Tinggal di bawah SUTET tidak berbahaya jika ditinjau dari pengaruh radiasinya terkecuali jika khawatir jangan sampai saluran tersebut putus dan menimpa rumah-2 yg ada dibawahnya. Ledakan besar akan terjadi akibat short circuit dari saluran ke ground yg menyebabkan terjadi aliran energi yg besar. Dampak dari ini akan menyebabkan kerugian materi dan juga membahayakan nyawa manusia.

Tanya – jimoc

Dear Rekans,

Mohon pencerahan dampak negatif apa saja yang dapat timbul apabila komplek perumahan berada di bawah jaringan SUTET? APakah ada radiasi tertentu?
Mohon pencerahannya.
Terimakasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – rustam saleh

Pak Jimmy Oc,

Saya akan sedikit memberi komentar dengan pertanyaan bapak sesuai dgn apa yg saya tahu, sebelumnya maaf jika ada kekeliruan dan tolong dikoreksi oleh teman-2 yg lain.

Saya belum pernah menjumpai bahkan sampai sekarang ini adanya article,laporan hasil temuan, dsb yg menyimpulkan adanya dampak negatif yg timbul akibat tinggal di bawah jaringan SUTET. Perdebatan tentang ini memang banyak saya temukan ada yg pro dan ada yg kontra tentang adanya pengaruh yg timbul akibat radiasi elektromagnetis dari jaringan SUTET yg bisa menimbulkan penyakit seperti kanker, penurunan kemampuan otak akibat terpapar radiasi energi listrik, dsb. Bahkan dulu ketika saya masih kerja di power plant kami dikomplain oleh sebagian masyarakat yg tinggal di bawah jaringan tegangan tinggi yg melintas dari plant kami ke substation PLN bahwa atap seng mereka terkadang ada muatan listriknya dgn fakta bahwa mereka tersengat oleh tegangan listrik yg timbul krn berada tepat di bawah saluran transmisi tegangan tinggi tsb. Setelah dicheck oleh teman saya kenyataan tdk ditemukan adanya tegangan dan agar tdk ada keluhan lagi teman saya mengrounding semua benda logam rumah bagian luar seperti atap seng.

Fenomena yg terjadi pada saluran transmisi tegangan tinggi ada beberapa sbb.

1. Induktif kopling

Terjadinya induksi elektromagnetis akibat perubahan arus yg mengalir terhadap waktu (di/dt) sehingga semua benda logam yg ada disekitar saluran akan bertegangan. DIsamping makin besarnya arus yg mengalir pada line yg mempengaruhi besar tegangan induksi juga dipengaruhi oleh ‘clearance’ (jarak) antara kabel penghantar ke benda logam yg diantarai udara (airgap) atau ‘Creepage distance’ (jarak rambat) jika antara penghantar ke benda logam diantarai isolator. Berdasarkan teori bahwa tegangan tembus udara adalah 30 kV/cm atau teori yg saya pakai dan aplikasikan pada setiap desain yg saya pakai 1 kV/cm sehingga untuk jarak 500 kV bisa dikatakan aman jika clearancenya 500 cm (untuk kondisi udara cerah dan tdk berpolusi tinggi – atau udaranya tdk mengandung debu dan kotoran yg konduktif), untuk kasus udara yg berdebu dan mengandung bahan konduktif akan dibutuhkan jarak yg lebih besar dari 500 cm yg bisa dikatakan jarak aman. Namun dgn jarak aman tersebut tdk serta merta menghilangkan induksi elektromagnetik sehingga ketika kita mengukur tegangan yg timbul pada benda logam tsb masih ada. Makin jauh jarak antar benda logam ke slauran transmisi maka pengaruh radiasi (istilah elektriknya ‘induksi elektromagnetik’) makin kecil. Saya yakin semua jaringan SUTET di seluruh Indonesia didesain punya clearance yg sangat aman ke rumah-2 penduduk yg ada di bawahnya.

2. Kopling kapasitive

‘*capacitive **coupling*is the transfer of energy within an electrical network by means of the capacitance between circuit nodes. This coupling can be an intentional or accidental effect’. Untuk diketahui bahwa sepanjang jaringan transmisi ke tanah terbentuk kopling kapasitansi yg besarnya juga dipengaruhi oleh jarak line ke line dan ke ground.

Menurut pendapat saya, tinggal di bawah SUTET itu tdk berbahaya jika ditinjau dari pengaruh radiasinya terkecuali jika khawatir jangan sampai saluran tersebut putus dan menimpa rumah-2 yg ada dibawahnya. Ledakan besar akan terjadi akibat short circuit dari saluran ke ground yg menyebabkan terjadi aliran energi yg besar. Dampak dari ini akan menyebabkan kerugian materi dan juga membahayakan nyawa manusia.