Untuk penentuan Ca ini biasanya bisa dilakukan pendekatan dengan 2 cara : 1. pendekatan design life, pertama yang harus diketahui adalah corrosion rate masing2 equipment thd lingkungan dan beban operasinya, biasanya satuannya adalah (mm/year) adalah metal loss yg terjadi (mm) selama setahun (yr), kalo dah ketemu kalikan saja dengan design life equipment, misal: ketemu corrosion ratenya 0.075mm/year, jika kita mendesign equipment atau pipeline misalnya beroperasi selama 20 tahun maka Ca=Corr.rate x Dsgn.Life (0.075×20=1.5mm), jadi Ca=1.5mm ; 2. yang kedua adalah pendekatan dengan Codes/standard atau project specs (inipun sebenarnya didapatkan dari record ribuan bahkan jutaan pengalaman lapangan pada kasus serupa, dan verifikasi perhitungan lab tentunya), misal: untuk pipa offshore bisa merujuk di DNV F101 atau ANSI B31.8, dll

Tanya – SALEH WARDAMA

Dear rekan2 Engineer..Piping and Material

Sebenar-nya basic saya adalah Piping Engineer / Stress,tetapi sekarang mencakup lagi ke Material Eng.

Sekarang saya sedang membuat Pipe Specification Indek u Project Power Plant !dari banyak servis power plant ( Steam LP,HP, Kondensate, Raw Water dll ),karena sudah ada data Temperatur dan Pressure Design,,sementara untuk Flange Rating, Valves, etc komponen , Rating bisa aq dapatkan dari P-T Rating..etc ! dari sekian banyak servis tersebut,,tentu berbeda juga pipe material-nya ( spec ASTM )..
Yang saya g’ tau,,bagaimana dan pencerahan-nya,,mengenai Corrosion Allowance untuk setiap material, karena setahu saya, Corrosion Allowance itu juga tercakup dalam Wall Thickness pipe ! beda Corrosion allowance tentu beda Wall Thickness dan tentu nanti beda Schedule pipe..dan lebih yang saya takutkan lagi,perhitungan Corrosion Allowance sangat berpengaruh terhadap boleh tidak system pipa dan equipment !
( Secara teoritik Caesar II, Pernah saya coba, untuk CA yang 2x kali awal,,memberikan pengaruh significant terhadap Stress dan Nozzle load Equipment..).

Mohon pencerahannya dan refer kemana?

Tanggapan 1 – Dafi

Mas Saleh,

Sepanjang pengalaman saya mendesign, untuk penentuan Ca ini biasanya saya lakukan pendekatan dengan 2 cara,

1. pendekatan design life, pertama yang harus diketahui adalah corrosion rate masing2 equipment thd lingkungan dan beban operasinya, biasanya satuannya adalah (mm/year) adalah metal loss yg terjadi (mm) selama setahun (yr), kalo dah ketemu kalikan saja dengan design life equipment, misal: ketemu corrosion ratenya 0.075mm/year, jika kita mendesign equipment atau pipeline misalnya beroperasi selama 20 tahun maka Ca=Corr.rate x Dsgn.Life (0.075×20=1.5mm), jadi Ca=1.5mm

2. yang kedua adalah pendekatan dengan Codes/standard atau project specs (inipun sebenarnya didapatkan dari record ribuan bahkan jutaan pengalaman lapangan pada kasus serupa, dan verifikasi perhitungan lab tentunya), misal: untuk pipa offshore bisa merujuk di DNV F101 atau ANSI B31.8, dll.

Kalo ada yg salah mohon dikoreksi, jika ada tambahan dari rekan lain, monggo.

Tanggapan 2 – mmunajah

Mas Saleh kalo utk Plant termasuk Power Plant refer to Standard ANSI B31.3, kalo yg disampaikan mas Dafi B31.8 utk pipeline/tranportationline gas.
Kemudian yg perlu diketahui mas Saleh, Ca harusnya tdk diikutkan dlm perhitungan load pipa (MAWP, DP, dll) krn Ca ini didedikasikan utk korosi, artinya kalo pipa sdh terkorosi setebal Ca hrsnya pipa msh bisa menahan pressure sesuai design.

Jadi kalo tahap design: hitung dulu tebal pipa sesuai Design Press, baru ditambah Ca.
Kalo tahap review: Ca dikurangkan dl dr tebal total, baru dihitung MAWPnya/kemampuan menahan load. Kalo ga dikurangkan, yaa.. akan keliatan over design, pdhl Ca didedikasikan utk korosi.

Tanggapan 3 – Nasrul Syahruddin@badaklng

Untuk CA saya sepakat bahwa tambahan tsb didedikasikan untuk korosi yang dihitung berdasarkan corrosion rate material terhadap service-nya untuk design lifetime. Namun yang menarik buat saya justru pertanyaan Pak Saleh berikut :

‘( Secara teoritik Caesar II, Pernah saya coba, untuk CA yang 2x kali awal,,memberikan pengaruh significant terhadap Stress dan Nozzle load Equipment..)’.

Untuk model dan pembebanan yang sama, penambahan tebal (dari CA) seharusnya tidak mempengaruhi stress yang timbul.
Ada yang bisa memberikan pencerahan ?

Tanggapan 4 – M. Teguh

Pak Saleh,

Saya setuju kalau CA harus tidak diikutkan dalam perhitungan MAWP pipa itu sendiri.
CA berpengaruh pada life time pipa dan pada perpipaan keseluruhan karna akan mempengaruhi tebal pipa. Tebal akan mempengaruhi volume dan massa pipa (massa = density x volume).
Dalam software pipestress analysis seperti CAESAR tentu akan besar pengaruhnya terhadap stress perpipaan (sustained load) seperti pada nozzle, supports dsb.
Jadi menurut saya CA memang harus dimasukkan dalam perhitungan stress sistem perpipaan, bukan untuk keamanan dari segi MAWP, tapi menjamin lifetime dan yang lbih penting stress sistem secara keseluruhan.