Select Page

Densitas produk minyak menunjukkan berat-ringannya produk tersebut. Dalam spesifikasi produk minyak memang densitas ini dimasukkan dalam spesifikasi produk berupa range density. Walaupun dimasukkan dalam spesifikasi produk, namun density bukan merupakan spesifkasi produk yang utama (tapi tentu tetap harus dipenuhi). Seperti misalnya premium dan pertamax, yang jadi spesifkasi produk yang utama adalah nilai oktan-nya; sedangkan diesel, yang jadi spesifikasi produk yang utama adalah cetane number-nya.

Tanya – Rizqy Syarief

Mohon maaf jika pertanyaannya terlalu naif,

Sebenarnya apa yang bisa ditunjukan dari sebuah nilai densitas suatu produk minyak, misalnya pertamax, premium dll. Maksud saya apakah ada nilai ‘densitas normal’ nya? Kalau misalnya air, khan ada yang namanya pH 7 untuk netral.

Saat ini saya mengukur/menguji densitas dengan cara sederhana seperti yang dianjurkan Pertamina, menggunakan hydrometer dan pembacaan hasilnya kemudian dikonversi menggunakan tabel ASTM 53.

Pertanyaan satu lagi, apakah nilai densitas tersebut nanti dapat dihubungkan dengan pengukuran volume?

Misalnya saya memiliki tangki yang sudah terkalibrasi ukurannya dengan kapasitas 30.000 liter, dan didalamnya sudah saya isi 10.000 liter tapi sewaktu saya masukan BBM sebanyak 8.000 liter dengan densitas tertentu mengapa setelah saya ukur hasilnya kurang dari yang seharusnya 18.000 liter? Terima kasih atas perhatiannya.

Tanggapan 1 – adhi budhiarto

Densitas produk minyak menunjukkan berat-ringannya produk tersebut. Dalam spesifikasi produk minyak memang densitas ini dimasukkan dalam spesifikasi produk berupa range density. Walaupun dimasukkan dalam spesifikasi produk, namun density bukan merupakan spesifkasi produk yang utama (tapi tentu tetap harus dipenuhi). Seperti misalnya premium dan pertamax, yang jadi spesifkasi produk yang utama adalah nilai oktan-nya; sedangkan diesel, yang jadi spesifikasi produk yang utama adalah cetane number-nya.

Nilai densitas normal ada, biasanya densitas yang ditetapkan dalam spesifkasi produk mengacu pada densitas normalnya. Misalnya, desity at 15 degC untuk diesel CN-48 = 815-870 kg/m3, CN-51 = 815-860 kg/m3. Spesifikasi ini in-line dengan spesifikasi utama : CN-48 : CN = 48 dan T95 = 370 degC (max); CN-51 : CN = 51 dan T90 = 340 degC atau T95 = 360 degC (max). Kalo di kilang biasanya produk jadi BBM merupakan hasil blending dari beberapa stream unit proses. Misalnya, untuk mencapai spesifikasi produk CN-48 T95 = 370 degC (max) bisa aja kita blending pake kerosene (tapi tentunya hasilnya harus masuk dalam spesifikasi produk yang telah ditetapkan dan ini ditunjukkan dalam sertifikat produk sebelum dikapalkan). Nah, nilai density yang ditetapkan dalam spesifikasi produk bisa jadi batasan untuk mem-blending produk diesel dengan stream kerosene.

Density biasanya bukan dihubungkan dengan volume tapi dihubungkan dengan jenis produk BBM. Mas Rizqy inget kan bahwa untuk menghasilkan produk BBM, crude oil atau minyak mentah didistilasi, yaitu dipisahkan dengan cara titik didih. Produk dengan titik didih yang ringan (yang juga berarti produk dengan density yang lebih ringan) akan menguap lebih dulu dan diambil dalam kolom distilasi di seksi atas, sedangkan produk dengan titik didih yang lebih berat (yang juga berarti produk dengan density yang lebih berat) akan menguap belakangan dan diambil dalam kolom distilasi di seksi yang lebih bawah. Jadi, naphtha yang merupakan komponen blending premium, punya density lebih rendah daripada kerosene, sedangkan kerosene punya density yang lebih rendah daripada diesel.

Harusnya kalo volume mah sama Mas, karena mas Rizqy beli premium/pertamax kan dalam volume. Jadi begitu mas Rizqy beli 8000 liter dan ditambahkan ke dalam tangki yang sudah terisi 10000 liter, ya harusnya totalnya jadi 18000 liter. Yang mungkin beda adalah beratnya per satuan volume, karena mungkin waktu beli yang 10000 liter, SG nya 0,7 sedangkan waktu beli yang 8000 liter mungkin SG nya 0,72. Untuk yang SG nya 0,7 ya berarti beratnya 700 kg tiap m3, sedangkan yang SG nya 0,72 berarti beratnya 720 kg tiap m3.

Tanggapan selengkapnya :

Share This