Process Engineer adalah pekerjaan yang sangat subjektif, karena diperuntukkan khusus di sektor pekerjaannya, contoh kalau di MIGAS ada upstream dan downstream, sedang process engineer bisa pula khusus bekerja untuk sektor Chemical atau Water Treatment, dll.
Biasanya ada sebuah pohon dengan cabang2nya di sektor2 industri tersebut yang mana bisa dilihat misal Process Engineer di upstream MIGAS harus mengetahui berbagai karakter proses dengan cabangnya, kalau di downstream atau sektor lain maka cabang2nya akan sedikit berbeda. Induk mungkin sama tetapi cabang atau turunannya akan berbeda sesuai sektornya .

Tanya – d’Jogbala

Dear all,

Mohon informasinya bagi yang mengetahui pihak yang sering/bisa mengadakan kegiatan training atau pelatihan tentang Flaring (& Venting) system dan sejenisnya seperti pengenalan program FlareNet dll, lebih bagus lagi kalau yang ada di seputaran Balikpapan. Thanks b4.

Tanggapan 1 – Alvin Alfiyansyah

Dear Mas Ashari,

Apa tidak lebih baik belajar dari Tutorialnya saja dulu …? Setahu saya software tersebut tidaklah sebegitu rumit dibandingkan dengan Hysis jika ingin dipelajari. Maaf, saya tidak tahu apakah ada pihak yang pernah mengadakan training utk software semacam FlareNet di Balikpapan. Mungkin ada teman2 Process Engineer yang bisa membantu …?

Tanggapan 2 – d’Jogbal

Mas Alvin,

Mungkin pertanyaan saya salah. kalau masalah software/tools process saya setuju, lebih baik kalau belajar mulai dari Tutorialnya karena dulu saya belajar Hysys juga dengan cara seperti itu. berhubung saya masih ‘nol’ tentang flaring system jadinya saya menyebut FlareNet, mungkin lebih baik kalau pertanyaanya saya perlebar dengan Training/Pelatihan/Kursus apa yang sebaiknya di-ikuti seorang Process Engineer ? tentunya selain yang bisa kita peroleh secara otodidak dan memang penyelenggaraanya ada di Indonesia.

Tanggapan 3 – alfa kemang

Saya sependapat dengan usul mas Ashari.

Mudah-mudahan ada yang menyelenggarakan kursus ini.
katakan lah dengan topik seperti : ‘TRAINING PROCESS ENGINEER FOR NON PROCESS ENGINEER’.

Kalo ada, saya mau daftar doong…tapi jangan mahal2 yah perlu nabung yang lama untuk bayar training.

Tanggapan 4 – Alvin Alfiyansyah

Dear Mas Ashari dan Mas Alfa,

Terus terang saya tidak tahu apakah sudah pernah ada training dengan judul semacam itu …? Process Engineer ini pekerjaan yang sangat subjektif, karena diperuntukkan khusus di sektor pekerjaannya, contoh kalo di MIGAS ada upstream dan downstream, sedang process engineer bisa pula khusus bekerja utk sektor Chemical atau Water Treatment, dll.
Biasanya ada sebuah pohon dengan cabang2nya di sektor2 industri tersebut yang mana bisa dilihat misal Process Engineer di upstream MIGAS harus mengetahui berbagai karakter proses dengan cabangnya, nah kalo di downstream atau sektor lain maka cabang2nya akan sedikit berbeda. Induk mungkin sama tetapi cabang atau turunannya akan berbeda sesuai sektornya …

FYI, Kebetulan pula FlareNet tersebut adalah sebuah software khusus utk flaring network analisis, salah satunya. Jadi tadinya saya kira anda mau bicara soal software tersebut disini. Kalo suka otodidak, maka ada beberapa pocket book yang dapat anda search tgg flaring, tapi sayang saya kurang ingat judulnya, mungkin ada rekan lain yang dapat membantu…?

Thanks for your attention, CMIIW.

Tanggapan 5 – harry alfiyan

Ikutan nimbrung nich ya..

Setahu saya flaring dan venting system digunakan untuk treament gas buang dari oil and gas industry, tujuannya agar gas yang di vent memenuhi standar ambang batas yang telah ditetapkan pemerintah. Untuk training dan pelatihan, saya yang sekarang sedang berkecimpung di ‘lahan’ ini memberikan info bahwa di tempat saya bekerja biasa memberikan training sejenis karena perusahaan kami juga bisa supply produk sejenis dan tentunya juga beserta trainingnya.

Tanggapan 6 – Crootth Crootth

Dear All,

Saya kira pelajaran mendasar mengenai process engineering sudah ada di www.migas-indonesia.net yang dituliskan oleh Cahyo Hardo. Sebagai pengantar ke ilmu process engineering, uraian Cahyo bolehlah dimanfaatkan.

Mengenai training Process Engineering, kalau saya pribadi mengikuti beberapa kali training di JM Campbell, kemudian saya juga mengikuti trainingnya Maurice Stewards, dan beberapa lainnya.

Mau training atau tidak itu dilihat dari tujuannya. Saya melihat tujuan training itu ada tiga yang terutama:

1. Sebagai refresher, untuk yang demikian yang lebih penting adalah trainingnya menyenangkan… bukan bahan trainingnya. Bahan trainingnya mungkin saja si peserta sudah hafal karena sehari hari mereka melakukan itu.

2. Sebagai sarana memperkaya ilmu, untuk yang ini sebaiknya dicari yang lecture nya berpengalaman lapangan sekaligus secara akademis prestasinya mengagumkan. Tak lupa kemampuan berkomunikasinya juga diperlukan.

3. Sebagai sarana memperluas jaringan dan wawasan, untuk training seperti ini sebaiknya di luar negeri agar kita tahu perkembangan ilmu process engineering di luar negeri seperti apa, lalu pengalaman yang dibagikan dari peserta lain seperti apa.

Training apa saja yang dibutuhkan oleh process engineer?

Yang paling umum adalah Gas Processing dan Oil Processing

Kemudian bolehlah di lanjutkan secara mendalam mengenai (namun tidak terbatas pada) Separation Technology, Heat Exchanger, Pumps, Compressors, Gas Dehydration, LNG, LPG, Piping and Pipeline, Process safety dan Process Control.

Mengenai Pak Harry yang menawarkan training tentang flaring. Training tentang flaring tidaklah sesederhana pengetahuan mengenai Pressure relief semata. pengetahuan mengenai kasus kasus aktual yang berhubungan dengan Pressure relieving (terakhir Texas City Refinery accident), pengetahuan mengenai kasus relief kareana fire, mengenai blowdown, mengenai setting pressure yang tepat untuk kasus kasus tertentu, Flaring untuk liquid yang high viscous, runaway reaction dan relief untuk gas dengan CO2 tinggi. Semuanya musti dikombinasikan dengan pengalaman lapangan. Apakaha training yang anda tawarkan menyangkut ini semua?