Setiap terjadi kecelakaan di dunia migas, jajaran top management-nya sangat concern. Beberapa saat sesudah kejadian, langsung dibentuk team investigasi. Sesudah itu diadakan town hall meeting ke seluruh karyawan untuk menjelaskan mengenai root cause kejadian. Dan langkah-langkah yang harus diambil oleh seluruh karyawan agar kejadian tersebut tidak berulang kembali. Publikasi resmi harus dikeluarkan oleh pihak yang berwewenang, dalam hal ini BP Migas.

Kebenaran Pipa Gas PT British Petroleum Indonesia Meledak, Seorang Pekerja Tewas

Tanya – ‘Henry Lumbantoruan’

Pak Situmorang,

Mungkin jika ada kejadian seperti ini bisa dibuatkan laporan tentang hal itu diikuti dengan pencegahan untuk menghindari terulang kembali di kemudian hari.
Sayangnya kita sebagai bangsa masih terlalu sering menutupi hal2 yang seperti ini.
Kebetulan tetangga saya adalah salah satu dari rekan yang kena musibah ini.
Beliau hanya menyatakan bahwa alat pemadam kebakaran meledak. Kemudian saya berpikir mungkin milis MIGAS Indonesia yang tercinta ini akan dapat memberikan gambaran yang detail dan pembelajaran buat kita semua. Adakah bulletin di Indonesia ini yang memuat segala sesuatu tentang HSE- Keselamatan Kerja sehingga kita bisa mendapat laporan dan pembelajaran dari kejadian itu. Beberapa bulan lalu juga ada kejadian fatality di offshore Natuna tapi ndak ada kabar beritanya sama sekali. Harapan saya kedepan agar melalui Milis Migas tercinta ini kita bisa berbagi pengalaman untuk pencegahan di masa yang akan datang.
Mungkin temannya pak Situmorang mau berbagi pengalaman buat kita.

Tanggapan 1 – Administrator Migas

Pak Henry,

Keprihatinan anda menjadi keprihatinan saya juga.

Tapi sebagai pelipur lara, saya kan sudah upload process safety beacon tahun 2004 s/d 2007 di www.migas-indonesia.net. Minggu depan akan saya lanjutkan dengan koleksi process safety beacon tahun 2001 s/d 2003. Kemudian sesudah itu akan saya upload ratusan fatality di dunia drilling. Dan masih ada beberapa puluh kejadian kecelakaan di seluruh dunia untuk lesson learned.
Sayang sekali, dari koleksi di atas, sangat sedikit kejadian yang terjadi di Indonesia.
Dan kalaupun ada, saya tidak mempunyai kewenangan untuk mempublikasikannya ke umum.
Mudah-mudahan hal ini menjadi keprihatinan kita bersama. Sehingga di kemudian hari, kita bisa belajar dari kejadian yang terjadi di sekitar kita.

Sebagai tambahan, sebenarnya setiap terjadi kecelakaan di dunia migas, jajaran top management-nya sangat concern kok. Beberapa saat sesudah kejadian, langsung dibentuk team investigasi. Sesudah itu diadakan town hall meeting ke seluruh karyawan untuk menjelaskan mengenai root cause kejadian. Dan langkah-langkah yang harus diambil oleh seluruh karyawan agar kejadian tersebut tidak berulang kembali. Masalahnya, hal ini untuk konsumsi internal di perusahaan bersangkutan. Publikasi resmi harus dikeluarkan oleh pihak yang berwewenang, dalam hal ini BP Migas.

Tanggapan 2 – Edyson Simorangkir

Pertama-tama ikut berduka atas jatuhnya korban insiden ini. Rekan2 milis, kiranya perlu juga investigasi yg mendalam atas kejadian ini, apalagi kejadiannya di instalasi Pipa Gas BP yang sangat terkenal ‘ketat’ pada penerapan HSE aspect. Pertanyaan dari saya begini :

1. APAR – media dan kapasitas berapa yang digunakan beliau ?>>sebab kalau membaca penjelasan Bp. Ardhiasa,’ berusaha memadamkan dengan APAR, tapi liquidnya tdk bisa keluar >> berarti ada kebuntuan di selang penyemprot atau salah dalam pengoperasiannya.

2. ‘ Tabung ‘ sisi bawahnya berkarat, karena tidak kuat menahan tekanan akhirnya terlepas dan tabungnya menghantam leher beliau. >>perlu penjelasan, tabung terlepas dari pegangan beliau atau sisi bawahnya yang terlepas dan menghantam leher beliau ??Bila tabung terlepas yang mengenai leher beliau, bagaimana mungkin ??Bila sisi bawah yang terlepas, dan terbang mengenai leher beliau, seberapa tinggi sih tekanan operasi suatu APAR ( Alat Pemadam Api Ringan), apalagi jika disebut ‘ liquidnya tidak bisa keluar’. Setahu saya APAR dengan media Liquid hanya Foam dan Air. Media Foam tekanannya tidak tinggi, sedang media air tidak mungkin dipakai untuk pekerjaan tsb.

3. Bila sisi bawahnya berkarat, berarti pengawasan dari HSE BP tidak sama dengan teori2 dalam persyaratan tender. Terima kasih.

Tanggapan 3 – Putranto Utomo Aluisius

Dear All,

Setahu saya berdasarkan email dari rekan yang lain jenis APAR yang dipakai adalah jenis dry chemical, merk ANZUL, 30 lbs.

ANZUL ini memakai gas jenis CO2 yang pressure nya bisa mencapai 200 psi (CMIIW), saya sudah bongkar ANZUL ini di operasi kita tapi tidak ada keterangan berapa tekanannya, hanya disebut High Pressure.

Dan kecendurungan pada pada penggunaan ANZUL ini adalah pada waktu operator menekan catridge adalah muka si operator berada di atas si APAR, jadi jika terjadi kebocoran maka langsung menghantam muka dari si operator APAR ini. Seingat saya pernah terjadi kejadian serupa.

Jadi kalau terjadi kebuntuan dan karat yang menyebabkan APAR ini terbang mestinya adalah perawatan terhadap APAR itu sendiri.

Apakah sudah dilakukan dengan benar atau apakah sudah dilakukan hidrostatik test sesuai dengan peraturan yang ada.

Mungkin rekan2 di BP bisa menjelaskan hal ini sebagai pembelajaran.

Turut berduka

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia Bulan November 2007 ini dapat dilihat dalam file berikut: