Select Page

Pada kasus perubahan besar SG (densitas)yang tidak diikuti oleh perubahan viskositas, maka secara logika untuk Q (kapasitas aliran) yang sama maka untuk fluida dengan SG yang lebih besar maka pompa akan menghasilkan H (head) yang lebih besar dan membutuhkan BHP yang lebih besar pula tentunya. Karena head statik pompa centrifugal adalah merupakan konversi dari energi kinetik fluida (1/2 mV2) yang diperikan oleh putaran impeler pompa menjadi energi tekanan statik yang dihasilkan oleh difuser pompa. Sedangkan kapasitas aliran adalah berbanding lurus dengan kecepatan aliran fluida. Jadi dengan kapasitas aliran fluida yang sama tetapi dengan massa yang lebih besar (SG, density lebih besar) tentu tekanan statik yang dihasilkan juga lebih besar. Selanjutnya tentu saja Head yang lebih besar dan akan memerlukan suplai daya yang lebih besar, karena BHP berbanding lurus dengan QxTHDxSG.

Tanya – ibnu

Dh rekan2 semua

Saya masih sangat awam di dunia perpompaan. maka itu saya beranikan diri utk menanyakan salah satu hal tentang hub densitas dan head.

Betulkah semakin tinggi densitas fluida yg dipopmpakan kita justru membutuhkan head yang semakin kecil? Mohon pencerahan dr rekan2..

Tanggapan 1 – Ilham B Santoso

Salam Mas Ibnu,

Mungkin yang dimaksud mas Ibnu adalah pengaruh densitas fluida terhadap performance pompa (dalam hal ini head dan kapasitas aliran)? Kalau ini yang dimaksud tentu saja sifat fluida, terutama viskositas dan spesific gravity fluida, akan mempengaruhi performance pompa. Pada umumnya kurva performance pompa, apabila tidak ada keterangan secara khusus, adalah menggambarkan performance pompa bila digunakan untuk memompakan fresh water. Apabila pada service di lapangan tidak melayani fresh water tetapi fluida dengan viskositas dan specific gravity yang berbeda dari fres water maka kurva performance tersebut harus dikoreksi dengan memperhitungkan pengaruh viskositas dan specific gravity fluida yang akan dilayani.

Secara logika sederhana, apabila fluida fresh water diganti dengan fluida lain dengan viskositas sama dengan fresh water tetapi specific gravity nya lebih tinggi (densitas lebih tinggi) maka untuk kapasitas aliran yang sama tentu pompa akan menghasilkan head yang lebih tinggi dan kebutuhan daya yang lebih tinggi pula. Atau dengan kata lain bila kita membutuhkan service pompa dengan Q1 dan H1 untuk fluida dengan densitas SP1, dimana SP1 lebih besar dari densitas fresh water, tetapi viskositasnya sama dengan fresh water, maka dapat dipilih pompa yang apabila dioperasikan dengan fresh water dapat mendeliver Q2 dan H2, dimana Q2=Q1, dan tentu H2

Tanggapan 2 – Nazaruddin

Salam untuk Mas Ibnu dan Pak Ilham,

Saya ingin menambahkan sedikit mengenai topik ini, semoga bermanfaat.
Ambil contoh sebuah pompa centrifugal yg memompakan air ( SG=1) katakanlah dengan flow rate 1000 bpd dan discharge pressure 200 psi. Jika air kita ganti dengan liquid lain dengan viskositas yg sama dgn air tetapi SG katakanlah 1.2, maka discharge pressure akan naik diatas 200 psi dan flow rate akan turun menjadi lebih kecil dari 1000 bpd. Kondisi yang sama terjadi jika liquid kita ganti lagi dengan nilai viskositas yg lebih besar dari air. Hal ini terjadi karena head loss berbanding lurus dengan SG dan viskositas.

Untuk pompa positive displacement kasus seperti diatas tidak akan terjadi. Pompa positive displacement akan menghasilkan flow yang konstan pada speed ( RPM) tertentu. Perubahan SG dan viskositas hanya mempengaruhi discharge pressure dan selanjutnya akan menaikan/menurunkan kosumsi daya ( breake horse power.

Tanggapan 3 – ibnu

Terima kasih pak Ilham dan Pak Nazaruddin utk tanggapannya.

Saya agak bingung karena kalau tidak salah Rumus Head dan preesure adalah = diff Head = pressure x 10/SG.

Nah jika kita menghitung pressure drop dan didapatkan pressure drop,misalkan 2 bar utk SG 1,2 berarti nilai diff headnya = 2 x 10/1.2 = 16,7 m.
Jika kita mendapatkan performance curve water dari pump manufacture dengan diff head 20 m (= 2 x 10/1),asumsi semua di kapasitas yg sama, pompa tersebut bisa dipakai tidak pak?

Mengingat kalau dilihat sekilas Head berbanding TERBALIK dengan SG.Apakah bisa diartikan semakin berat fluida justru dibutuhkan hanya ‘sedikit’ head? Mohon pencerahannya.

Tanggapan 4 – yudha wijaya@ikpt

Dear Pak Ibnu,

Hati-hati Pak Ibnu tentang definisi dari head… apakah head hasil perhitungan tersebut head yang dihasilkan pompa atau head yang diperlukan untuk dapat mengalirkan fluida?

Kalau pendapat saya… rumus tersebut adalah untuk menghitung head yang dihasilkan oleh pompa sehingga apabila SG fluida lebih berat dari air, besar head yang bisa dihasilkan oleh pompa akan semakin kecil. Begitu kira-kira pak ibnu…..

Tanggapan 5 – Fadhli Halim@rekayasa

Sekedar menambahkan,

Perhitungan SG dibagi 2:

1. Untuk Liquid: SG = Liquid Mass density/62.4 (water mass density)

2. Untuk Gas: SG = Gas molecular weight/29 (air molecular weight)

Differensial head adalah selisih Discharge dan Suction dari sebuah equipment. Jadi memang benar, jika sebual fluida liquid memiliki mass density yang besar maka head yang dihasilkan juga kecil (artinya daya keluaran pompa / discharge pressure dari pompa juga kecil. Demikian juga sebaliknya.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan Bulan Desember 2007 dapat dilihat dalam file berikut:

Share This