Sistem sealing yang cocok digunakan pada pompa sentrifugal multistages untuk fluida crude oil adalah mechanical seal jelas lebih tepat untuk pompa multistate dengan service crude oil. Ada beberapa alasan, antara lain kehandalan mech seal jauh lebih baik (kalau gland packing begitu dipasang mungkin dalam waktu 3 bulan mulai bocor, pengencangan yang dilakukan akan mengakibatkan shaft ikut rusak dan paling2 bertahan 1 bulan bocor lagi, kerusakan bearing juga lebih cepat terjadi. Sedang mech seal kalau desainnya tepat bisa bertahan 3-5 tahun), pompa multistage tekanannya pasti cukup tinggi sehingga mana kuat gland packing menahan tekanannya, selain itu crude oil mestinya bersifat flamable dan mudah terbakar sehingga kebocoran fluida ini ke atmosfir berbahaya/berpotensi menimbulkan kebakaran.

Tanya – Risang Raheditya

Kepada rekan2 migas….

Saya ingin bertanya :

1.Sistem sealing apa yg cocok digunakan pada pompa sentrifugal multistages untuk fluida crude oil?gland packing ato mechanical seal?alasannya?

2.Referensi apa yang dijadikan dasar dalam pemilihan sistem sealing tersebut?apakah ada dalam API?ato dari hand book?

3.Dua buah pompa sentrifugal multistages dengan head dan capasitas yang sama apakah dapat diinstallsecara paralel untuk mendapatkan debit yang lebih besar?

4.adakah kendala ato problem2 yg mungkin muncul dalam aplikasinya dilapangan?(berbeda dengan teorinya)

5.Bagaimana sistem instalasinya yg tepat?apakah diperlukan header?apakah dia line untuk main pipe (pipa transfer hasil paralel 2 pompa tsb) =2 x dia discharge pompa?

6.Jika 2 pompa dengan merk dan speck yg sama dipasang secara peralel tsb apakah masih ada kemungkinan 1 pompa kalah dibanding pompa yang satunya?

7.apa gejala2nya jika hal ini terjadi?apakah dari penunjukan ampere motor yg tinggi?

Terimakasih atas masukan2nya.

Tanggapan 1 – Pranoto Hutomo

Pak Risang,

Jawaban untuk No.2, Bisa di lihat di :

– API 610 (centrifugal pumps for petroleum, heavy duti chemical and gas industry services)

– API 682 (Shaft sealing system for Centrifugal and Rotary Pumps)

– Pump handbook by Igor Karassik

Tanggapan 2 – Pranoto Hutomo

Untuk pertanyaan Pak Risang no. 1 :

1. Mechanical seal jelas lebih tepat unruk pompa multistate dengan service crude oil.

Ada beberapa alasan, antara lain kehandalan mech seal jauh lebih baik (kalau gland packing begitu dipasang mungkin dalam waktu 3 bulan mulai bocor, pengencangan yang dilakukan akan mengakibatkan shaft ikut rusak dan paling2 bertahan 1 bulan bocor lagi, kerusakan bearing juga lebih cepat terjadi. Sedang mech seal kalau desainnya tepat bisa bertahan 3-5 tahun), pompa multistage tekanannya pasti cukup tinggi sehingga mana kuat gland packing menahan tekanannya, selain itu crude oil mestinya bersifat flamable dan mudah terbakar sehingga kebocoran fluida ini ke atmosfir berbahaya/berpotensi menimbulkan kebakaran.

Saat ini, sistem gland packing kadang-kadang masih dipakai pada pompa dengan service water, itupun sudah mulai diganti dengan mechanical seal.

Tanggapan 3 – A.rofiudin @sulfindo

Untuk no 6 pak Risang…..

Nomor 1 setuju dengan mechanical seal seperti Pak Pranoto Hutomo, kalau mau seal yang excelent pertimbangkan hal berikut dalam memilih mechanical seal :

1. pilih balance mechanical seal (pengaruh pressure di face contact).

2. pilih yang catridge system.(meminimize salah pasang)

3. pilih spring yang non contact media.(tidah mudah korosif, untuk media yang korosif).

4. pilih yang multiple spring.(pressure lebih rata).

5. pilih yang face contactnya tidak terlalu runcing dan tidak terlalu besar.(pengaruh heat yg ditimbulkan).

6. pilih yang non fretting seal (sleeve/shaft bapak tidak luka). awas jangan salah dengan ‘but fretting it self’ yang artinya tidak fretting di shaft atau sleeve bapak tapi elastomer memakan sleeve seal bawaan mech.seal. sejatinya non fretting adalah sebuah design dimana o ring berada di area tak ‘terkalahkan’. sorry saya tidak berani memperjelasnya.

7. pilih yang spring ada di stationary bukan di rotary face (ini akan menjaga full face contact area bila shaft miring dengan stuffing box).

8. pilih yang… aduh satu ini lupa, diganti ini saja deh :

Pilih yang ada semua itu tetapi yang paling murah…he..he 🙂

Nomor 6

Jawabannya tetap mungkin pak, karena tidak ada di dunia ini yang benar-benar identik, hasil kloningpun tidak identik, coba saja satunya kecelakaan dan luka, satunya tidak, begitu maksud saya. Jadi walaupun kedua pompa ber spesifikasi sama, bisa saja hasilnya tidak sama, semisal yang satunya karena sudah pernah ganti bearing lalu saat assembly clearance antara impeller dan casing tidak disetting seperti sebelumnya (original). Nah mulai beda dia, dan kita tidak tahu hal semacam ini, makanya saya katakan tidak ada yang identic, dan tidak ada jaminan sama. secara teori sih iya.

Tanggapan 4 – Crootth Crootth

Dear Pak Risang,

Ijinkan saya menjawab pertanyaan bapak secara sandwiches.

3.Dua buah pompa sentrifugal multistages dengan head dan capasitas yang sama apakah dapat diinstallsecara paralel untuk mendapatkan debit yang lebih besar?

DAPAT, namun kapasitas keluaran tidak mungkin sama dengan penjumlahan aljabar masing masing kapasitas individualnya. Terdapat ‘pengurangan flowrate’ karena faktor systematic head yang membesar tatkala kedua pompa di paralelkan.

4.adakah kendala ato problem2 yg mungkin muncul dalam aplikasinya dilapangan?( berbeda dengan teorinya).

Kendala di lapangan: BANYAK

Viskositas dan densitas yang berubah, salah satu pompa selalu rusak sementara satunya lagi reliable, dsb.

5.Bagaimana sistem instalasinya yg tepat?apakah diperlukan header?apakah dia line untuk main pipe (pipa transfer hasil paralel 2 pompa tsb) =2 x dia discharge pompa?

Menghitung besarnya header discharge tidak seperti itung itung brambang di pasar seperti itu mas, semua musti melalui setidaknya line sizing dan atau hydraulic calculation. Boleh saya bilang disini, ukuran header discharge dari dua pompa selalu lebih kecil daripada dua kali diameter masing masing discharge pompa, kenapa? ini jawabannya mudah kok.

6.Jika 2 pompa dengan merk dan speck yg sama dipasang secara peralel tsb apakah masih ada kemungkinan 1 pompa kalah dibanding pompa yang satunya?

ADA. kenapa?

6.1. Jika pemasangan header dischargenya tidak benar, sehingga ada sedikit hambatan pada salah satu pompa

6.2. Charlie’s Effect, aliran akan menuju titik lurus terjauh sesuai dengan momentumnya, perhatikan juga instalasi header inletnya…jangan hanya header dischargenya.

7.apa gejala2nya jika hal ini terjadi?apakah dari penunjukan ampere motor yg tinggi?

Tidak hanya itu, bisa juga salah satu pompa vibrasinya tinggi, salah satu pompa butuh maintenance lebih, bacaan PI di inlet line dsb.