Select Page

Tujuan dari procurement adalah mendapatkan produk (barang/jasa) sesuai dengan spect/scope yang diinginkan (Q), di deliver/dikerjakan tepat waktu (T)dan dengan harga TCO (Total Cost of Ownership) yang rendah (P). TCO biasanya =Product cost + procurement adm. cost + logistic cost + other associated cost. Jadi KPI procurement biasanya bisa dikembangkan atau diukur dari ketiga hal diatas (untuk Quality ,bisa dilihat dari as perspect/ descrepancy issue, untuk delivery Time dari setting acceptancy kita terhadap waktu terima dan untuk Price bisa referensinya market price).

Tanya – ali topan

Dear all rekan migas

Apakah ada yang memberikan acuan KPI (Key Performance Indicator) untuk Procurement?
Jika ada mohon bantuan rekan migas untuk bisa sharing di milis ini
Kalau ada softcopy-nya akan lebih baik untuk saya pelajari
Terimakasih atas perhatiannya.
Tanggapan 1 – ady hawis

Kalau saya lihat hasil perhitungan query KPI CMMS kami salah satu acuan KPI untuk procurement adalah number of PO delivered per number of invoiced. Acuan yang lain adalah stock transaction with price attached.

Tanggapan 2 – khairul rizal

Dear Pak Ali Topan,

Tujuan dari procurement adalah mendapatkan produk (barang/jasa) sesuai dengan spect/scope yang diinginkan (Q), di deliver/dikerjakan tepat waktu (T)dan dengan harga TCO (Total Cost of Ownership) yang rendah (P). TCO biasanya =Product cost + procurement adm. cost + logistic cost + other associated cost.

Jadi KPI procurement biasanya bisa dikembangkan atau diukur dari ketiga hal diatas (untuk Quality ,bisa dilihat dari as perspect/ descrepancy issue, untuk delivery Time dari setting acceptancy kita terhadap waktu terima dan untuk Price bisa referensinya market price).

Bagaimana detail KPI procurement diset, itu bisa dikembangkan sendiri , tergantung dari jenis perusahaan dan prioritas yang akan di ukur, misal apakah waktu proses procurement & harga beli (TCO) yang menjadi concern or yang lainnya..

Attach 2 files , mungkin pak Budhi bisa dishare contoh2 , procurement measure yang dibuat oleh APQC (American Productivity & Quality Centre), bisa untuk mendapatkan inspirasi KPI procurement apa yang menjadi prioritas dan cocok diperusaan kita..

Sebagai contoh di Oil and Gas company waktu membuat PO dari PR (Purchase Request) oleh user hingga menjadi PO (Purchase order) bisa 3-4 minggu dan disebut masih wajar, tetapi di otomotif industri proses ini jika lebih dari 36 jam sudah dianggap kelamaan….???.

Share This