Select Page

Condensate di gas pipeline, atau pipeline yang full of condensate dari field ke main gathering station, keduanya memerlukan regular piging, untuk kasus pertama, pig akan sweep liquid yang ada di pipeline, dengan didorong nya liquid . maka diameter pipeline akan kembali seperti design, manfaatnya energy buat transporting fluid dari point a to b banyak berkurang,,,,, cost menurun. Manfaat yang lain, pada pipeline tidak hanya condensate saja, tapi pasti ada airnya yang condense pasalnya temp out /departure dr gas lebih besar dari ambien nya, dari sumbernya juga umumnya water drive reservoir, jadi uap air dan hidrocarbon kongsian tempat. Kalau ada air ada korosi, dan seterusnya. jadi menyangkut flow assurance, bisa bisa tidak ada guna nya field yang di develup ratusan juta kalau produknya dihambat atau tidak bisa sampai ke konsumen.

Tanya – Teddy/b>

Rekan

Apakah ada yang bisa sedikit cerita, apakah lazim dalam Industry Practice untuk memberikan fasilitas regular pigging dan intelligent pigging buat condensate pipeline? Kalau iya, kira-kira apa justifikasinya. Terimakasih atas share nya./p>

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dear Pak Teddy,

Sebenarnya agak kurang lengkap nih definisi yang bapak berikan dalam ‘condensate pipeline’. interpretasi saya bisa condensate di gas pipeline, atau memang pipeline yang full of condensate dari field ke main gathering station.

Keduanya memerlukan regular piging, untuk kasus pertama, pig akan sweep liquid yang ada di pipeline, dengan didorong nya liquid . maka diameter pipeline akan kembali seperti design, manfaatnya energy buat transporting fluid dr point a to b banyak berkurang,,,,, cost menurun.

Manfaat yang lain, pd pipeline tidak hanya condensate saja, tapi pasti ada airnya yang condense pasalnya temp out /departure dr gas lebih besar dari ambien nya, dari sumbernya juga umumnya water drive reservoir, jadi uap air dan hidrocarbon kongsian tempat.

Kalau ada air ada korosi, dan seterusnya. jadi menyangkut flow assurance, bisa bisa tidak ada guna nya field yang di develup ratusan jt kalau produknya dihambat atau tidak bisa sampai ke konsumen.

Di kedua kasus, inteligent pig, merupakan salah satu tools yang dipakai untuk forward prediction, jadi sebelum pipeline KO kita sudah siap siap dg repair, procuring materia replacement, contract services untuk welding, crane barge dan lain supporting services, inspection, ijin ke authorizing body, inform KLH siapa tahiu pd saat d day nya tidak mulus, ada spill kesana sini.

Jadi info yang di dapat dr Int Pig juga untuk menunjang flow assurance., jadi sebetulnya banyak hal yang dekerjakan rekan operation dlm menegakan forward prediction, dari chemical program yang katanya akan membuat film sehingga korosi di hambat, coupon installation di tempat strategis, lalu periodic coupon ditimbang buat ngukur laju korosi, pengukuran CP current atau voltage dll merupakan bagian integral flow assurance program.

Sebagai info, chemicals malah dll untuk di lokal kita kadang kadang procurement , dan tendering services makan waktu lama bangetsiap tahu . kalau ada di pipeline.

Tanggapan 2 – Teddy

Pak Roeddy,

Thanks atas share nya.

Condensate yang kami maksud adalah condensate hasil separasi setelah gas dari well melewati inlet unit kami. Dari condensate storage onshore selanjutnya akan dipompakan via pipeline ke offshore melewati plems dan SPMs buat offloading ke tanker.

Dari kolega lain saya mendapat assurance kalo condensate nya noncorossive karena sudah ditreatment sebelumnya. Saya belum mendapatkan dokumen nya, tapi saya berasumsi ini memang tidak corossive.

Kami mempunyai impressi bahwa sebenarnya company tidak perlu invest jutaan dolar buat installasi intelligent pigging untuk keperluan condensate pipeline ini karena alasan integrity pipeline tidak benar2 membutuhkan. HAnya saja mungkin ada kelaziman lain yang alpa saya perhitungkan. siapa tau….

Tanggapan 3 – asuyanto

Pak Teddy,

Pigging rutin fasilitas seperti itu setahu saya tidak lazim dalam konteks biaya vs benefit. Kalau perlunya sewaktu-waktu saja, secara teknik bisa dilakukan cuma butuh effort yang lumayan.

Pigging rutin akan membutuhkan:

1. Pig launcher/receiver permanen subsea yang disambung ke PLEM anda. Dalam aktifitas ini perlu kapal buat mendorong pignya atau menerima pig sekaligus sludge dll, dengan downline ke launcher/receiver di PLEM tadi.

2. Kalau mau meniru design fasilitas subsea, perlu manifold yang dilengkapi pig valve sebagai pengganti PLEM dan dua condensate lines untuk loop dari/ke onshore. fasilitas inipun perlu intervensi subsea buat ngerubah arah aliran fluida.

Apalagi untuk intelligent pig, saya kira biayanya bisa sama dengan mengganti pipanya aja sekalian.

Di tempat saya saja, yang pipanya untuk crude dan punya fasilitas buat nge-loop, piggingnya engga pernah dilakukan.

Tanggapan 4 – roeddy setiawan

Dear Pak Teddy,

Untuk case yang pak Teddy terangkan memang tidak ‘umum’ kita melakukan surveilance yang bapak terangkan.

Untuk light product dari storage ke offloading facilities/sbm .tidak perlu dipasangi receiver/launcher, saya kira ini menyangkut .hal hal custody matters. juga hasil dr design review/peer review di beberapa instalasi sejenis yang kita operasikan memang assesment flow assurance dari line yang pak Teddy jelaskan tidak memerlukan surveilance tambahan i.e Inteligent Pig run.

Rational yang kita lihat antara nya , design field life lebih kecil dari segment yang dilihat; Cleanlines dr fluid yang lewat relatif baik sekali. Operation selalu berusaha memberikan BS&W nill menghindari dispute BS&W dan denda (karena ruang tanker diisi air ), design rate yang cukup untuk agitate solid(kalau ada) dan di flush ke Tanker. Wall thickness yang digunakan cukup tebal (assumed corrosion rate tidak akan membuat pipa penyalur tsb fail) , adequate sacrificial anode.
yang biasa kita kerjakan regular CP reading, siapa tahu kecolongan .

Tapi pak, memang kadang kadang hal yang tidak harus dilakukan sering dikerkjakan juga. saya kira sebetulnya salah satu kekurangan dr ‘system cost recovery’ yang kita anut. saya yakin kalau di kampungnya decision spt ini, sebelum sampai ke procuring the services akan di peer review sampai lecek. mudah2 an rekan di bpmigas lebih aware hal hal yyg berbau mickey mouse begini.

Ada satu kejadian yang lucu sekaligus membuat saya bilang thumb up atas ingenuity dan determination dr orang local.. pasalnya kita pernah kehilangan Galvalum III anode 400 lb kira2 40-50 ft dibawah air. engak tahu berapa lama orang itu membuat perencanaan, milih solusi yang cocok, execute .

Intermezzo saja pak biar ngak terlalu serius.

Share This