Select Page

Setelah sekian lama digunakan, pompa atau peralatan manapun akan turun performance. Apalagi kalo terdapat faktor2 lain yang mempercepat laju kerusakan. Salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah Maintenance Programnya. Performance masih bisa diukur dengan uji berkala. Dari uji tersebut, bisa dilihat degradasinya. Kalau jangka waktu 1 tahun ternyata penurunannya terlalu jauh, coba dikurangi…. Termasuk pembersihan strainernya.

Tanya – Fachry

Rekan rekan milis yth.

Saya mau diskusi tentang performance pompa nih.

Di tempat saya kerja kami memiliki pompa dengan fluida air laut yang kami gunakan untuk pompa fire. Saat ini pompa tersebut performance pompanya turun dari performance test pompa yang dilakukan tahun lalu. Kurva performance test saat ini dibawah kurva performance yang dilakukan tahun lalu.

Yang saya ingin tanyakan adalah :

1. Apa saja yang mungkin menyebabkan penurunan performance pada suatu pompa ?

2. Apakah pembersihan strainer pompa mempengaruhi performance suatu pompa ? sepengetahuan saya jika strainer pompa dibersihkan, fenomenanya sama dengan ketika kita membuka valve. Jadi pembersihan strainer tidak mengubah performance hanya mengubah kuva sistem saja, namun kurva performance tetap, apakah pendapat ini benar ?

Mohon pencerahan

Tanggapan 1 – A. Rofiudin @sulfindo

Pak Fachry

Pompa air laut memang sering bermasalah, mudah korosif oleh air laut bila materialnya cuma carbon steel, banyak gangguan di line suction oleh binatang dan sampah mungkin (makanya dipasang strainer). Pembersihan strainer sangat vital hubungannya dengan performance pompa karena berhubungan dengan NPSHa. Semakin bersih semakin baik. Korosif bagian pompa (impeller, casing) juga menurunkan performance pompa tersebut, maka banyak yang di coating agar tahan air laut serta kuat terhadap abrassive air laut yang membawa partikel semacam pasir kalau terikut, serta melicinkan gesekan fluida di tempat yang di coating (ini kata orang coating).
Binatang yang menempel di strainer juga sering jadi masalah tersendiri di strainer pompa air laut ini.

1. Jadi yang menurunkan performance pompanya adalah :

Strainer kotor, impeller atau casing pompa sudah korosif (Clearance bertambah besar), atau bisa juga bearing bapak yang mulai rusak karena environtment laut tidak bersahabat sehingga seal bocor atau clearance impeller dan casing membesar bukan oleh korosi tetapi shaft yang maju atau mundur (saya tidak tahu jenis impellernya) akibat rusak bearing tersebut.
Atau juga bukaan valve yang berubah (pastinya sudah dicek dan tidak, sorry namanya kemungkinan).

2. Membersihkan strainer sangatlah mempengaruhi kerja pompa. Membersihkan strainer sama dengan memainkan valve suction? ya juga sih. untuk apa sih valve suction dimainkan? BUKA FULL valve suction, urus discharge valve (tidak banyak kerjaan).
kalau memang pompanya masih original ya benar hanya mengubah performance kurve saja, setelah bersih kembali ke performance awal.
Yang kedua ini mirip dengan apakah menyumbat line discharge sama dengan memainkan valve discharge? iya jawabnya.

Maaf kalau saya salah.

Tanggapan 2 – Fachry

Pak Rofi,

Jika membersihkan strainer sama seperti ketika kita membuka valve suction, maka seharusnya jika kita membersihkan strainer performance pompanya tetap dong( kurva performance tetap ). Dan yang berubah hanya kurva sistem saja (karena kita mengurangi hambatan pada sistem), dimana jika kita bersihkan strainer maka kurva sistem akan bergerak ke kanan dari kurva performance pompa.Dan jika tersumbat kurva sistem bergerak ke kiri.

Bagaimana menurut rekan2 pendapat saya benarkah ?

Tanggapan 3 – A. Rofiudin @sulfindo

Benar pak Fachry,

Saya salah ketik, akan mengubah performance pompa (flow, head and pressure) bukan performance kurve, teliti juga bapak….

Tanggapan 4 – Fachry

Pak Rofi,

Yang saya maksud adalah bahwa performance curvenya akan tetap karena ketika kita membersihkan strainer pompa, pressure di discharge akan bertambah seiring dengan bertambahnya suction pressure sehingga pada flow yang sama akan diperoleh besar head yang sama pula.
Yang berubah adalah kurva sistemnya.

Bagaimana apakah ada pendapat lain?

Tanggapan 5 – ROSES-Man

Pak Fachry,

Sedikit membantu, walau saya gak punya pengalaman dengan offshore atau onshore….. Tentunya kita paham bahwa kebanyakan pompa biasanya memakai material berupa metal, dan air laut adalah garam… dan merupakan zat yagn korosif ke metal.

Tentu saja setelah sekian lama digunakan, pompa atau peralatan manapun akan turun performance. Apalagi kalo terdapat faktor2 lain yang mempercepat laju kerusakan. Salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah Maintenance Programnya. Pompa ini sepertinya bukan peralatan yang dipakai daily, ya pak? jadi kalau butuh baru dipakai…. Tapi sbenarnya performance masih bisa kita ukur dengan uji berkala. Dari uji tersebut, kan sebenarnya bisa lihat degradasinya…. kl jangka waktu 1 tahun ternyata penurunannya terlalu jauh, coba dikurangi…. Termasuk pembersihan strainernya. Kl clogging kan lebih gawat lagi, bisa jebol nanti komponen di dalamnya karena tetap beroperasi padahal tidak ada fluida yang masuk.

Hal-hal lainnya di penjelasan Pak Rofiudin sangat jelas sekali…

Tanggapan 6 – IN S999

Pak Fachry,

Sedikit menambahkan, performance pompa turun, dapat disebabkan selain yang disebutkan sebelumnya yakni suction dan discharge condition, mungkin bapak juga perlu check intermal pompanya sendiri yakni kondisi impeler/casing karena kondisi yang sangat korosif sehingga ada kemungkinan terjadi erosi pada permukaan shroud impeler/casing lebih cepat atau sebaliknya adanya kerak2 yang menempel,sehingga terjadi perubahan geometry walaupun sedikit, juga akan menaikan friction dan perubahan pada velocity diagramnya yang sangat mempengaruhi performance pompa tersebut. Kondisi pipa discharge juga perlu dicheck karena korosi akan menaikan friction (mengubah system head curve) sehingga kondisi yang ingin dicapai saat operating tidak tercapai.

Tanggapan 7 – Ilham B Santoso

Salam,

Dalam system pemompaan ada dua kurva H-Q.

1. Kurva Total Head Dinamik dari system yang akan dilayani pompa,

2. Kurva performance pompa,

Bila kedua kurva ini disatukan maka akan berpotongan pada satu titik (bila pompa dapat melayani system), titik inilah yang akan menjadi operating point pompa. Titik dimana pompa akan beroperasi pada H dan Q tertentu.

Pembersihan strainer, kerak pada piping, dsb nya tentu saja hanya akan merubah kurva THD (total head dinamik) system dan tidak akan merubah kurva performance pompa, namun perubahan kurva THD ini akan berakibat pada bergesernya operating point. Sehingga actual H-Q system pemompaan akan berubah.

Dari sisi ini memang pembersihan strainer hanya akan berefek seperti membuka atau menutup valve, namun karena strainer ini berada di sisi hisap maka tersumbat atau bersihnya valve akan dapat berakibat pompa tidak bisa dioperasikan dengan baik (bukan merubah performance pompa) yang pada kondisi ekstrim bisa terjadi kavitasi akibat NPSHa yang tidak memadai dengan kebutuhan pompa (NPSHr).

Tanggapan 8 – A. Rofiudin @sulfindo

Diperjelas lagi,

Pak Fachry benar Performance pompa tetap (performance kurve, itu hasil dari pabrik, asal kondisi pompa masih seperti dibuat), yang saya maksud performance pompa disini bukan performance kurve, juga bukan seperti yang pak Ilham maksud performance pompa yang keluar dari manufacturer pump. saya hanya ingin mengatakan pompa tetap baik tidak ada masalah tetapi hasil dari pompa berkurang karena ada sumbatan, nah biasanya orang mengatakan ‘performance’nya turun, disini artinya ya flow, head atau pressure kurang begitu. Saya mengatakan performancenya turun, kali lebih tepatnya biar tidak rancu dengan ‘Performance’ yang asli, harus cari bahasa yang baik ya. —> langsung saja kali keluaran pompa berkurang, dan akan membaik dengan bersihnya strainer.

Malah membuat bingung enggak pak ya?