Select Page

Bagaimana cara mengkonversi kadar SO2 dalam gas buang boiler dengan bahan bakar batubara dari satuan mg/Nm3 (0 deg C and 1 atm) ke mg/m3 (25 deg C and 1 atm). Apakah gas asap hasil pembakaran bisa diasumsikan gas ideal sehingga berlaku PV = nRT?? Sehingga tinggal merubah Nm3 menjadi m3 saja, sedangkan massa tetap.

Tanya – Yusranil Fathi

Dear milister,

Mohon bantuannya untuk menjawab pertanyaan teman saya di bawah. Saya belum bisa jawab.

Terima kasih.

Siman Ghozali

Mas.., numpang nanya nih..

Bagaimana cara mengkonversi kadar SO2 dalam gas buang boiler dengan bahan bakar batubara dari satuan mg/Nm3 (0 deg C and 1 atm) ke mg/m3 (25 deg C and 1 atm). Apakah gas asap hasil pembakaran bisa diasumsikan gas ideal sehingga berlaku PV = nRT?? Sehingga tinggal merubah Nm3 menjadi m3 saja, sedangkan massa tetap.
Buruan mas ya? kalau ga tahu tanyain sama yang lain, jangan ga dibalas ya…

Tanggapan 1 – Moh Darwis

Pak Yusran,

Dari unitnya (massa/volume), kadar disini identik dengan density. Dari persamaan PV = nZRT, dan dengan merubah n = massa (m) / Molecular weight (Mw) , akan didapatkan :
Density = P.Mw / (Z.R.T).

Dengan menggunakan persamaan tsb dan membandingkan untuk dua kondisi, normal (O deg C, 1 atm, anggap kondisi 1) dan ….. (25 deg C, 1 atm, anggap kondisi 2), kita dapatkan :

Density-1 / Density-2 = (P1/P2).(Mw1/Mw2).(Z2/Z1).(T2/T1)

Karena pressure dan moleculnya sama (SO2) maka persamaannya dpt disederhanakan menjadi :

Density-1 / Density-2 = (Z2/Z1).(T2/T1)

Jika punya data lengkap gas buang boiler tsb (komposisi dan mass flow), Bapak bisa menggunakan Hysys. Caranya :

– Input data komposisi, mass flow, temperature & pressure (kondisi 1) ke stream 1.

– Buat stream 2 dan hubungkan ke stream 1 dgn menggunakan Tool BALANCE (balance type : mole). Tool ini membuat kedua stream mempunyai komposisi dan mass flow yang sama.

– Input temperature & pressure (kondisi 2) ke stream 2.

– Ubah basis komposisi dari mole fraksi menjadi mass flow.

– Dari komposisi (basis : mass flow) mass flow SO2 akan terhitung.

– Untuk volume kita ambil di barisan Actual Volume Flow (volume/waktu).

– Kadar SO2 dapat dicalculate.

Ok Pak Yusran, semoga membantu.

Mohon input dari member lainnya.

Tanggapan 2 – Seplintius Tarigan

Dear Pak Yusran,

Sekedar menambahka saja. Formula yang berlaku untuk mencari volume normal atau biasa adalah Pnor x Vnor / Tnor = P1 x V1 / T1. Dalam kasus ini bapak mencari V1 atau volume biasa. Jadi V1 = (Pnor x Vnor x T1)/(P1 x Tnor). Dengan memasukkan nilai tekanan, volume dan temperature (K) maka Bapak dapat mengkonversi dari Nm3 menjadi m3.

Tanggapan 3 – Wisnu Purwanto

Bisa di buat rumit bisa juga simple – tergantung tujuan konversi itu untuk apa dan seberapa jauh akurasi konversi yang diingin kan.

Pengaruh temperature terhadap volume gas dan atau compressibility pada tekanan yang sama adalah relative kecil; perbedaan temp. 25C nggak sampai 10% volume.

Pengukuran volumetric gas buang umumnya tidak akurat; jadi silahkan saja menganggap sebagai gas ideal – bedanya sangat tidak significant.

Tapi kalau memang seneng yg njelimet monggo saja pakai berbagai macam software spt instrucalc atau hysys. Konversi dari cm ke inch bisa dibikin rumit kok.

Pembahasan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia lainnya pembahasan bulan November 2007 ini dapat dilihat dalam file berikut:

Share This