Select Page

Permissive start boleh dijalankan secara manual, karena pada sistem yang sekarang ada terdapat fasilitas untuk melakukan manipulasi terhadap parameter2 yg dipersyaratkan. Dengan catatan bahwa parameter tersebut benar-benar aman. contohnya apakah lube oil pump sudah running? kemudian apakah lube oil levelnya tidak LL dan mungkin masih banyak lagi yang harus dipastikan. Contoh kasus jika terjadi kerusakan pada level switch lube oil (LS), sementara level lube oil memang masih aman dan memang perlu segera dilakukan start engine maka LSLL nya bisa di FORCE untuk memenuhi permissive startnya. pada saat engine running maka bisa dilakukan penggantian terhadap LS tersebut jika ada penggantinya.

Tanya – Fachry

Rekan -rekan saya mau tanya :

Jika kita ingin menjalankan diesel engine maka biasanya sistem kontrol (dengan logicnya) akan memeriksa permissive start untuk menjalankan diesel engine tsb bukan begitu ? lalu parameter apa saja yang biasanya menjadi permissive start dari diesel engine ?
Dapatkah Permissive start tsb kita jalankan manual tanpa melalui sistem kontrol (panel) ?
Tanggapan 1 – Amal Ashardian

Bisa saja pak…asal anda sendiri mengetahui hal apa saja yang ‘wajib’ dan dengan kondisi yang ‘sehat’…sebelum anda melakukan starting.

Misal anda sudah pastikan di oil pan sudah ada pelumas, dengan level yang cukup, di dalam pendingin sudah ada air, ada bahan bakar.

Dan setelah starting ada hal hal lain yang wajib untuk dipastikan memang sehat….misal tekanan pelumas. Kalau tidak ada kontrol panel, anda wajib mengintip aliran pelumas, caranya….segala cara, mulai mengintip dari ruang katub/ rocker arm, untuk memastikan pelumas memang telah naik ke atas….dll.

Methode ini sangat tidak disarankan, dari segi safety, baik safety engine nya apalagi personnel yang melakukan ini…

Sebaiknya bapak oprek dulu kontrol panelnya….dan tetap menjalankan engine dari kontrol panel…atau membuat kontrol panel sementara….di jumper ke semua tranducer engine…

Tanggapan 2 – budi yuwono

Dear,

Sedikit nimbrung nih pak, pada dasarnya penggunaan sistem kontrol adalah untuk melakukan monitoring dan regulasi terhadap equipment atau proses yang memerlukan kontinuitas dan ketelitian.

Mengenai boleh tidaknya permissive start dijalankan secara manual ya jelas boleh. karena pada sistem yang sekarang ada terdapat fasilitas untuk melakukan manipulasi terhadap parameter2 yg dipersyaratkan. dengan catatan seperti yang dibahas pak Amal bahwa parameter tersebut benar2 aman. contohnya apakah lube oil pump sudah running? kemudian apakah lube oil levelnya tidak LL dan mungkin masih banyak lagi yang harus dipastikan. contoh kasus jika terjadi kerusakan pada level switch lube oil (LS), sementara level lube oil memang masih aman dan memang perlu segera dilakukan start engine maka LSLL nya bisa di FORCE untuk memenuhi permissive startnya. pada saat engine running maka bisa dilakukan penggantian terhadap LS tersebut jika ada penggantinya.

Untuk pengamanan engine biasanya juga dilengkapi dengan interlock. jika misalnya pas engine running trs lube oil habis maka engine akan di tripkan oleh pressure lube oil yang menyentuh setting LL nya.

Jadi pada dasarnya sih bisa2 aja mengakali permissive start, cuman harus dipastikan bahwa parameter2 syaratnya dalam kondisi aman.

Semoga berkenan.

Share This