Select Page

Di kantor2 perminyakan, laser sering dipakai buat pointer kalau sedang presentasi. Di bagian konstruksi seperti membuat platform atau kantinnya orang2 minyak, laser sering dipakai buat leveling atau ditempel di theodolite sbg alat bantu untuk ‘ngècèng’. Kalau untuk pengiriman data, orang2 minyak suka menggunakan fiber optik yang dalamnya disinari oleh laser yang berkedap-kedip sesuai dengan streaming datanya.

Tanya – Rizqy Syarief

Apakah sinar laser umum digunakan diperminyakan? Apa efeknya jika kita menembakannya ke permukaan minyak, apakah hal itu sangat berbahaya, memantul kembali atau bagaimana?

Tanggapan 1 – Ary Retmono@unocal

Kalau di kantor2 perminyakan, laser sering dipakai buat pointer kalau sedang presentasi.
Kalau di bagian konstruksi spt bikin platform atau kantinnya orang2 minyak, laser sering dipakai buat leveling atau ditempel di theodolite sbg alat bantu untuk ‘ngècèng’.
Kalau untuk pengiriman data, orang2 minyak suka menggunakan fiber optik yg dalamnya disinari oleh laser yg berkedap-kedip sesuai dg streaming datanya.

Jadi, laser sdh umum digunakan di perminyakan.

Apa efeknya jika sinar laser ditembakkan ke permukaan minyak? Tergantung energi sinar laser yg ditembakkan & fokusnya. Kalau Anda cuman nembakkan laser yg biasa dipakai buat presentasi ke permukaan minyak, ya…nggak akan apa2, dan tdk akan bikin terbakar, karena kekuatannya cuman 1mW saja. Kalau Anda boyong laser Argon atau Krypton yg 25-100W, dan sinarnya difokuskan di permukaan minyak, dlm waktu sekian detik permukaan minyak yg terfokus tadi akan menguap & akan ada flash fire yg bisa belanjut ke kebakaran besar.

Tapi nggak usah kuatir, untuk menghasilkan 25-100W laser dan peralatan fokusnya, Anda harus bawa peralatan yg kubikasinya segede 1 mobil kijang. Jadi sebelum menembakkan ke permukaan minyak, Anda pasti ditanya sama Satpam yg bertugas, ‘mau main laser apa mau mbakar minyak?’

Tanggapan 2 – Rizqy Syarief

Mungkin memang nggak gede2 sekali intensitasnya… hanya laser yang biasa dipakai oleh anak2 Geodesi untuk ngukur2 bidang tanah itu lho… kalo tak itu tak berbahaya, ya siapa tahu bisa saya modifikasi buat alat ngukur ketinggian minyak di tangki :-).

Tanggapan 3 – Dedy Desril A.

Wahh… kalo cuma buat ngukur level ditangki kenapa harus pake laser pak..pake pelampung ajah udah beres… dah ketauan tuchh berapa tingginya..

Kalo ada yang simple kenapa nyari yang rumit siyh pak…?!?!

Menurut saya seberapa besarpun intensitas lasernya, tetep ajah berbahaya kalo digunakan untuk mengukur level dari fuel..
Saya berbicara tentang Oksigen, Fuel, energy. this all cost fire..
tapi harus dimaintain dari komposisi dari material ini sehingga tidak menimbulkan fire.. saya cuma tau kulitnya ajah pak…
kalo lebih detail pasti banyak yang udah ‘ahli binti expert’ dibidang ini..

Tanggapan 4 – Wisnu Purwanto

Banyak cara untuk mengukur level – mulai dari yang paling simple yaitu metode ‘stone-sonic’ (batu ditimpuk ke tank dan diamati suaranya) atau ‘stone -wire’ (batu digantung tali dicelupin) sampai yang lebih rumit misalnya dengan float, displacer, capacitance, ultrasonic, radar, microwave maupun laser.

Mana yang dipilih tentunya tergantung keperluan dan budget yang tersedia. Method apapun yang dipilih bisa berbahaya kalau nggak ngikutin aturan dan standard suatu industry tertentu yang bisa berbeda. Untuk menjamin compliance terhadap standard maka dibutuhkan approval dari institusi tertentu misalnya FM, CSA, CENELEC, ATEX dll.

Saat ini dipasaran juga ada level transmitter dengan prinsip laser yang bisa digunakan untuk pengukuran level baik liquid maupun solid untuk class 1 div. 1 group ABCD T6 dengan enclosure rating IP67 / Nema 4X. Jadi bisa dipakai untuk tank BBM ataupun HC liquid lainnya. Namun harganya tidak murah – sebagai mana harga field instrument utk oil & gas industry lainnya.

Laser class 1 dan 3R biasa dipakai untuk mengukur fuel dengan aman jika persyaratan safety lainnya terutama menyangkut kelistrikan dipenuhi.

Kalau mau DIY (do it youself) sebaiknya pak Rizki mulai membaca standard industry yang berkaitan dengan electrical untuk classified area- jangan sampai anak istri menderita karena terlalu kreatif.

Tanggapan 5 – Rizqy Syarief

Wah, tentu saja saya akan terus konsultasi ke bapak2 di milis sebelum nekat dgn ‘kreatifitas’ itu… Saya akan selalu mempertimbangkan semua masukan dari bapak2, dari mencoba cara yang sederhana hingga kelak jika saya mampu akan membeli peralatan yang canggih dan aman.

BTW, ada info tempat2 yang harus saya kunjungi untuk segala jenis alat2 pengukuran minyak khususnya di Semarang/Jawa Tengah? Ya, tempatnya tentu yang asyik, tidak sekedar menggebu-gebu menjual produknya tapi mampu memberi advise yang baik untuk segala permasalahan saya.

Terima kasih,

Share This