Select Page

Definisi SCC adalah korosi yang terjadi karena adanya : a. Material (misal brass akan mudah terkena SCC bila ada amonia, austenite SS dengan klorida, dan high strength steel dg hidrogen); b. Lingkungan (temperatur, pH, H2S); c. Stress.

Tanya – hendra MT

Dear All,

Kepada rekan2 yang berkecimpung di bidang korosi. Saya ada beberapa pertanyaan tentang stress corrosion cracking (SCC) pada material stainless steel (SS 304or SS 316) Dari literatur yang pernah saya baca, disebutkan bahwa syarat terjadinya SCC tersebut ada 3, (1). temperatur, (2). adanya stress pada material, (3). adanya media chlorine.

Pertanyaan saya:

1. Apakah benar bila ketiga syarat diatas terpenuhi akan terjadi SCC.Bagaimana kalau salah satu atau salah duanya tidak ada, dan mana yang paling dominan yg akan menyebabkan SCC dari ketiga syarat diatas.

2. Apakah ada persyaratan lain selain yang tiga diatas.

3. Berapa minimum temperature untuk terjadinya SCC.

4. Berapa minimum (ppm) chlorine content untuk terjadinya SCC.

Terimakasih atas perhatiannya.

Tanggapan 1 – bonybudiman

Pak Hendra,

1 dan 2. Definisi SCC adalah korosi yang terjadi karena adanya :

a. Material (misal brass akan mudah terkena SCC bila ada amonia, austenite SS dengan klorida, dan high strength steel dg hidrogen)

b. Lingkungan (temperatur, pH, H2S)

c. Stress

Yang dominan adalah materialnya dan stress. Kalau salah satunya tidak ada misal stress nya tidak ada maka jenis korosinya tentu bukan SCC namanya, atau malah tidak terjadi korosi.

3 dan 4. Berdasarkan NACE MR-01-75 dan NORSOK M-001. Untuk material 316, kondisi yang harus dihindari agar tidak terjadi SCC adalah sbb:

Mat. Cl- (ppm) pH2S(psia) T ( C )

316 < 10,000, pH > 3.5 < 0.74 < 60

< 50,000, pH > 3.5 < 1.74 < 60

Bila partial pressure H2S nya cukup tinggi maka kondisi yang harus dihindari adalah :

Material Cl- (ppm) pH2S(psia) T ( C )

316 unlimited < 15 < 60

< 50 < 50 < 60

Terima kasih

Tanggapan 2 – Muiz, Amrullah (talisman-energy)

Pak Bony yth.

Menarik mengikuti diskusi ini, bapak punya referensi pengaruh kecepatan jenis fluida terhadap laju korosi, misalnya untuk produce water (Cl- 13000 ppm )dengan fluid velocity 5 barrels/detik..maka laju korosinya sekian mpy itu yang pertama, kemudian pengaruh total disolve solid dalam fluida.
Demikian, terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 3 – bonybudiman

Ada Pak, Bapak bisa lihat di NORSOK software, saya lagi cari2 dimana saya simpan filenya.

Di software ini Bapak bisa menganalisis berbagai variabel dengan pengaruh angka seperti pH, laju alir, pressure, gas terlarut, ion terlarut. Dll.
Nanti kalau sudah ketemu saya kirim ke Mas Budhi untuk diupload….
Terima kasih