Salah satu operator di Kalimantan sedang mengimplementasikan zero discharge of drilling waste. Konsepnya adalah dengan menangani limbah dimulai sejak limbah itu dihasilkan (termasuk drill cutting, bahan kimia, oli, dll). Penanganan awal meliputi pengumpulan dan pemisahan limbah di lokasi drilling (biasanya dibedakan menjadi oil atau water based, solid atau liquid), kemudian dibawa ke fasilitas treatment untuk diproses selanjutnya. Salah satu acuan umum yang bisa dipakai adalah API E5 Environmental Guidance Document: Waste Management in Exploration and Production Operations.

Tanya – Nur Muhammad

Dear All,

Saat ini saya mencari source untuk menangani penanganan Limbah Hasil Pengeboran, melalui Milis ini saya berharap sekali pemikiran dan masukkannya , dan kalau ada rekan-rekan milis yang sudah pernah melakukan pengolahan limbah ini secara langsung mohon bantuannya untuk dishare . Terima kasih atas bantuannya.

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dear Pak Nur,

Barangkali info yang di posting terlalu general, kalau agak lebih lengkap lagi saya kira banyak rekan milis mau sharing,

Misalnya oil base atau water base.

Drill cutting saja

atau juga liquid nya harus di proses.

Estimate yang mau diolah , bisa per drilling campaign atau single well.

Menurut saya tidak banyak solusi yang general applicable ke semua case, kebanyakan sangat individual, karena mud engineer selalu adjust property dr mud sesuai dg response dr sumur yang sedang di bor. sama sama water base tapi formulasi nya bisa lain sekali. tentunya penanganan waste nya juga berbeda.

Tanggapan 2 – Nur Muhammad

Pak Roeddy,

Terima kasih koreksi dan pencerahannya, tetapi justru informasi yang ingin saya dapatkan adalah semua hal yang Bapak Roeddy sampaikan, mohon maaf kalau terlalu general, kalau ada rekan milis yang bisa share cara penanganan semua proses itu satu persatu akan sangat membantu sekali.

Tanggapan 3 – roeddy setiawan

Dear pak Nur,

He he pak Nur ini punya persoalan atau mau bikin buku.

Yang saya kejakan di gulf of mexico. cutting di tumbuk sampai ukuran yang bisa diterima recipient reservoir. dihaul dg barge ke loading dock, dihaul ke injection site. pakai container dan 16 wheeler. mix dg formation water yang dpt ijin untuk reijection, selanjutnya tinggal hidupkan pompa, pump down. di gulf of mexico lebih banyak urusan dlm solid handling dr drilling site,sarat container, barge layak untuk sea going, samapi di darat cari company yang punya driver certified dr DOT buat haul container ke injection site di alabama. di amrik lebih banyak soal safety during transitt, mitigasi, chain of command, kalau disaster struck. misalnya barge ngak sampai kena tornado, meskipun situasinya remote karena tornado setiap saat ketahuan dan arahnya kemana. tetap setiap designated person harus tahu apa yang harus dilakukan dg dikasih preprint pamflet . liquid waste setelah filtration di evaporate ke udara.

Di lokal indonesia teman saya di sini kirim ke perusahaan yang menagani B3 simple , sebelum itu tentunya bikin economic assesment bahwa diberikan ke perusahaan yang husus nangani B3 cheaper dr ngolah sendiri.

Teman saya di kps lain punya area di dimana waste tsb bisa ditaruh simple, tentunya ada issue yang dibicarakan dg governing body; pro vs contra di negociate sampai kps tsb dpt spot yang bisa di limbahi.

Dari dua terahir bapak lihat berbeda betul hasil nya, yang satu harus mbayar yang satunya pake was wes wos terus dikasih tempat.

Dari lokal dan gulf of mexico lain lagi kan, tinggal pilih saja pak sesuaikan kalau bisa dengan persoalan anda. atau barangkali teman milis yang lain mau berbagi bagaimana di local kita handling drill cutting yang ada merkury nya . pasti rame pak dg respons kalau topik ini keluar as it is.

Tanggapan 4 – Novrendi Saragih

Pak Nur,

Salah satu operator di Kalimantan sedang mengimplementasikan zero discharge of drilling waste. Konsepnya adalah dengan menangani limbah dimulai sejak limbah itu dihasilkan (termasuk drill cutting, bahan kimia, oli, dll). Penanganan awal meliputi pengumpulan dan pemisahan limbah di lokasi drilling (biasanya dibedakan menjadi oil atau water based, solid atau liquid), kemudian dibawa ke fasilitas treatment untuk diproses selanjutnya.

Salah satu acuan umum yang bisa dipakai adalah API E5 Environmental Guidance Document: Waste Management in Exploration and Production Operations.

Karena saya tidak ahli dalam hal ini, teman2 yang bekerja di bidang fluid services mungkin bisa mambantu lebih lanjut.