Select Page

Mempelajari Heater treater tidaklah sekedar technically / design nya semata tapi patut juga memperhatikan unsur process safety nya. Beberapa tahun lampau, salah satu terjadi ledakan besar pada Heater Treater di salah satu perusahaan minyak. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai 500,000 USD. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan electrical heater antara lain: 1. Pastikan terdapat sistem shut-off yang bekerja dengan baik berdasarkan setting temperature (ingat, temperature sensor reaksi pengukurannya cenderung lambat, dan perlu diperhatikan untuk kejadian runaway reaction, apakah temperatur sensor yang dipasang mampu mengindera kenaikan yang cepat ini dan mengirim signal untuk mematikan heater?); 2. PSV harus di pasang karena alasan di atas (respons yang kurang cepat), hati hati dengan efek chattering, pertimbangkan setting pressure dan kapasitasnya secara sungguh sungguh); 3. Untuk heaternya (immersed type?) perhatikan semua peralatannya memenuhi untuk penggunaan sesuai dengan peruntukan HAC nya ; 4. Untuk penempatan, jika perlu lakukan QRA terlebih dahulu untuk memastikan jarak aman elektrikal heater dari peralatan proses lainnya.

Pembahasan – Kautsar Amru

Terima kasih sekali atas semua masukannya mengenai masalah glikol dehidration ini.

Halo Mr. Ronggo, sobat lama. Senang bisa ketemu lagi.

Terimakasih juga untuk bapak Huyon atas info dan masukannya dari buletin Natural Gas itu. Dalam pencarian saya di bukunya maurice (Surface Production hal 47-48) juga dikatakan :

Gas Dehydrators

Removing most of the water vapor from the gas is required by most gas sales contracts, because it prevents hydrates from forming when the gas is cooled in the transmission and distribution systems and prevents water vapor from condensing and creating a corrosion problem. Dehydration also increases line capacity marginally. Most sales contracts in the southern United States call for reducing the water content in the gas to less than 7 Ib/MMscf. In colder climates, sales requirements of 3 to 5 Ib/MMscf are common. The following methods can be used for drying the gas:

1. Cool to the hydrate formation level and separate the water that forms. This can only be done where high water contents (±30 Ib/MMscfd) are acceptable.

2. Use a Low-temperature Exchange (LTX) unit designed to melt the hydrates as they are formed. Figure 2-15 shows the process. LTX Choosing a Process 47 units require inlet pressures greater than 2,500 psi to work effectively. Although they were common in the past, they are not normally used because of their tendency to freeze and their inability to operate at lower inlet pressure as the well FTP declines.

3. Contact the gas with a solid bed of CaCl2. The CaCl2 will reduce the moisture to low levels, but it cannot be regenerated and is very corrosive.

4. Use a solid desiccant, such as activated alumina, silica gel or molecular sieve, which can be regenerated. These are relatively expensive units, but they can get the moisture content to very low levels. Therefore, they tend to be used on the inlets to low temperature gas processing plants, but are not common in production facilities.

5. Use a liquid desiccant, such as methanol or ethylene glycol, which cannot be regenerated. These are relatively inexpensive. Extensive use is made of methanol to lower the hydrate temperature of gas well flowlines to keep hydrates from freezing the choke.

6. Use a glycol liquid desiccant, which can be regenerated. This is the most common type of gas dehydration system and is the one shown on the example process flowsheet.

Wah berarti harus otak-atik dan re-thinking lagi nih…..

Untuk Pak Ibnu, yg pelumas itu berarti teknologi untuk down stream kan?? Untuk refinery mungkin?? Wah saya belum begitu punya pengalaman banget-benget untuk masalah teknik2 separasi di downstream ini. Tapi apakah proses filtrasi itu bisa/applicable untuk upstream pak?? (masalahnya yg saya tanyakan itu lebih ke upstream pak….Mohon penjelasan lebih lanjut pak..).
Pertanyaan ke dua :

Btw, apakah mungkin rekan-rekan yg terhormat di malist ini punya referensi atau bisa mereferensikan web/situs (or else, syukur2 softfile hehe…) yg bisa digunakan untuk mempelajari heater-treater lebih lanjut dalam menangani emulsi air dalam minyak.

Baik itu dari basic-basic-nya ataupun pengembangan teknologinya yg terkini (terutama yg ini) dalam menangani emulsi air dalam oil??

Saya cuman punya yg dari maurice. Saya cari2 di wikipedia kok sulit juga ya…

Ohya kalo bisa juga referensi atau masukan dari bapak2 sekalian untuk masalah penanganan BS & W yg saya kira ada sedikit banyak kaitannya dengan Heater-Trater. [Maksudnya bisa gak Heater-Treater langsung menurunkan kadar BS &W untuk teknik pemisahannya tanpa pake wash tank ataupun inject chemical. Jadinya kan hemat tempat dan biaya].

Tanggapan 1- Andy

Pak Kautsar,

Aplikasi down/up stream – prinsipnya sama dengan sedikit variable tambahan pada polutan dan lingkungan kerja.

Prinsip ilmu filtrasi & separasi selalu memahami terlebih dahulu semua polutan dan hal2 lain yang mempengaruhi hasil akhir proses.

Polutan air (water) – ada 3 jenis kontaminasi air yang mempengaruhi pemilihan teknologi filtrasi/separasi.

Penjelasan berbagai teknologi dapat di lihat ;

1. Removing Water Contamination Drew D. Troyer

HYPERLINK

‘http://www.machinerylubrication.com/article_detail.asp?articleid=177’http://www.machinerylubrication.com/article_detail.asp?articleid=177

2. Vacuum Distillation for the Removal of Water and Other Volatile

Contaminants James C. Fitch HYPERLINK

‘http://www.practicingoilanalysis.com/article_detail.asp?articleid=162’http:

//www.practicingoilanalysis.com/article_detail.asp?articleid=162

3. Polutan & kroni2-nya

HYPERLINK

‘http://www.cjc.dk/en/ccj-filter-division/contamination’http://www.cjc.dk/en/ccj-filter-division/contamination

Kembali ke pepatah lama “tidak ada 1 obat untuk semua penyakit”, untuk itu perlu pemilihan teknologi dengan bijaksana plus analisa biaya operasional system, energy cost salah satu yg terpenting. Semoga bermanfaat.

Tanggapan 2 – ARDIAN ARDIAN

Masalah penanganan BS & W yg saya kira ada sedikit banyak kaitannya dengan Heater-Trater. [Maksudnya bisa gak Heater-Treater langsung menurunkan kadar BS &W untuk teknik pemisahannya tanpa pake wash tank ataupun inject chemical. Jadinya kan hemat tempat dan biaya ?

Menurut saya heater treater dapat menurunkan kadar BS & W pada minyak tanpa menggunakan chemical . hal ini berkaitan dengan fungsi hetater treater sendiri yang memberikan panas pada crude oil sehingga viskositas dari crude oil ini akan turun dan membantu memecah emulsi antara minyak dan air.namun tetap aja diperlukan tanki sebagai tempat setling time.

Untuk injeksi bahan kimia biasanya sih juga tetap diperlukan dan tentunya dipakai atau tidaknya bahan kimia dilihat dari kepentingan dan perhitungan ekonominya juga.

Mungkin itu aja pendapat dari saya mungkin kalo banyak kekurangan mohon maaf karena masih belajar juga. Makasih.

Tanggapan dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan November 2007 dapat dilihat dalam file berikut:

Share This