Select Page

Sistim pelumasan = lubrication system, di dalamnya termasuk pelumas (lubricant), pompa, filtrasi/separasi, valves, heat exchangers, gauges, dan applikasinya. Pelumas dinyatakan rusak apabila sudah tercemar oleh berbagai polutan vs kondisi awal (new lube oil). Pelumas yang tercemar tidak selalu dan harus di buang/ ganti à perlu usaha kita terlebih dahulu meng-identifikasi jenis polutan degan bantuan analisa pelumas.

Tanya – alfa kemang

Dear Rekan maillist,

Mohon pencerahan kiranya untuk lube oil system, karena saya sangat awam sekali apakah oil yang sudah digunakan dapat di pakai lagi setelah melalui purifier alat apa saja yang biasa digunakan dalam system ini. Terima kasih.

Tanggapan 1 – Andy bluesea

Pak Alfa,

Sistim pelumasan = lubrication system, di dalamnya termasuk pelumas (lubricant), pompa, filtrasi/separasi, valves, heat exchangers, gauges, dan applikasinya.

Pelumas dinyatakan rusak apabila sudah tercemar oleh berbagai polutan vs kondisi awal (new lube oil).

Pelumas yang tercemar tidak selalu dan harus di buang/ ganti à perlu usaha kita terlebih dahulu meng-identifikasi jenis polutan degan bantuan analisa pelumas.

Analisa pelumas adalah proses mendapatkan informasi kontaminasi pelumas dan kondisi sistim pelumasan, poin ke2 jauh lebih penting mengingat perbandingan harga investasi pelumas vs sisitem pelumasan.

Setelah polutan di ketahui akan lebih mudah dalam penentuan teknologi yang akan di pilih – filtrasi/separasi atau vacuum dehydrasi.

Purifier (sesuai email Anda)à pemahaman saya alat purifikasi (pemurnian ulang) dengan menghilangkan polutan pada pelumas.

Teknologi pemurnian;

– Filtrasi, umumnya di bagi 2; disposal & re-usable. Dari pilihan material dari selulosa fiber alami/synthetic atau metalic media (atau metalic & non metalic).

Variasi lainnya adalah pressurize & non-pressurize filtrations, manual cleaning atau auto back washing filtrations, electronic filtration system (ion negative & positive), dsb.

Hasil proses/polutan : solid polutan – excellent- can be <3 microns, free water – OK, emulsi water – poor, flowrate – good, energy cost – low to medium, varnish – very good, degasing – bad.

– Centrifugal force, proses pemurnian dengan bantuan gaya sentrifugal dengan electro motor atau tekanan pelumas itu sendiri (u/ memutar chamber separator). Sangat efektif u/ aplikasi high flow dengan catatan pengkondisian temperatur dan perbedaan berat jenis guna maksimalnya proses separasi. Nama umum di lapangan : centrifugal separator/purifier dan centrifugal oil clarifier/cleaner (hanya modal tekanan kerja pelumas).

Hasil proses/polutan : solid polutan – medium average 30 microns, free water – OK (not for clarifier type), emulsi water – bad, flowrate – very good, energy cost medium to high, varnish – bad. Degasing – bad.

– Vacuum dehydration, khusus menangani polutan gas dan water (air) yang khususnya kondisi emulsi yang sangat sulit di pisahkan.

Hasil proses/polutan : solid polutan – bad, free water – very good, emulsi water – very good, flowrate – medium, energy cost medium, varnish – bad.

Degasing – very good.

Untuk itu sering kali diperlukan kombinasi beberapa teknologi dalam contamination management pada pelumas dan fluida lainnya.

Energy cost jangan pernah di anggap remeh, meskipun sering di lupakan – coba hitung dulu, siapa tau tagihan energi tahunan jauh lebih mahal dari harga investasi unit filtrasi/separasi itu sendiri.

Contoh beberapa system lubrikasi yang tidak perlu penggantian pelumas/fluida sampai bertahun2;

– Transformer oil

– Hydraulic oil

– Heat transfer oil system

– Compressor dan gearboxes

– Turbine oil (steam, wind & gas)

– Central lubrikasi – paper mill, steel mill, dsb.

– TEG pada gas dewatering

CMIIW & mohon koreksi/tambahan info rekan2 lainnya, salam.

Tanggapan 2 – M. Subhan Amrullah@chevron

Dear rekan2 millis, sekedar informasi tadi pagi di liputan 6 SCTV berita tentang ‘kompor Air made in Banyumas’ sangat inspirative. berikut petikannya:

Maaf bagi yang sudah dapet.

28/11/2007 06:20 Inovasi Kompor Air Made In Banyumas

Liputan6.com, Banyumas: Seorang warga Banyumas, Jawa Tengah, berhasil menciptakan kompor berbahan bakar air. Sinung Raharja, warga Desa Kalibagor, menggunakan bahan-bahan sederhana untuk merangkai komponen kompor ciptaannya. Selama empat tahun beruji coba, alumnus sebuah akademi teknik elektro ini berhasil membuat purwarupa kompor hemat bahan bakar.

Cara kerja kompor buatan Sinung berdasarkan penguapan air dan minyak tanah. Gas yang timbul kemudian dibakar dan diperkuat dengan filamen seperti pada lampu bohlam. Dengan bantuan satu sendok minyak tanah, kompor ini menghasilkan api yang tanpa jelaga.

Sinung mengaku sudah memintakan hak paten untuk kompor ciptaannya. Namun, produksi massal kompor tersebut masih terganjal ketersediaan dana. Kendati demikian, dia mengaku telah ada investor asal Jerman dan Australia yang berani membayar lebih dari Rp 1 miliar untuk membeli hak ciptanya.(ADO/Mardianto).

Tanggapan 3 – iva destriana

Ya..menarik sekali. Bagaimana ya….saya harap jangan sampai ia menjual hak ciptanya ke bangsa lain. Saya harap Pemerintah mau mendanai produksi massalnya.

Tanggapan 4 – Amal Ashardian

Pemerintah ngga sempat mikir hal begini….soalnya pemilu 2009 sudah dekat.
Pak Kusmayanto mungkin juga ngga kepikiran hal ini…soalnya Reaktor Nuklir mesti prioritas nomor satu……..Nanti kalau sudah dibeli Malaysia baru ribut…….

Tanggapan 5 – alfa kemang

Pak Ibnu terima kasih atas penjelasannya membuat saya jadi ada bayangan mengenai system ini.

Btw pak, apa masih punya artikel lube oil accumulator saya searching di group muncul nama bapak kalo masih ada boleh ngga saya dikirim via japri.

Tanggapan 6 – Muhammad Al Haramain

Dear Pak Alfa,

Menambahkan penjelasan Pak Ibnu dan sedikit koreksi:

1. Filter system, tidak bisa memisahkan air baik free water maupun emulsi.

2. Centrifuge separator khusus lube oil digunakan purifier (bukan clarifier). Dimana free water dapat dipisahkan. Dan besar partikel yang bisa dipisahkan hingga 5 micron.

Untuk mendapatkan hasil yang sangat baik, bisa dilakukan dengan kombinasi keduanya. Pertama di centrifuge untuk mengambil partikel-partikel yang besar dan free water. Kemudian difilter untuk mendapatkan mengambil partikel yang lebih kecil dari 5 micron. Metode ini yang sering digunakan di engine.

Semoga bermanfaat.

Tanggapan 7 – bluesea

Pak Haramain,

Terima kasih masukkannya, sedikit sharing pengalaman kami poin-1, filter tertentu dapat memisahkan free water – coalesing filter. Coba serach artikel noria soal ‘removing water’ – Drew D. Troyer.

http://www.noria.com/learning_center/category_article.asp?articleid=177&relatedbookgroup=ContaminationControl

Pada aplikasi HFO/MFO penggunaan centrifugal purifier memang lebih tepat dibanding filter untuk free water removal dan large particles.

Pada aplikasi pelumas, additive demulsibility dan detergen juga mempermudah proses filtrasi dan separasi – jadi chemical process yang bergantung kualitas pelumas Anda.

Poin-2, kemampuan centrifugal purifier saya ragukan mampu s/d partikel 5 micron, fakta yang saya miliki; – hasil particle counter dan particle analysis dengan filter patch plus image analysis menggunakan digital microscope metallurgy – silahkan datang ke SOS lab Jakarta.

– bila centrifugal purifier mampu s/d 5 micron (solid), project guide book mesin tidak akan mensyaratkan pemasangan fine filtration. Menngingat automatic backwashing filter sangat ekonomis dari sisi energy cost – utamanya konsumsi energi proses pemanasan.

– Pada hydraulic system yang berlaku 3 syarat mutlak…clen…clean & clean, pemakaian filter jenis depth pressurize filtration lebih ekonomis.

Share This