Select Page

Sebagai pertimbangan bahwa tiap Fire Extinguishing System memiliki kekurangan, sebagai contoh : 1. Water & Foam, berbahaya untuk Electrical Powered Equipment … bisa menyebabkan Electrical Shock bagi si Fire Fighter ; 2. Water, Foam, Dry Chemical bisa merusak peralatan, karat, kotor ; 3. CO2, berbahaya bagi manusia karena menyebabkan Defisiensi O2.

Tanya – Endi Sugandi

Dear Rekans,

Apabila rekan-rekan ada yang memiliki pengalaman mengenai Fire Extinguisher System di dalam DCS Control Room berdasarkan standar yang ada, mohon bantuannya. Apakah cukup dengan manual, artinya cukup dengan menyediakan fire extinguisher dalam cylinder (APAR) di Control Room, ataukah harus automatic system ? Kalau ada tolong di standar apa dan nomor berapa.
Terimakasih sebelumnya

Tanggapan 1 – BGP HSESupv@petrochina

Dear Pak Endi,

Dalam DCS Control Room banyak barang-barang electrictronic (komputer), oleh karenanya pak Endi bisa refer ke NFPA 75 ‘Standard for the Protection of Information Technology Equipment’. Pada NFPA 75 chapter ke 8 ‘Fire protection & Detection Equipment’, dijelaskan untuk Information & technology area setidaknya harus memiliki:

1.. Authomatic Sprinkler System (Gaseous clean agent extinguishing system atau Carbon dioxide extinguishing system). Lebih lengkapnya bisa refer ke NFPA 13 ‘Installation of Sprinkler System’.

2.. Authomatic Detection System (Smoke Detector). Refer ke NFPA 72 ‘National Fire Alarm Code’

3.. Portable Fire Extinguishers (CO2). Ditempat kami menggunakan ANSUL clean guard. Refer ke NFPA 10 ‘Standard for portable fire Extinguisher’

4.. Gaseous Total Flooding Extinguisher System. Refer ke NFPA 2001 ‘Standard on Clean Agent Fire Extinguisher Systems’

Semoga bisa bermanfaat, mungkin rekan-rekan yang lain ada yang bisa melengkapi.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia Bulan November 2007 dapat dilihat dalam file berikut:

Share This