akurasi density 2 – 8 kg/m3 memang cukup akurat untuk liquid namun tidak demikian dengan gas.

Untuk pure gas, relative simple karena densitynya bisa diketahui dengan cukup akurat. Namun untuk mixed gas seperti natural gas – seringkali dipasang online GC (yang harganya tidak murah).

Yang juga menarik dari coriolis meter untuk gas adalh kita bias memonitor excitation voltage yang memberikan indikasi adanya liquid cary-over. Sayangnya, vendor belum mampu mengquantifikasi excitation voltage ke liquid loading.

Saat ini saya mengoperasikan 2 units coriolis meter ukuran 4′ untuk aplikasi natural gas. Dalam waktu +/- 1.5 tahun zero readingnya shift sekitar 400 m3/d – relative kecil kalau aplikasinya high pressure – tapi cukup berarti kalau low pressure. Karenanya saya minta operator untuk zero check /calibration setiap 6 bulan.

BTW, Pernyataan anda bahwa Dimet tidak memiliki peralatan kalibrasi gas yang standard adalh kurang tepat. Kalau ada orang dimet yang membaca bisa tersinggung, karena secara yuridis Dimet adalah institusi resmi pemerintah untuk kalibrasi legal. Dan Dimet adalah wakil Indonesia di OIML (Organisasi Internasional Legal Metrology). Saya yakin peralatn Dimet fully comply dengan ISO standard, Cuma masalahnya apakah standard tersebut applicable untuk aplikasi anda itu lain perkara.

Tanggapan 2 – tirto noto

Dear Pak Arif,

Sedikit menanggapi tentang kalibrasi Coriolis flowmeter,

A.Biasanya untuk kalibrasi coriolis flowmeter dilakukan oleh makernya ( Pabrik )

B.Tidak bisa menggunakan air pak karena Coriolis tersebut untuk gas bukan Liquid.

C.untuk konversinya tidak ada akan tetapi keakuratannya akan terlihat dari hasil pengukuran tersebut, karena tiap fluida berbeda viscositas dan densitynya pak. Jadi penilainnya dari tingkat keakuratan hasil pengukuran tersebut.

D.Sebenarnya sudah cukup dengan menggunakan hasil kalibrasi dari pabrikan.

Bila sangat dibutuhkan biasanya dikalibrasi oleh orang metrologi ke tempat bapak (seperti di Perusahaan Airliquid), dikalibrasinya di lapangan.

Demikian sedikit tambahan dari saya, semoga membantu.

Tanggapan 3 – Endi Sugandi

Pak Arif,

Setahu saya corriolis flowmeter akan mendeteksi masa dari fluida yang mengalir, tidak peduli fasa liquid ataupun gas, yang membedakannya nanti adalah keakuratan flometer tersebut dalam pembacaan. Kalau tidak salah accuracy-nya akan sedikit berkurang apabila digunakan untuk mendeteksi gas dan lebih baik apabila digunakan untuk mendeteksi liquid. Untuk lebih jelasnya silahkan baca prinsip kerjanya di manual atau di internet. Sehingga air dapat digunakan sebagai media kalibrasinya. Salah satu metode kalibrasinya adalah dengan membandingkan hasil pembacaan di flowmeter dan di timbangan (weigher/scale), tentu timbangan yang sudah terkalibrasi. Sedangkan media yang umum digunakan adalah air. Dengan menggunakan tangki/drum air untuk dirumah yang diletakkan di atas timbangan, kemudian dialirkan air yang sebelumnya melewati flowmeter. Setelah itu bandingkan antara hasil bacaan di flowmeter dan di timbangan. Apabila hasilnya diluar akurasi, maka perlu dilakukan adjustment pada flow cal factornya. Saya punya prosedur merubah flowcal factornya, apabila tertarik bisa menghubungi lewat japri.
Setahu saya, cara seperti ini pula yang dilakukan di pabriknya sana, sebelum dikirim ke customer, juga yang biasa dilakukan metrologi untuk mem verify custody coriolis flowmeter.

b>Tanggapan 4 – Wisnu Purwanto

Sedikit nambahin, bagaimanapun juga coriolis meter (masih) single phase meter, setidaknya saat ini; dan tetap peduli kepada phase fluida yang diukur. Foxboro claim bisa untuk liquid dengan GVF sampai 40% dengan catatan densitynya konstan, dan nggak berani field trial untuk crude oil. Vendor yang lain dengan alasan tertentu (yang juga bisa diterima) men stop pengukuran kalau GVF agak tinggi.

Untuk aplikasi liquid, kalibrasi dijelaskan di API MPMS 5.6 – dan kalau mau pakai gravimetric dengan timbangan (sebaiknya SSF – Satnding Start Finish technique) maka buoyancy correction factornya juga harus dihitung, kecuali untuk pressurized container. Mau pakai prover ataupun seraphin tank juga tidak dilarang.

Sedang untuk aplikasi gas, ref. API MPMS 5.9 / AGA 11.

Share This