Sisa pembakaran pada coal fired boiler terbagi dua : Bottom ash dan fly ash.
Bagaimana cara menghilangkannya? Tidak mungkin dihilangkan karena adanya given ash dan mineral lainnya pada batu bara, kecuali sudah ada batu bara dengan komposisi Carbon dan Hidrogen saja :-). Yang mungkin adalah mengatur proses pembentukan dan pembuangan akibat proses pembakaran. Secara general saja, untuk mengurangi jumlah bottom ash dan fly ash, dapat dilakukan dengan mencari batu bara dengan kadar ash rendah, mengoptimalkan pembakaran (mereduce unburnt carbon). Untuk pembuangannya dapat menggunakan submerge chain conveyor, electrostatic precipitator, ash bag dsb. Yang lebih menjadi corcern utama dalam coal fired boiler adalah fenomena terbentuknya slagging dan fouling yang kedua-duanya juga ikut dipengaruhi oleh kandungan ash dan mineral pengikat lainnya.

Tanya – fajar tampubolon

Dear all,

Tanya lagi nih… Bagaimana cara menghilangkan partikel2 sisa pembakaran pada boiler berbasis batu bara..???

Tanggapan 1 – Marihot, Albert @chevron

Pak Fajar,

Sisa pembakaran pada coal fired boiler terbagi dua : Bottom ash dan fly ash.
Bagaimana cara menghilangkannya? Tidak mungkin dihilangkan karena adanya given ash dan mineral lainnya pada batu bara, kecuali sudah ada batu bara dengan komposisi Carbon dan Hidrogen saja :-).
Yang mungkin adalah mengatur proses pembentukan dan pembuangan akibat proses pembakaran. Secara general saja, untuk mengurangi jumlah bottom ash dan fly ash, dapat dilakukan dengan mencari batu bara dengan kadar ash rendah, mengoptimalkan pembakaran (mereduce unburnt carbon). Untuk pembuangannya dapat menggunakan submerge chain conveyor, electrostatic precipitator, ash bag dsb.
Yang lebih menjadi corcern utama dalam coal fired boiler adalah fenomena terbentuknya slagging dan fouling yang kedua-duanya juga ikut dipengaruhi oleh kandungan ash dan mineral pengikat lainnya.

Tanggapan 2 – Hari Subono

Dear Pak Fajar,

Kalau untuk cleaning pipanya – perusahaan saya memiliki teknologinya yaitu dengan cara pneumatic cleaning. Prinsip kerjanya sama dengan pigging, namun boiler tentunya harus dalam keadaan shut down. Untuk kapasitas 30 ton/ jam – cleaningnya saja dapat kita selesaikan dalam 1 hari.

Tanggapan 3 – Yusranil Fathi

Pak Fajar,

Partikel yang mana maksudnya?

Apakah ashnya. Kalau ash sisa hasil pembakaran batubara biasanya langsung ke bottom ash, dan yang lebih ringan ke fly ash dan ditangkap oleh electrostatic precipitator atau bag filter.
Kalau jelaga yang nempel di tubes biasanya dibersihkan menggunakan shootblower.

Kalau yang bapak maksud emisi gas buangnya seperti SOx, SOxnya ditangkap di FGD (Flue Gas Desulphurization) dengan mereaksikannya dengan lime atau limestone.

Tanggapan 4 – fajar tampubolon

Pak Yush,

Maksud saya ash sama sisa hasil pembakaranya. K’lo Ash-nya kan sering membuat tube bocor. Itu gimana cara menanganinya..??? Dan Bottom ash kan kadang mampet tuh dibawah.. Gimana cara kita mendeteksinya..?? Bisakah kita pasang semacam sensor flow untuk bottom ash..??? Mohon bantuan ilmu dari rekan2 yang sudah pernah menangani masalah ini.

Tanggapan 5 – aripin supriadi

Selamat Sore…

Saya coba berbagi pengalaman, biasanya Bottom ash akan jatuh kebawah dan dieksekusi oleh slag transporter,dan jika terjadi bongkahan besar jatuh biasanya akan menyebabkan slag transporter overload dan harus dikeluarkan secara manual.
Banyaknya bottom ash sebagai tidak efisienya pembakaran, dan banyak faktor yang mempengaruhinya, diantaranya sudut penyemprotan BB yang kurang tepat seperti yang terjadi di plant kami ( dan ini sudah kami modifikasi).

Biasanya yg menyebabkan mampet di tube2, misalnya di area ekonomiser disebabkan oleh fly ash. Dan untuk mengetahui adanya kemampetan, biasanya kami melihat perbedaan temperature sensor yg dipasang di sisi kanan – kiri ekonomiser tsb. Jika perbedaan temp. antara dua sisi cukup tinggi (misalnya > 50 C seperti yg terjadi di plant kami) maka dapat dipastikan sisi yg bertemp. lebih rendah mengalami penyumbatan.

Dan untuk menghilangkan fly ash ini kami lakukan secara manual pada saat boiler stop.