Select Page

Hal-hal yang umumnya disampaikan dalam Safety induction untuk crew kapal adalah sebagai berikut: 1. Pengenalan terhadap perusahaan dan maksud serta tujuannya diadakan safety induksi; 2. Company HSE Policy & objective; 3. Prosedur keselamatan perusahaan; 4. Pengenalan terhadap ruang lingkup perusahaan/pekerjaan yang akan/sedang dilaksanakan; 5. Prosedure keselamatan diatas kapal; 6. Prosedur tanggap gawat darurat diatas kapal; 7. Hal-hal lainnya yang perlu diketahui oleh crew kapal baik mengenai keadaan kapalnya sendiri maupun mengenai peraturan perusahaan/Pekerjaan yang sedang dilaksanakan.

Tanya – ferry sonnevil

Dear Rekan Millis,

Ada yang bisa share, guidance tentang induksi apa saja yang harus di berikan untuk crew kapal, terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Indera Sadikin

Pak Ferry,

Untuk dokumen formal saya tidak ada. Untuk yang umum saya sarankan baca tulisan2 Bob Couttie di: http://maritimeaccident.wordpress.com/transcripts/ . Menurut saya blog Bob itu excellent dan saya sarankan tidak hanya untuk crew kapal saja tapi juga semua orang karena safety pada dasarnya adalah berpikir logis dan jernih.

Tanggapan 2 – Cipta Suryana

Pak Ferry,

Hal-hal yang umumnya disampaikan dalam Safety induction untuk crew kapal adalah sebagai berikut:

1. Pengenalan terhadap perusahaan dan maksud serta tujuannya diadakan safety induksi

2. Company HSE Policy & objective

3. Prosedur keselamatan perusahaan

4. Pengenalan terhadap ruang lingkup perusahaan/pekerjaan yang akan/sedang dilaksanakan

5. Prosedure keselamatan diatas kapal

6. Prosedur tanggap gawat darurat diatas kapal

7. Hal-hal lainnya yang perlu diketahui oleh crew kapal baik mengenai keadaan kapalnya sendiri maupun mengenai peraturan perusahaan/Pekerjaan yang sedang dilaksanakan.

Mungkin yang lainnya bisa menambahkan?

Tanggapan 3 – Yudhi Burhan

Mas Ferry,

Untuk crew kapal, hal yang berkaitan dengan ini adalah peraturan SOLAS Chapter 3 Regulation 19, ada dua tahap induction yang harus segera diberikan kepada crew kapal adalah sbb :

1. Hal yang harus diberikan sebelum kapal berangkat :

– Tugas pada saat keadaan darurat sesuai dengan muster list

– Lokasi lifeboats/liferaft sesuai muster list serta letak2 peralatan keselamatan

– Escape route dari kamar / tempat kerja menuju ke muster point

– Penggunaan peralatan keselamatan (lifejacket, BA, SCBA, dsb)

– Jenis2 alarm tanda bahaya yg ada di kapal

– Tugas jaga laut

– Smoking regulation and area

2. Hal yang diberikan maksimal 2 minggu setelah kapal berangkat antara lain :

– Company policy yg berkaitan dengan HSE

– Tugas dan tanggung jawab sesuai dengan fungsi dikapal

– Familiarisation tentang peralatan navigasi / machinery at engine room / machinery on deck

– Lokasi buku yang ada diatas kapal mis safety mgmt proc, operation manual, dsb.

– Safety management procedure sebagaimana yg diatur dlm ISM Code

Untuk yg memberikan induction umumnya adalah senior officer yg ada diatas kapal dalam hal ini chief officer sbg safety officer yg ditunjuk (ato bisa juga 3rd officer sebagai pelaksana harian).
Mudah2an bisa membantu dalam menyusun inductionnya.

Tanggapan 4 – HSE Manager

Pak Ferry S,

Safety induction yang diberikan kepada crew kapal adalah semua hal yang menyangkut aturan yang diberlakukan diatas kapal tersebut, biasanya mengenai:

– Alarm system (fire, abandon, MOB, dll)

– Lokasi muster station termasuk escape route untuk mencapai muster station tsb

– Station bill, safety signs, emergency procedure

– Posisi/lokasi peralatan keselamatan

– Smoking area or no smoking area

– Aturan wajib yang harus diikuti dan dipatuhi baik itu ABK, visitors maupun passengers

– Daerah wajib PPE

– Etc, etc

Jenis safety induction dapat disesuaikan dengan type kapal dan jenis operationalnya.

Share This