Select Page

Pada umumnya pompa dipasang seri adalah untuk menaikkan head (H, tekanan aliran) sedangkan untuk menaikkan kapasitas aliran (Q) pompa akan dipasang parallel. Pada kondisi sebenarnya pemasangan seri selain menaikkan H maka juga akan ‘sedikit’ menaikkan Q dari system pompa. Seberapa besar naiknya H dan Q akan sangat tergantung dari karakteristik piping system (kurva Total Head Dinamik sistem) dimana pompa akan dipasang. Kenaikan head pompa akan diikuti dengan naiknya laju aliran sehingga operating point pompa akan ‘sedikit’ bergeser ke kanan. Sehingga hasil keluaran dari pompa seri tidak hanya akan menaikkan H tetapi juga menaikkan juga Q. Sebagai konsekuensinya tentu Head akhir akan dibawah dari head pompa 1+ head pompa 2 (Hseri < H1 + H2).

Tanya – fajar tampubolon

Dear All,

Saya mau bertanya apakah ada jarak minimal antara discarge pompa 1 dan pompa 2 pada dua pompa yang disusun secara seri..??? Atau bisakah kita langsung menghubungkan discarge pompa 1 k suction pompa dua tanpa ada perantara antara kedua sisi tersebut..??? (Tanpa ada pipa penghubung). Saya harap rekan-rekan bisa membantu.

,b>Tanggapan 1 – Mardefi Andri

Pak Fajar,

Saya yang cuma punya sedikit pengalaman di Rotating equipment ini cukup tertarik dengan pertanyaan bapak ini.

Kira-kira apa tujuan Bapak untuk men ‘seri’ kan 2 pompa pada posisi yang berdekatan tersebut Pak ? dan apakah ke 2 pompa itu mempunyai Specification yang sama ?

Kayaknya Capacity pompa yang ke 2 harus lebih kecil atau sama ya dengan pompa 1.

Tanggapan 2 – Hari Subono

Dear Pak Fajar,

Saya pernah melihat pompa yang disambung secara seri dengan tujuan untuk meningkatkan discharge pressure (2 tahap) dengan posisi sangat berdekatan namun tentunya tetap menggunakan koneksi dan pada discharge pompa pertama terdapat aliran automatic recycle (based on pressure in between the both pump) – sebagai pengaman.

Seingat saya pompa seperti ini terdapat pada transfer line BBM Pertamina di Cilacap – Yogya, maupun Cilacap – Bandung. Maaf kalau keliru. Barangkali rekan-rekan di Cilacap dapat membantu.

Tanggapan 3 – Crootth Crootth

Dear Fajar

Saya mungkin menanggapinya dari sisi Process Safety saja:

1. Jarak terdekat seyogyanya mempertimbangkan hasil analisa Pipe Stress Analysis (memperhitungkan efek vibrasi dari masing masing pompa terhadap yang lain), Hydraulic Analysis dan Line Sizing.

2. Tekanan maksimum keluaran pompa upstream harus dalam rentang mechanical integrity si pompa downstream (packing-packingnya, seal-seal nya, casing dan volute nya, dll)

3. Perlu pertimbangan khusus untuk recycle line (tekanan keluaran control valve, perlu RO atau tidak), jika memang diperlukan

4. Menghubungkan kedua pompa tanpa pipa penghubung sangat janggal, karena dikhawatirkan pengaruh vibrasi yang besar dari masing masing pompa.

5. Jika pompa menangani fluida yang flammable, perlu diperhitungkan Quantitave Risk Assessment nya.

6. Sumber sumber Reference Facility Siting and Lay Out tidak menyebutkan berapa jarak minimal antar pompa seri ini, semua murni berdasarkan hal hal yang sudah saya sebut diatas.

Semoga membantu

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia Bulan November 2007 ini dapat dilihat dalam file berikut:

Share This