Select Page

Saya ingin mendapat masukan dari rekan-rekan mengenai Base Fluid/ Base Oil komponen Oil base Mud. Untuk Saat ini base oil yang banyak digunakan adalah dari Shell Malaysia ( Saraline 98 ),dengan berbagai macam unggulan seperti ramah lingkungan dll, ternyata Produk ini cukup poluler dikalangan Mud Company dan Mud Engineer.

Tanya – Hartoyo

Dear All,

Dengan ini, saya ingin mendapat masukan dari rekan-rekan mengenai Base Fluid/ Base Oil komponen Oil base Mud. Untuk Saat ini base oil yang banyak digunakan adalah dari Shell Malaysia ( Saraline 98 ),dengan berbagai macam unggulan seperti ramah lingkungan dll, ternyata Produk ini cukup poluler dikalangan Mud Company dan Mud Engineer.

Untuk saat ini PERTAMINA Balikpapan telah memproduksi bahan sebagai Base Fluid yang equal dengan Saraline 98, ini dari Hydrocarbon ( high Parrafin, low Arromatic). Kalo dari Spec yang saya lihat ternyata ada beberapa keunggalan dan kekurangan dibandingkan Saraline 98.

Apakah menurut rekan-rekan Produk ini dapat bersaing dengan produk Import?
mengingat produk tersebut selama ini digunakan di Onshore area.

Terima Kasih

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dear Pak Hartoyo

Bagi late unocal, saraline memang merupakan component yng tidak terpisahkan dr formulasi oil base mud untuk keperluan pengeboran. sebelum ke saraline, berbagai formulasi dari water base, polimer, non toxic oilbase dicoba dipakai dibandingkan, sampai saat ini kelihatanya belum ada yng sebaik synthetic oil ex shell ini, pda saat pabrik ini terbakar, berbagai furmulasi sythetic oil dr afsel dan lain tempat dicoba, katanya tidak sebaik syntetic bintulu dr penetratio rate, cost/ft, well cost. saya kira kalau product nya beter dan bisa memberi well cost yang lebih baikl ogikanya gampang mengelinding.dan diaksep oleh profesional di bidang pengeboran. logika nya synthetic ini mempunyai property yng seragam kan dibikin/di set formulasinya jadi property yng di unggulkan buat lubricasi, cutting removal, heat removal dll konsisten saya kira ada/sebab komponennya seragam tapi kalau natural dari low molecular wt sd hi mol wt ada hampir spt curva populasi, jd mungkin yng lo molwt atau hi molwt memberikan adverse effect pada keseluruhan oil base tertsebut.hanya sebatas hipotesa belum dicari siapa yng memberi pengaruh problem saat ini well cost yang mahal banget gara2 harga minyak yng mahal juga, merupakan hambatan besar, tidak ada drive untuk mencoba resikonya cukup besar,th 97/98 grass root well cost offshore sekitar 0.8 million sekarang saya dengar lipat 5 atau 6 x tanpa ada drive atau incentive better product atau cheaper well cost tentunya sulit merebut pasar.

Tanggapan 2 – Gunawan Siregar

Dear Pak Roeddy,

Mau bertanya juga nih pak.

Kebetulan salah satu penugasan kami akan menggunakan Shell Saraline 185V (synthetic base) sebagai drilling fluid.
Apakah ini lebih baik dari Saraline 98 dari segi cost, hazard & efek lingkungannya.

Tanggapan 3 – roeddy setiawan

Dear Pak Gunawan,

Aduh ditest begini ya loyo. saya kurang copy nih property dr 185V ini saya kira sama sama synthetic alkana lah yah, yang 185V ini ngak tahu bagaimana. yang masih lengket di memory saya saraline excellent dg reactive clay reservoir yang tidak benar bersih dan reactive. kelihatanya fluid loss dan kerusakan tidak seburuk dibanding drilling fluid yang lain. dr well test ke production expected rate consistent. bagi production kalu sudah campain dg saraline wuah repot mereka. yield bisa jadi rendah (kondite) karena spec dr processed crude amburadul. tidak perlu banyak2 saraline.untuk bikin 50,000 bbl crude dibikin morat marit.
Kalau saya perhatikan saraline itu mirip propertynya dg olive oil ketemu air jadi emulsi, karena emulsified viscosity naik, carying capacity naik dst tapi tentang lingkungan saya kira kemudahan membentuk emulsi yang memperkecil risk lingkungan nya tapi 185 saya ngak tahu nih.

Tanggapan 4 – Hartoyo

Terima kasih pak Ruddy atas infonya,

Memang benar sekali untuk sekarang cost produksi Offshore sangat melejit seiring dg naiknya Crude Oil.
Harapan Kita sih, Produk lokal tersebut mampu bersaing dg produk ex import, kalo saya lihat Specnya untuk Viscositas( 5.2 cSt)dan density (0.8141kg/l) lebih tinggi dibanding Saraline 98, Walaupun kandungan arromaticnya 1.7 % wt, itu sudah terbilang ramah lingkungan. Kalo mengenai harga yang saya dengar jauh lebih murah dibanding Saraline 98. kalo tidak salah nama Base Fluid itu adlh Smooth Fluid-05.

Tanggapan 5 – Gunawan Siregar

Dear pak Roeddy,

Saya betul2 nanya lho pak dan bukannya ngetest.
Soalnya baru kali ini dapat kerjaan merancang fasilitas / plant untuk drilling fluid ini.
Jadi kebetulan ada diskusi seri produk ini (Shell Saraline), langsung deh saya terdorong untuk bertanya kepada yang lebih tahu. Nampaknya saya harus cari / mendalami MSDSnya dulu nih, perlu untuk dimasukkan di PEPnya.
Dari DSnya (bukan MSDS lho) terbaca sbb : Shell Saraline 185 is a mixture of alkanes of carbon chain length of predominantly C10 to C20 and classified as a synthetic base drilling fluid having natural gas origin. Anyway, thanks berat atas infonya.

Tanggapan 6 – Nurrochmat Sawolo

Pak Gunawan,

Seingat saya perbedaan dari Saralene 98 dan 185 adalah dari spesifikasi temperature. Kalau dulu di Kalimantan Timur (bersama pak Roeddy) Unocal alm. selalu memakai Saralene 98 karena temperaturenya rendah sekitar 230 deg F. Sedangkan di Thailand, Unocal memakai Saralene 185 karena temperaturenya mencapai lebih dari 320 deg F.

Kalau dari pemakaian serta efek terhadap swelling clay sama saja dengan Oil Base yang lain apakah itu Diesel base maupun Low Toxic Mineral Oil. Yang membedakan disini adalah dari segi disposal cutting nya karena LC50 number nya Synthetic Oil bagus dan bisa dibuang langsung tanpa adanya treatment lain.

Mudahan bisa membantu,

Tanggapan 7 – Gunawan Siregar

Pak Nurrochmat,

Terimakasih banyak atas informasinya yang bermanfaat.

Tanggapan 8 – Hartoyo

Pak Rochmat,

Kalo boleh tahu ditempat bapak Base oilnya yang dipakai apa?
Saraline 98 , Saraline 185, Solar/diesel, EDC 95, atau Smooth Fluid-05(Produk PERTAMINA Balikpapan).

Share This