Select Page

Mohon Penjelasannya, misalnya saya melakukan pengelasan split tee untuk keperluan hot tapping dengan data : SMAW T BW Single V Groove FW API 5L 3 A5.1 A5.5 t10 D407 Horizontal Fixed UH ss mb. Apakah diperbolehkan mengelas menggunakan Backing plate dengan tebal 4mm lebar 3 mm yang saya letakkan pada butt weld dengan menscrub pinggir split tee setebal backing plate tersebut ? dengan alasan karena pressure pada existing pipe dianggap tinggi walaupun masih pada MAOP dimana akan membuat pengelasan lebih aman karena menghindari kontak panas secara langsung ke material dimana backing plate digunakan pada pengelasan diameter pipa 6′ keatas saja.

Tanya – adjie prahara

Dear Rekan2

Mohon Penjelasannya :

Misalnya saya melakukan pengelasan split tee untuk keperluan hot tapping dengan data :

SMAW T BW Single V Groove FW API 5L 3 A5.1 A5.5 t10 D407 Horizontal Fixed UH ss mb. Apakah diperbolehkan mengelas menggunakan Backing plate dengan tebal 4mm lebar 3 mm yang saya letakkan pada butt weld dengan menscrub pinggir split tee setebal backing plate tersebut ? dengan alasan karena pressure pada existing pipe dianggap tinggi walaupun masih pada MAOP dimana akan membuat pengelasan lebih aman karena menghindari kontak panas secara langsung ke material dimana backing plate digunakan pada pengelasan diameter pipa 6′ keatas saja.
Saat membeli splittee supplier tidak mensertakan backing plat tersebut apakah saya harus menguji chemical composition backing plat tersebut? Apakah juga harus dilakukan parameter yang lain?
Mengapa pada saat saya melakukaan mechanical test dengan menggunakan backing plate saya menemukan IP 0,9mm pada bagian butt weld nya padahal sya sudah melakukan fit up split tee 100% dengan joint detail yang sesuai pada wps ?
Apakah saya bisa mengganti proses pengelasannya dengan kombinasi GTAW-SMAW berikut filler metalnya ER-70S dan LH 7018 saya membaca di British Gas code tebal minimum yang bisa di las atau pun di hottap 4.8 mm ada juga yang bilang min. 6 mm ada juga yang 5 mm sebenarnya yang direkomendasikan yang seperti apa?Apakah yang dimaksud Cold tapping?Saya sering melakukan pengelasan dengan kondisi ampere/tegangan mesin Las yang tidak stabil bagaimana yang effective memonitor HI dan trevel speed sedangkan gak mungkin kan kita meaikkan dan menurunkan parameter mesin las terus menerus karena itu juga bisa menghambat kerja welding ?Dimana saya bisa mendapatkan tentang proses pengelasan untuk branch connection dan tehnologi Hottap.
Trimakasih.

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dear Pak Adjie,

Saya sebenarnya kurang jelas gambaran yang diberikan pak adjie, tapi asumsi saya pak adjie sudah ada split tee nya . saya asume model tdw . opini saya kalau mau hot tap harus hitung dulu derating factor nya, kalau kebetulan pipeline operasinya dibawah kekeuatan pipeline setelah di derating go ahead dengan welding split tee bagian bawah dan atas nya. selanjutnya biasa bor ambil coupon nya dan selesai.

Kalau tekanan operasi diatas max pressure after derating, yah minta rekan di operation untuk turun dulu selama pak adjie mengerjakan welding. Saya tidak faham istilah backing plate nya pak Adjie jadi tidak di comment . ??

Tanggapan 2 – Annas Humaidy Faqih

Pak,

1. Kawat las ER70S class SFA A5.18 berarti ganti WPS. Kalau E7018 class A5.5. Jika misal WPS root pakai EXX10 dan familier dengan weldernya, kenapa tidak diinvestigasi faktor penyebab IP 0,9mm seperti dengan welding cover (tenda), brushing interpass yg lebih bersih/cermat, faktor welder, pemilihan mutu kawat las, dll.

2. Jika backing plate 4mm diletakkan begitu, apakah gap (root face) antara split tee dan plate dibiarkan tidak fusi? Maka bapak harus memberikan penjelasan berupa calculation wall thickness setebal weld metal (lasan di atas backing plate itu) memenuhi syarat kekuatan. Referensi lihat ASME B31.3 para 304.1.2.

3. Welder hottap lebih tahu, bahwa welding hottap yg paling krusial cuma di pass 1 & 2 (root). Ketika root selesai, si welder sudah sangat2 rileks karena 2/3 faktor bahaya sudah terlampaui. Dan pengelasan root dia atur penetrasi fusi cuma separo tebal weldment (manik las).

4. Rata2 tebal manik las 3mm, jk separonya sebagai angka burn-up (1,5mm) di root ditambahkan pada calculation required thickness (dgn ASME B31.3 para 304.1.2) ditambah faktor safety 30%, maka didapat angka minimum available existing pipe wall thickness (dikomparasi dengan angka 4,8mm itu, diambil yg terbesar).

5. Sebaiknya dilakukan dulu NDT-RT pada lasan yang mau di mechanical test sehingga diketahui kondisi/posisi mutu lasan terbaik. Jika langsung mechanical test, random sampling hanya buang2 energi dan waktu.

6. Material tee umumnya A234 WPB, di ASME IX QW/QB-422 masuk P.no.1 – G.no.1. Material backing plate harusnya bersesuaian (P.no & G.no) sehingga anda bisa enjoy dgn fokus cuma pada base metal, tee, & filler.

7. HI didapat dari perhitungan. Travel speed hitung ketika welder menempelkan & mengakhiri kawat, ambil rata2nya. Parameter listrik diambil di posisi waktu ke 20%-80% dari waktu travel, ambil nilai median & modus, jika perlu pakai 2 multimeter.

8. Cold tapping adalah aktivitas tapping pada line yg tidak live.

Smoga membantu & enjoy.

Share This