Select Page

Chemical yang biasa digunakan untuk mengatasi oil spill dikenal dengan nama OIL SPILL DISPERSANT (OSD). Ada beberapa jenis oil spill dispersant berdasarkan cara kerjanya : 1. OSD tipe pengumpul, artinya chemicalnya akan mengumpulkan minyak (melokalisir) agar tidak menyebar lalu dilanjutkan dengan pengambilan/penyedotan minyak yang telah terkumpul tadi ; 2. OSD tipe pemecah, artinya partikel minyakl akan dipecah hingga sangat kecil lalu akan tersebar dengan bantuan arus laut. Dengan terpecahnya partikel minyak maka konsentrasinya pun akan menjadi kecil ; 3. OSD tipe penggumpal. Artinya tumpahan minyak akan dikumpulkan lalu setelah ukuran partikelnya cukup besar dengan sendirinya akan tenggelam. Tiap jenis digunakan pada kasus yang berbeda2 tergantung banyaknya tumpahan, kondisi lingkungan sekitar dll. OSD harus memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh badan akreditasi Migas karena chemical tersebut langsung akan bersentuhan dengan biota laut.

Tanya – nyoman-enerkon

Dear Rekans,

Mohon pencerahaannya, secara saya sangat awam dengan pekerjaan offshore serta troubleshootingnya.

Ada yang ingin saya tanyakan mengenai prosedur pembersihan tumpahan minyak (oil spill) di laut / pantai, pada wshop kmi-3m sedikit di singgung mengenai penanganan oil spill tsb sbb:

1. menggunakan seperti kain gulungan (mohon maaf saya lupa namanya) untuk melokalisir oil spill agar tidak meluas, kemudian pembersihannya dengan menggunakan oil pump

2. menggunakan chemical tertentu untuk mendisversi (cmiiw) minyak.

Yang ingin saya tanyakan adalah point no 2, secara praktis berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari bberapa orang rekan, memang inilah yang menjadi pilihan pertama (instead of point no 1) bila terjadi oil spill, tetapi adakah pengaruh jangka pendek atau bahkan jangka panjang karena penggunaan chemical ini, jenis chemical apa yang digunakan,mengacu pada standard/code apa (jika ada),dan hubungannya dengan peraturan lingkungan hidup di indonesia?

Mohon pencerahannya.

Terimakasih sebelumya,

Tanggapan 1 – bonybudiman

Pak Nyoman,

Chemical yang biasa digunakan untuk mengatasi oil spill dikenal dengan nama OIL SPILL DISPERSANT (OSD). Ada beberapa jenis oil spill dispersant berdasarkan cara kerjanya :

1. OSD tipe pengumpul, artinya chemicalnya akan mengumpulkan minyak (melokalisir) agar tidak menyebar lalu dilanjutkan dengan pengambilan/penyedotan minyak yang telah terkumpul tadi.

2. OSD tipe pemecah, artinya partikel minyakl akan dipecah hingga sangat kecil lalu akan tersebar dengan bantuan arus laut. Dengan terpecahnya partikel minyak maka konsentrasinya pun akan menjadi kecil.

3. OSD tipe penggumpal. Artinya tumpahan minyak akan dikumpulkan lalu setelah ukuran partikelnya cukup besar dengan sendirinya akan tenggelam.

Tiap jenis digunakan pada kasus yang berbeda2 tergantung banyaknya tumpahan, kondisi lingkungan sekitar dll.

OSD harus memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh badan akreditasi Migas karena chemical tersebut langsung akan bersentuhan dengan biota laut.

Terima kasih

Tanggapan 2 – Herry Putranto – PT. Cendrawasih

Pak Nyoman

Hanya menambahkan info saja, Oil Spill dilaut yang Bapak maksud seperti kain gulungan itu biasanya di sebut SNAKE karena bentuknya memang seperti Ular,yang biasa dipergunakan di Indonesia adalah SLICKBAR dan kalau gak salah sudah di produksi lokal di Delta Silicon Lippo Cikarang.

Selain dilaut Oil Sorbents ini juga biasa digunakan untuk membersihkan tumpahan2 BBM di SPBU, Depot BBM atau Avtrur di Airport dll, kalau yang ini bentuknya pads . Penggunaan Chemical lainnya berbentuk Powder.

Tanggapan 3 – Arijoso Ambio

Pak Herry/pak Nyoman,

Sedikit menambahkan, untuk oil spill di laut bisa menggunakan Absorbent Boom atau Pad.
Kedua produk ini hanya menyerap Hidrokarbon ( Hydrophobic ).
Produk ini juga sudah dipergunakan di Indonesia dan diproduksi oleh Gator-PT Inti Fajar Pratama.

Mas Dani & rekans,

Setelah coba cari2 referensi di inet, saya temukan bahwa chemical dispersant akan bertindak sebagai detergent yang akan mengikat minyak dan membuatnya settle atau tenggelam ke dasar laut, sedangkan hal tsb masih beracun.

Copy paste dari http://en.wikipedia.org/wiki/Oil_spill

Dispersants: Dispersants act as detergents, clustering around oil globules and allowing it to be carried away in the water.While this makes the surface look pretty, it only spreads the oil around. This can be a benefit since smaller oil droplets, scattered with currents, may cause less harm and may be easier to degrade. However, the dispersed oil droplets readily sink and can lethally contaminate coral. Moreover, recent research indicates that dispersants themselves are toxic to corals.

Ini yang menjadi bahan pertanyaan saya, adakah regulasi kita yg mengatur hal tsb?sekalian menambah pertanyaan, ada berapa kasus oil spill di perairan indonesia dan bagaimana penanganannya?

Mohon maaf jika banyak bertanya, secara saya betul2 awam dengan kegiatan offshore, dan ingin menambah wawasan saya tentang offshore.

____________________________________

Selamat Pagi Mas,

Salam kenal dari saya Dani

Memang betul seperti yang mas sampaikan untuk penanganan oil spill. dilokalisir dulu untuk nanti diambil.

Berubungan dengan chemical, biasanya dipake dispersant. dengan dispersant ini nantinya minyak akan diikat dan menggumpal sehingga lebih mudah dilakukan pengambilan. Spill yang sudah diangkut tadi harus dikelola sehingga tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan Bulan November 2007 ini dapat dilihat dalam file berikut:

Share This