Select Page

Single Fire Concept : ‘The fire water system ad the fire fighting equipment in hydrocarbon processing or handling facilities are designed to handle fire at a time. In other words, the design capacity of major fighting facilities is determined by the largest single fire contingency’. Intinya dalam merancang fire water system (dan fire fighting equipment), sebaiknya memang mengkonsentrasikan perhatian pada kemungkinan kebakaran terbesar di plant.

Tanya – Agung Patra Syahbana@singgar-mulia

Dear, anggota milis migas indonesia yang terhormat

Saya mau bertanya mengenai Fire Risk Concept, apa yang membedakan antara single fire risk concept, dengan yang lainnya.. Kalo ada referensi yang saya bisa baca, kira2 dimana mencarinya.

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Akh. Munawir

Salah satu referensi yg saya reKomendasikan untuk dibaca & dipahami ttg konsep Fire Protection adalah ‘ABS, Guidance Notes on Fire-Fighting Systems’.

Tanggapan 2- Arief Rahman Thanura

Mas Patra,

Kalau boleh Tanya terlebih dahulu, ‘Single Fire Risk’ Concept itu apa ya ?

Integrated Risk concept dimana Fire Risk di-integrasikan di dalamnya dalam penyusunan Risk sebuah fasilitas atau apa ?

Tanggapan 3 – Ali Mustofa@plant.tripolyta

Dear all,

Mungkin kami bisa sedikit sharing tentang ‘single fire risk’.

Di tempat kami salah satu petrochemical company di wilayah anyer, cilegon, juga menerapkan ‘single fire risk’ dalam mendesign fire water system. Single fire risk berarti kita mengasumsikan hanya ada satu fire case di salah satu area. Hal ini berhubungan dg economical dlm design fire water system. Dapat kita bayangkan kalo’ dalam penentuan fire water hrs memperhitungkan fire case di semua area, jadinya fire water requirementnya akan sangat besar and tdk economis. Single fire risk ini kalo’ gak salah ada dasarnya di NFPA (tp sorry lupa NFPA berapa). Dan
biasanya potential fire case yg terbesar di suatu area yg akan dijadikan design basis utk fire waternya. Kalo’ ditempatku fire case di propylene tank. Pertanyaannya gimana batasan area ? Kalo’ di tempatku batasan area adalah area yang dibatasi oleh jalan yg mengelilingi area tsb, jadi akan terdapat banyak area misalnya : tankage, purification, train, product finishing, boiler, etc.

Tanggapan 4 – Crootth Crootth

Dear All,

Mungkin yang dimaksudkan adalah ‘Single Fire Concept’.

Standard Chevron (Std 1600) mengatakan bahwa Single Fire Concept adalah:

‘The fire water system ad the fire fighting equipment in hydrocarbon processing or handling facilities are designed to handle fire at a time. In other words, the design capacity of major fighting facilities is determined by the largest single fire contingency’

Intinya dalam merancang fire water system (dan fire fighting equipment), sebaiknya memang mengkonsentrasikan perhatian pada kemungkinan kebakaran terbesar di plant.

Namun saya kurang setuju dengan alasan Pak Ali Mustopha bahwa single fire concept murni didasarkan hanya pada alasan ekonomi an sich.

Berikut mungkin saya bisa perikan alasan lain:

1. Tujuan pemadaman adalah secepat mungkin memadamkan api sebelum kebakaran menyambar ke unit unit lain dalam plant. Dalam keadaan seperti ini, fokus perhatian tim pemadam kebakaran SEBAIKNYA ditujukan pada satu titik kebakaran saja (dalam hal ini yang tingkat resikonya paling besar), agar secepatnya kebakaran dapat ditanggulangi. Pun, secara psikologis, anggota ERT (emergency response team) umumnya laki laki yang sudah jamak diketahui bukanlah tipe manusia multitasking (mampu berpikir dan melakukan beberapa pekerjaan sekaligus).

2. Jika berpedoman pada multiple fire concept, maka perancangan sistem fire water menjadi jauh lebih besar, artinya baik pompa dan sistem perpipaan yang digunakan jauh lebih besar. Pasti sudah tahu dunk, melakukan start up pompa yang besar tidak semulus start up pompa yang kecil? belum lagi kalau ketersediaan listrik atau diesel atau gas untuk penyalaan pompa tidak siap atau pas pasan untuk kebutuhan start up. Akibatnya maunya memadamkan api, para anggota ERT malah sibuk menstart up pompa. Dan ini tentu saja sungguh berbahaya.

3. Hampir semua kejadian kebakaran besar di Oil and Gas, berawal dari satu lokasi (bisa dibaca pada laporan penyelidikan kecelakaan: Piper Alpha, Buncefield, dan Texas City Refinery) saja –> Single Fire, yang memang bisa saja meluas ke lokasi lain karena tidak tertanggulangi.

4. Terlepas dari mana yang dipilih, akan lebih baik jika dilakukan Fire and Explosion Risk Analysis terlebih dahulu untuk langkah mitigasi yang optimum.

Semoga membantu menjelaskan.

Tanggapan 5 – Akh. Munawir

Pak DAM dan rekan2 yg lain,

Hampir seluruhnya sy setuju, tp ada sedikit yg ingin saya kritisi :

1. Maaf kalo saya malah setuju bahwa men-design Fire Water System untuk (hanya) single area, karena alasan utamanya adalah COST, walaupun setelahnya ada alasan2 yg lain… :))

2. Seandainya saya sebagai Client/User, maka saya lebih suka bahwa Fire Water System di Plant saya itu bisa mencover sebanyak2nya Area dlm waktu yg sama.

A. Jika yg di-khawatirkan adalah kebutuhan ukuran pipa yg jauh lebih besar, maka secara ‘Engineering & dukungan COST’ itu masih bisa diatasi.

B. Jika yg di-khawatirkan adalah Pompa yg terlalu besar dan dikhawatirkan start up tidak mulus, maka itupun secara ‘Engineering & dukungan COST’ masih bisa diatasi, kita masih bisa menggunakan BEBERAPA/BNYK Pompa yg tidak besar untuk menanggung Kapasitas (100% s/d 200% dr Water Demand seluruh/multiple area). kayaknya di NFPA 20 ini dijelaskan kok.
Dan jika dibutuhkan seluruh pompa bisa jalan secara pararel dlm waktu bersamaan.
Kebutuhan konsumsi power listrik yg besar, sangat jelas itu sangat terkait dengan COST.

Selain itu kebutuhan ‘Fire Water Storage Tank’ juga harus mampu menampung kebutuhan (4 until 6 hours by Water Demand), jd bisa dihitung berapa besar FW Storage Tank jika concern-nya kita adalah multiple area. Bayangkan berapa duit yg dibutuhkan … COST lagi kan.

Safety mmng sangat penting dengan berbagai argumentnya, tp Safety yg kita geluti ini juga didedikasikan untuk kepentingan bisnis. So, aspek Ekonomis pasti menjadi pertimbangan utama yg masuk dalam kriteria ALARP dr suatu kumpeni untuk memutuskan Spesifikasi dari Plant/System-nya.

Share This