Select Page

Pada dasarnya semua jenis sandstone bisa dilakukan matrix acidizing, tetapi memang pada umumnya mempunyai derajat ke’ribetan’ yang lebih tinggi dan derajat keberhasilan yang lebih rendah dibanding karbonat acidizing. Oleh karena itu disain fluida acidizingnya harus hati-hati dengan mempertimbangkan banyak hal seperti misalnya damage mechanism, komposisi/mineralogi batuan reservoir, kandungan clay dan jenisnya, fluida reservoir (oil dan minyak), reservoir temperatur & pressure, dll.

Tanya – randompacking

Rekan-rekan MIGAS Indonesia,

Apa ada diantara rekan-rekan yang pernah melakukan Sandstone acidizing di field-nya? Atau mungkin mempunyai informasi mengenai sandstone ini.
Ada beberapa pertanyaan untuk di diskusikan…

1. Seperti apakah jenis sandstone yang bisa dilakukan acidizing?Kandungan apakah yang ditargetkan akan bereaksi dan kandungan apa yang sebaiknya tidak ada?

2. Zat apakah yang dipakai?Dan biasanya formula lebih banyak ditentukan oleh apa?

Terima kasih atas informasinya. Semoga bisa menjadi pembuka bahan diskusi.

Tanggapan 1 – Wahju, Wibowo@se1.bp

Pak Asrul,

Pada dasarnya semua jenis sandstone bisa dilakukan matrix acidizing, tetapi memang pada umumnya mempunyai derajat ke’ribetan’ yang lebih tinggi dan derajat keberhasilan yang lebih rendah dibanding karbonat acidizing. Oleh karena itu disain fluida acidizingnya harus hati-hati dengan mempertimbangkan banyak hal seperti misalnya damage mechanism, komposisi/mineralogi batuan reservoir, kandungan clay dan jenisnya, fluida reservoir (oil dan minyak), reservoir temperatur & pressure, dll.

Mengenai apa yang ditargetkan untuk bereaksi dengan acid tentunya harus tahu damage mechanism-nya atau hal-hal apa yang menyebabkan produksi turun. Semakin komplek kandungan clay dalam batuan sandstone semakin rumit juga disain dari fluida acidnya.

Untuk sandstone acidizing, base acid yang dipakai adalah campuran HCL dan HF (ada yang pernah mencoba HBF4) yang mana konsentrasi di finetune berdasarkan hal-hal yang sudah saya sebutkan di atas. Mengenai acid additive akan dibutuhkan jika memang diperlukan.

Perlu diingat bahwa stimulasi sumur dengan cara acidizing tidak hanya dapat meningkatkan produksi, tetapi juga mematikan sumur jika treatment-nya salah.

Tanggapan 2 – randompacking

Terima kasih pak Wahju,

Itu lebih membuka wawasan saya.

Kondisi reservoir sandstone yang saya hadapi memang terbilang unik, disini tidak bisa dilakukan hydraulic fracturing karena alasan stratigrafi disekitar (upper dan lower) zona target yang tidak mengizinkan. Sehingga perlu dicari cara stimulation yang lebih sesuai, kebetulan saya baru saja mengetahui perihal sandstone acidizing ini dari diskusi selintas.

Akan senang sekali jika Bapak bisa memberikan referensi (misal nomer paper SPE atau judul buku) yang bisa saya baca untuk lebih memperdalam.
Senang berkenalan dengan anda. Terima kasih Pak.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia Bulan November ini dapat dilihat dalam file berikut:

Share This