Select Page

Yang dimaksud Experience-Based HAZOP adalah kombinasi antara elemen-elemen HAZOP technique dengan pendekatan checklist. Pendekatan checklist adalah pendekatan berdasar experiences – disusun berdasar experiences dari company dalam pengoperasian suatu sistem – di mana di dalam checklist terdapat list dari specific item yang digunakan untuk mengidentifikasi known types of hazards, potential accident situations or design deficiencies dari sistem sejenis.
Checklist ini yang kemudian digunakan untuk mengHAZOP. Keuntungannya: cepat tapi kelemahannya checklist mungkin miss hazard tertentu jika tidak didevelop complete.

Tanya – hendra taruna

Rekans,

Ada yang pernah menggunakan metode experienced-Based HAZOP atau yang sudah berpengalaman? please share yah, jika memungkinkan saya boleh minta reference-nya harus merujuk kemana

Tanggapan 1 – ‘Robert Komensen’

Kita pernah melakukan EB-Hazop. Konsultannya Maurice Stewart, kontak LDI Training

Tanggapan 2 – ‘Muiz, Amrullah’

Maaf sebelumnya pak Lexcana.

Kalo yang dimaksud HAZOP study kita pernah melakukan konsultannya PT.
SOMIT KARSA TRI ENERGI contact Bpk. Ir. Wijaya Santosa 021-8280576 atau PT. EJV INDONESIA contact Bpk Ir.H. Rizal Hadena 021-57930878.
Demikian, sekedar info semoga bermanfaat.

Tanggapan 3 – Crootth Crootth

Paks,

Perlu diselidiki lebih jauh sedalam apa pengalaman orang yang akan dijadikan leader ini…

1. Apakah sang leader tersebut memiliki pengalaman pengoperasian peralatan proses di lapangan, setidaknya pernah bekerja di lapangan

2. Apakah sang leader telah mengikuti setidaknya satu course HAZOP yang kredible

3. Apakah sang leader memiliki kemampuan komunikasi yang handal

Masih banyak lagi sebenarnya, pada intinya jangan beli kucing dalam karung … periksa dulu kualitasnya baru pilih…

Semoga membantu.

Tanggapan 4 – ‘Dirman Artib’

Lucu juga…….

Bukankah seharusnya memang semua HAZOP mempunyai muatan experience-based, selain muatan-muatan lainnya ??
Experience yang dimaksud bukan hanya experience of individual yang terlibat dalam HAZOP workshop/meeting/study, tetapi juga pengalaman incident di tempat lain yang dipublikasikan/lesson learned, atau design weakness yg belum sempat terjadi incident (keburu dilakukan prevention saat diketahui indikasi dan eskalasi ke arah incident).

Tanggapan 5 – ‘Muhammad Padli’

Sependapat pak Dirman.

Tim HAZOP memang seharusnya terdiri atas orang2 yang berasal dari beberapa unit operasi terkait, misalnya operation, maintenance, engineering, safety. Di tempat saya, justru banyak anggota tim berasal dari orang2 yang pekerjaannya memang di area yg akan di HAZOP. Kalau yang dimaksudkan adalah sesuatu yg lain.. mungkin bisa dikemukakan di sini.

Tanggapan 6 – Wahyu Hidayat

Yang dimaksud Experience-Based HAZOP adalah kombinasi antara elemen-elemen HAZOP technique dengan pendekatan checklist. Pendekatan checklist adalah pendekatan berdasar experiences – disusun berdasar experiences dari company dalam pengoperasian suatu sistem – di mana di dalam checklist terdapat list dari specific item yang digunakan untuk mengidentifikasi known types of hazards, potential accident situations or design deficiencies dari sistem sejenis.
Checklist ini yang kemudian digunakan untuk mengHAZOP. Keuntungannya: cepat tapi kelemahannya checklist mungkin miss hazard tertentu jika tidak didevelop complete.

Tanggapan 7 – Dirman Artib

Pak Wahyu,

Bukan kah memang seharusnya begitu ?

Apa ada pendekatan yang tak begitu selama ini ?

Tanggapan 8 – Wahyu Hidayat

Ada Pak. Biasanya hajar semua guidewords/deviation satu per satu. Kalo EB-HAZOP saya lihat selektif terhadap guidewords/deviation sesuai sistem yang dilihat. Misalnya dari CCPS Guide to Design Equipment Failure, untuk vessel, Operational Deviation yang posible, berdasar pengalaman, adalah Over/Underpressure, High/Low Temperature, High/Low Level, Overfill, Loss of Containment, Worng Composition, Less Agitation. Dst untuk equipment lain.

Share This