Multi speed dan variable pump bisa sama bisa beda. Variable speed kelihatannya rpm pompa nya bisa diganti ganti via motor rpm nya. motor rpm bisa diganti dengan menaikan atau menurunkan frequencies dari jala2 nya. Tetapi beberapa hal yang tidak akan terlepas dari fisika fluid mechanic. Untuk capacity kalau n dinaikan kapasitasnya akan naik sebanding dengan kenaikan N. Untuk head kenaikan N akan berbanding pangkat dua. Katakan dari 1500 ke 3000 rpm, head baru = 2 pangkat 2 kali head lama.

Tanya – suseno sastrosunarno

Rekans,

Saya mau nanya ama pakar rotating nih, apa sih beda multi speed pump dng variable pump. Yang saya tahu most pump kalo nggak fixed speed ya variable speed. kmrn saya discuss ama klient katanya ada multispeed pump yg prinsip kerjanya mirip kaya fan itu, jadi dia ada speed 1,2,3 masing2 speed tersebut fixed di angka tertentu. Kalo dia mau flow yg kecil maka diswitch ke speed yg rendah dan sebaliknya. tujuannya biar antisurge valve nya gak nge-buka. Saya dah coba cari di internet informasinya sangat minim.

Tanggapan 1 – restoto pramuharjo

Pak Seno,

Melihat pertanyaannya, sepertinya yang dimaksud adalah pump yang dicouple dgn multispeed electric motor dimana pengaturan speed motor tsb tergantung dari jumlah poles di motor (frequency-nya tetap). Jenis multispeed motor ini menggunakan bayak poles inside the construction motornya.
Seperti kita ketahui kalau motor 2 poles 50hz akan menghasilkan speed 3000rpm, 4 pole–>1500rpm, 6 poles, 8 poles dst…Jadi kalau hendak speed yg tinggi kita selector switch motor dgn poles yg kecil.

Tetapi kalau variable speed drive (VSD) atau variable frequency drive (VFD) biasanya mengunakan IGBT, Insulated gate bipolar transistor = power semiconductor device acting like a switch to change the frequency/speed.
Jadi untuk motor jenis ini, poles are fixed inside the construction of the motor the one changing the speed of a motor is the IGBT in the control circuit..tsb.

Statement anda: ‘ kalo dia mau flow yg kecil maka diswitch ke speed yg rendah dan sebaliknya. tujuannya biar antisurge valve nya gak nge-buka’.
Apa iya pump ada antisurge valvenya? musti typo-error nih….

Tanggapan 2 – Teguh.Waskito@ytljt

P Suseno

Saya mau share nich… di plant kita memang ada pump yg bekerja dgn multispeed. Pompa ini disdesign bekerja sangat variatif sekali baik speed, disch pressure dan tentu saja capasity-nya. Sebagi gambaran di plant kami pompa ini bekerja contintue sebagai boiler feed pump, kedua nya bekerja secara paralel dengan tekanan bervariasi antara 120 bar hingga 180 bar, capasitasnya 2 kali 300 – 1000 ton per jam, speed 2000 – 10000 rpm. Kerja pompa ini di control dgn program DCS agar selalu bekerja di area tertentu pada H-Q curva dan jika keluar dari area tersebut pompa akan trip karena proteksi. Jadi dia tidak saja bekerja pada 2 atau 5 stage speed tapi mampu bekerja pada sembarang speed tapi masih di area aman kerjanya, tergantung kondisi plant. Capasity dan pressure pompa ini merupakan parameter control (steam drum level) yakni 3 elements steam drum control. Itu dulu ya share dari saya.

Tanggapan 3 – suseno sastrosunarno

P’ Teguh & P’ Restoto

Many thanks indeed responsnya…saya check dulu requirement operation ama respon dari vendor nanti discuss lagi.

Tanggapan 4 – roeddy setiawan

Pak Suseno,

Kalau menurut saya multi speed dan variable pump bisa sama bisa beda. variable speed kelihatannya rpm pompa nya bisa diganti ganti via motor rpm nya. motor rpm bisa diganti dg menaikan atau menurunkan frequencies dr jala2 nya.

Tetapi beberapa hal yang tidak akan terlepas dr fisika fluid mechanic.

Untuk capacity kalau n dinaikan kapasitas nya akan naik sebanding dg kenaikan N.

Untuk head kenaikan N akan berbanding pangkat dua. say dr 1500 ke 3000 rpm

Head baru = 2 pangkat 2 kali head lama

Untuk horse power requirement, berbanding dg pangkat 3. untuk case diatas, hp baru = dua pangkat 3 kali hp lama, kenaikan rmp dua kali perlu horse power delapan kali begitu sebaliknya.

Ada banyak hal yang direcly related terhadap speed change, mulai dr npsh req berubah, shaft deflection sampai ke loses either internal atau pun di piping.

Jadi perlu sekali asasment yang comprehensif untuk memutuskan apakah variable speed dibutuhkan atau yang constant speed saja. untuk beberapa kasus, variable speed kelihatannya atractif misalnya untuk controling level dr separator, kalau banyak intake maka pompa di kebut biar tidak hi kevel. kalau intake letoy pompa speed nya harus pelan, good choice ????, belum tentu, harus dilihat downstreamnya yang saya maksud . kalau speed diturunkan head nya akan turun juga cukup banyak, lihat relasi diatas. nah kalau head yang di generate pompa lebih rendah dr required head. maka pompa ngak mompa lama lama separatornya mbludag.. yang dimarahi pak superintendent tentu saya yang ngedesign ngak becus ha ha ha , maksud saya hati hati dengan jebakan tersebut ada banyak hak yang harus di uji proses wise serta hazzard yang mungkin timbul. kalau tertarik mendalami hal ini bab pump afinity law akan menjawab banyak pertanyaan bapak. Pengalaman saya dg oil and gas sangat jarang field yang begitu dinamic perlu pompa yang mesti gonta ganti speed entah karena field nya kaco shutdown melulu atawa drilling nya begitu hebat sehari bisa tambah 10 sumur baru misalnya, ngak pernah terjadi, dengan kata lain design criteria na berumur cukup panjang. kita bisa sedikit relax. Kalau mau menaikan rpm dr pompa akan berlaku hubungan n2/n1=