Di area yg producing gas dengan reserv temp yang tinggi, ada yang mengeluarkan mercury. Approachnya , dibuatkan carbon bed prior departure pipeline, sizingnya di dapat dari engineering company yang pengalaman, bisa juga dengan melihat characteristic dari carbon active yang akan dipakai, spent carbon diberikan ke company yang capable untuk mengolah mercury dari carbon. Economic untuk skala sekarang tidak ada karena penggunaan mercury sangat kecil sekali. Produce water yang terkontaminasi mercury juga diolah tersendiri oleh pihak ketiga. Diperkirakan mereka memakai path redox untuk mengeluarkan mercury nya.

Tanya – Muchlis Nugroho

Yth Members,

Mau tanya cara melakukan simulasi Natural Gas/condensate yang mengandung mercury. Misalnya untuk mengetahui kondisi mercury drop-out nya. Fluid package yang dipakai apa? Kalau gak salah harus pakai fluid package dari third party ya? Kalau ya kira-kira dari mana yang sudah proven dan dipakai luas.

Tanggapan 1 – Moh Darwis

Pak Muchlis,

Saya juga tidak mengetahui fluid package apa kira-kira yang terbaik untuk component mercury. Kayaknya perlu membuka manual Hysys (Simulation Basis) dan jurnal ilmiah.
Untuk preliminary simulasi, coba pakai GCEOS (Generalized Cubic Equation of State) atau General NRTL untuk fluid packagenya. Atau buat component mercury sebagai hypothetical component dimana kita define sendiri propertiesnya (misal boiling point, molecular weight atau density).

Tanggapan 2 – Muchlis Nugroho

Beberapa waktu lalu kami sudah menghubungi Aspentech, katanya sudah ada beberapa pihak pengembang lain yang membuat package untuk mercury dalam aliran hidrocarbon.

Misalnya Shell yang membuat package HYSPPTS tapi katanya package ini cuma boleh dipakai untuk kalangan Shell saja? Apa benar begitu ya?
Lalu ada juga dari Infochem yang membuat Add-on mercury ini, katanya bisa kalau pakai CAPE-OPEN & MULTIFLASH (entah binatang apa lagi ini?).

Namun pada intinya saya ingin tahu bagaimana engineering practice dari para engineer di major Oil&Gas company dalam melakukan Mercury Study (misalnya untuk menentukan corrosion protection methode, dan persyaratan lingkungan). Dan seandainya study ini dilakukan dengan permodelan maka metode permodelannya seperti apa.

Karena itu kalau saya me-reka-reka propertiesnya sendiri takutnya tidak proven.

Tanggapan 3 – roeddy setiawan

Dear Pak Muchlis,

Menarik hal yang pak Muchlis lontarkan, pengalaman saya sepertinya diluar capability dari process package hysys untuk predict apa yang pak muchlis harap dr suatu process simulator.
di area yg producing gas dg reserv temp yang tinggi, ada yg mengeluarkan mercury. approach nya , kita bikinkan carbon bed prior departure pipeline, sizingnya di dapat dari engineering company yng pengalaman, bisa juga dg melihat characteristic dari carbon active yg mau dipakai, spent carbon kita berikan ke company yang capable buat mengolah mercury dr carbon, economic untuk skala sekarang tidak ada karena penggunaan mercury sangat kecil sekali. produce water yang terkontaminasi mercury juga diolah tersendiri oleh fihak ketiga. saya kira mereka memakai path redox untuk mengeluarkan mercury nya. itu saja yang saya tahu. di lokal Indonesia saya ingat Mobil-Arun punya mercury juga dulu th 80 an gas di Kaltim ??? gas yang diterima Bontang ada mercury. barangkali rekan yang pernah di arun dan roy m huffington dulu bisa share di millis ini.

Tanggapan 4 – agus.wijaya@conocophillips

Kebanyakan Major Oil and Gas Company melakukan riset internal dgn melibatkan pihak universitas terutama untuk menentukan data kesetimbangan komponen hidrocarbon dengan Hg. Misalnya Mobil Oil mereka punya data kesetimbangan C1 hingga C9 terhadap Hg lewat riset dgn Texas AM, llalu data kesetimbangan misalnya vapour pressure dimasukkan kedalam Hysys atau Pro 2, sehingga engineer bisa melakukan simulasi paling tidak bisa menentukan distribusi Hg didalam gas plant ( LNG dan LPG). Untuk Hg removal baik Sulfur Impregnated Cargon base ( Calgon) atau yg relatif baru semacam metal oxide based ( JMC), umumnya mereka memiliki proprietary software untuk simulasi. Output simulasi mereka bisa kita masukkan kedalam Hysis dengan mengasumsi sebagai component splitter.
Memang Technology Hg removal bukan hal yang baru dan sdh dikembangkan 20-25 tahun yg lalu khususnya di industri LNG karena industri yang satu ini memiliki spesifikasi yang ketat terhadap Hg krn potentis korosi Hg dgn alumunium material ( amalgamation reaction).

Riset-riset terbaru umumnya fokus terhadap kesetimbangan Hg terhadap larutan glycol, amine treating, etc.