Select Page

Bila melakukan konversi satuan dari feet ke meter, apakah data bit size, casing size dan hole size (inch) harus diubah ke meter? Agak membingungkan karena yang sering saya dengar misal: bit size 26′ sama dengan 66.04 cm bukan 0.66 m. Apakah semua data juga harus diubah satuannya ato hanya data depth saja? Hal – hal apa sajakah yang perlu diperhatikan dalam melakukan konversi satuan? Kenapa ada 2 jenis satuan depth dalam drilling (feet dan meter)? Bukankah lebih mudah bila diseragamkan penggunaannya seperti nilai null data (-999.25) pada wireline data?

Tanya – athur queen

Dear All,

Mohon bantuannya. Bila melakukan konversi satuan dari feet ke meter. Apakah data bit size, casing size dan hole size (inch) harus diubah ke meter? Agak membingungkan karena yang sering saya dengar misal: bit size 26′ sama dengan 66.04 cm bukan 0.66 m. Apakah semua data juga harus diubah satuannya ato hanya data depth saja? Hal – hal apa sajakah yang perlu diperhatikan dalam melakukan konversi satuan? Kenapa ada 2 jenis satuan depth dalam drilling (feet dan meter)? Bukankah lebih mudah bila diseragamkan penggunaannya seperti nilai null data (-999.25) pada wireline data?
Terima kasih.

Tanggapan 1 – Ridwan Hardiawan

Mbak Athur,

Kalau konversi kenapa harus dibuat semuanya. yang biasanya beda-beda antar perusahaan itu paling tekanan dan kedalaman. Kalau casing size sama bit size itu biasanya standar semua perusahaan pakenya inch. Karena ukuran yang ada di pasar internasional dipakai juga inch – ngikutin standar amerika. Karena darisanalah kebanyakan equipment drilling berasal.

Satuan feet dan meter itu cuma pilihan aja. Orang-orang amerika lebih suka pake feet, perusahaan2 eropa lebih seneng pake Meter.

Masalah mudah atau tidak, itu tinggal kebiasaan aja. 2-2nya sama saja.

Tanggapan 2 – athur queen

Dear Pak Ridwan,

Makasih pak buat pencerahannya. Berarti klo mo konversi satuan baik itu dari feet ke meter ato sebaliknya, data yang perlu dikonversikan cuman satuan unit (feet ato meter) yang bersangkutan tho? Data lain (inch) seperti bit size, casing dan hole size tetap bisa langsung diaplikasikan tanpa perlu diubah? Sewaktu sekolah kan taunya ada sistem SI yang MKS (Metre Kilo Second) dan CGS (Centi Gram Second). Jadi pada saat melakukan konversi feet ke meter, teringat dengan sistem MKS padahal unit satuan inch sering dikonversikan ke centimeter. Sekarang sudah ngerti klo mo konversi ya cukup data depth dan tekanan saja.
Terima kasih ya pak.

Tanggapan 3 – Aroon Pardede

Lho…. apa gak salah nih???? masak dalam menghitung, hanya diubah depth dan tekanannya saja….??? masak bisa data dalam inchi langsung serta merta dimasukkan dalam perhitungan, apa gak kacau tuh….???

Kalau mau melakukan perhitungan, tentunya semua satuannya harus sama dong… masa, kedalaman diubah kedalam satuan feet atau meter, tapi drill bit tetap menggunakan inch.??? lalu, mengukur displacementnya nanti gimana??? ya… harus diubah semua ke satu satuan yang sama….. kalau pakai satuan metrik (meter, MKS), maka semua satuan2 lainnya harus juga mengikut ke standar metrik.

Jadi,ambil contoh, bila data kedalaman dalam meter, drill bit size/casing size dalam inch, kemudian tekanan dalam psi (lbs/inc2), maka data kedalaman itu harus diubah ke satuan, misal ke inch (1 inch = 2.54cm = 0.0254 m). jadi, gak bisa langsung di masuk2kan saja kedalam rumus….. bisa2 blow out tuh nanti rig nya, gara2 salah menentukan mud specific gravity, sebagai akibat dari salah mengubah konversi satuan….

Oh iya, satu lagi, sering rumus2 empirik, punya angka koefisien.
Nah… perlu hati2 dengan rumus2 macam begini, karena biasanya rumus2 begini sudah ada ‘rambu-rambu’nya, satuan-satuannya harus sudah tertentu pula, jadi gak bisa langsung di’tancap’ aja…..

Tanggapan 4 – Ridwan Hardiawan

Pak Aroon,

Anda benar. Hanya saja yang saya tangkap kemarin dari pertanyaan mbak athur, apa kita harus mengkonversi semuanya dulu baru dihitung. Ya yang saya bilang biasanya kalau equipment dalam inch, ya biarkan saja dalam inch ga usah di konversi dulu satu persatu baru dihitung, kan repot.

Kalau saya sih agak-agak males mengkonversi bit ke meter karena angkanya menjadi koma sekian-sekian…, terus nanti casing di konversi, berat dikonversi, ya lumayan menghabiskan waktu.

Kan ga ada produsen bit yang menawarkan brosur dengan ukuran meter … pasti pake inch.

jadi saya biasanya rumusnya saja yang dikonversi. Alias ada konstantanya di rumus tersebut.

Ya ini cuma perbedaan kebiasaan saja.

Tanggapan 5 – athur queen

Dear pak Aroon dan pak Ridwan,

Terima kasih pak buat tanggapannya. Berarti sistem MKS tetap harus diikuti saat melakukan konversi. Klo begitu, balik lagi ke pertanyaan semula, pada saat konversi satuan dari feet ke meter, satuan inch harus dikonversikan ke meter ato centimeter? Menurut standar sistem MKS harusnya ke meter tapi dalam keseharian lebih sering menemukan inch dikonversikan ke centimeter. Seharusnya bagaimana ya?
Terima kasih.

Tanggapan 6 – Ridwan Hardiawan

Mbak athur, biar tidak salah paham.
Mbak athur mau ngitung apa ya, kalau boleh tahu? 🙂

Tanggapan 7 – nugroho adi

Dear Mba Arthur

Jawabannya sederhana, tergantung kebutuhan dan kebiasaan, laporan ingin ditampilkan dalam satuan dan sistem apa.

Tanggapan 8 – Aroon Pardede

Setuju dengan pak Nugroho, dan juga pak Ridwan sebelumnya…

Tergantung mau ditampilkan dalam satuan apa ya… kalo perusahaan US, biasanya mintanya US dimensions, feet, psi, inch, etc.; kalao perusahaan eropa umumnya minta metric dimensions.

Terus setuju juga dengan pak Ridwan, daripada harus konversi satu per satu masing2 parameter yang satuannya berbeda, which is more prone to mistakes, lebih baik kalau pakai rumus yang ada konstanta or koefisien, yang diperoleh dari konversi2 satuan2 variable yang berbeda-beda. So, kalau udah ada koefisien ini, angka2 ‘mentah’ bisa langsung dimasukkan, dan hasil bisa langsung diperoleh sesuai dengan purpose nya….

Tanggapan 9 – Annas Humaidy Faqih

Kasus ini saya kira mirip dengan jika di gambar2 piping/mechanical dipakai satuan inch/mm tapi waktu ketemu gambar2 civil ketemu satuan inch/cm, walaupun untuk satu proyek. Jadi tergantung standar toleransi atau kebiasaan disiplin/user/pelaksana. Kadang dulu pikir saya harus membiarkan itu agar kegiatan konstruksi yg dilakukan di site lancar sesuai kemampuan/pengetahuan pelaksananya. Tapi ini bukan di kasus bor (walaupun berhubungan dikit)..

Share This