Select Page

Masyarakat di beberapa negara Afrika, seperti halnya Ghana menggunakan ‘Ban Dalam’ kendaraan untuk mendistribusikan biogas tersebut ke beberapa wilayah sekitar. Ada beberapa wilayah lainnya yang mungkin sedkiti lebih maju, mereka sudah menggunakan jaringan ‘pipeline’ dari pipa2 sederhana (pvc) yang bisa secara langsung dihubungkan ke domestic/rumah2. Dari aplikasi2 yg terlihat cukup sederhana tersebutlah kita mungkin kita bisa sedikit menyimpulkan bahwa halnya pendistribusian melalui tabung LPG sangatlah mungkin dilakukan terutama sekali jika dikaitkan dengan hal2 terkait lainnya seperti halnya nilai2 effektifitas serta ekonominya.

Tanya – Anang Syaifudin (LOGISTIC-EXPORT)

Dear milister,

Mohon tanya, mungkinkah kita memasukkan biogas hasil dari peternakan
Ke dalam tabung seperti halnya pada LPG yg dijual secara komersial?
Dan bagaimanakah kira2 cara (pelaksanaannya) untuk memasukkan biogas tersebut ke dalam tabung? Terimakasih atas jawabannya.

Tanggapan 1 – Cahyo Laksono Hadinoto

Yth P’ Udin,

Maaf sebelumnya,

Saya kebetulan ada pengalaman sedikit yang kedengarannya cukup ‘unik’ perihal pendistribusion biogas ke masyarakat.
Masyarakat di beberapa negara Africa, seperti halnya Ghana menggunakan ‘Ban Dalam’ kendaraan untuk mendistribusikan biogas tersebut ke beberapa wilayah sekitar (maaf saya lupa nama districnya). Ada beberapa wilayah lainnya yang mungkin sedkiti lebih maju, mereka sudah menggunakan jaringan ‘pipeline’ dari pipa2 sederhana (pvc) yang bisa secara langsung dihubungkan ke domestic/rumah2. Dari aplikasi2 yg terlihat cukup sederhana tersebutlah kita mungkin kita bisa sedikit menyimpulkan bahwa halnya pendistribusian melalui tabung LPG sangatlah mungkin dilakukan terutama sekali jika dikaitkan dengan hal2 terkait lainnya seperti halnya nilai2 effektifitas serta ekonominya.

Tanggapan 2 – zulfan adi putra

Pak Udin,

Di US and EU, biogas sudah digunakan dgn lbh advanced daripada apa yg telah dikembangkan di Indonesia. Klo kita googling, ntar pasti ketemu banyak perusahaan2 yg telah mengembangkan biogas ini dalam skala industri dan utk kepentingan yg lbh luas.

Process pengolahannya (biogas dari anaerobic digester ke bahan bakar biogas) kurang lbh mirip dgn ketika kita mengolah natural gas dgn sedikit modifikasi tergantung spesifikasi produk dan feednya. Di US sana, anaerobic digester nya tidak lg ukuran meter2an, ttp udah dalam ukuran hektar spt lapangan bola.

Di Swedia, sejak tahun 2005 kemarin, biogas-powered train udah dioperasikan. Seperti halnya natural gas yg udah banyak digunakan sbg bahan bakar dalam kenderaan spt taksi, biogas jg bisa digunakan spt itu.

Mengikut kata Pak Cahyo, biogas memiliki kemungkinan utk diproduksi dan didistribusi secara komersial spt LPG dgn pertimbangan2 tertentu.

Tanggapan 3 – Anang Syaifudin (LOGISTIC-EXPORT)

Dengan hormat,

Mohon pencerahan

Kira kira bagaimana pelaksanaan untuk mentransfer biogas dari digester
Ke dalam tabung, sehingga tabung menjadi bertekanan seperti halnya tabung lpg dgn tekanan kalo tidak salah 4 bar (saat penuh).
Apakah memakai compressor ? atau disedot pakai blower?

Terimakasih atas pencerahannya.

Tanggapan 4 – roeddy setiawan

Dear Pak Anang,

Wah rencana yng baik ini pak, secara konsep apa yang pak anang maksudkan mungkin sekali dilakukan tapi dari konsep ke product jadi siap dipakai tentunya masih banyak tahapan yang harus dilalui untuk mitigasi hazzard dan juga mengurangi resiko, apalagi kalau sudah diadopt publik jadi makin runyam.

Secara konsep lagi kita misalkan kalau pak anang punya kompressor, punya oxigen sensor. nah ini jadi lebih mudah.

Karena biogas adalah mostly methane + uap air+CO2 ini idealisasi biogas nya.

Ada kemungkinan, karena reaktor pak anang dibuat sedemikian rupa, pada saat feedstock masuk selalu ada oxigen jang menjadi clandestine alhasil product nya selalu mengandung Oxigen , jadi seperti premix.

Nah adanya oxigen in meningkatkan bahaya, kalau kebetulan pas campurannya bisa menyala dan meledak. disinilah sekarang sensor pak anang dimanfaatkan, bagai manapun caranya oxigen + biogas tsb harus ditaruh pd konsentrasi mixture nya ada diatas flamability limit, ini tidak saja pada saat di suction alat untuk masukan ke container tapi di temp dan tek discharge. saya kurang hapal tapi barangkali 18 ? atau 20% itu highest threshold lamability limit, nah pak anang harus lebih tinggi dr itu supaya tidak bisa terbakar. jelas nya ada gambar diagram segitiga methane oksigen nitrogen.cuman saya agak lupa dimana, mustinya di buku buku cpps atau buku plant safety pasti ada pak.

Yang kedua pilihan nya 4 bar atau kira kira 60 psi, banyak pilihan buat container yang tahan 60 psig selain tabung yang terbuat dr carbon steel.
salah satu dg siat superior dibanding tabung lpg adalah Ban Mobil complete dg pelek nya . ban misal ex colt mitsubishi, biasa di pressurize sampai 80 psig, dibanding lpg container, ban ini anti karat cocok berhadapan dg gas basah spt gas bio, juga volumenya lbh besar.

Kompressor akan lebih baik dr pada blower, saya kira blower rate nya bisa tinggi, tapi tekanan nya rendah, sedangkan kalu pak anang punya compressor kecil yang pakai magnet ataupun rotary. kompressor ini bisa mencapai 125 psig.
Nah disini harus ada sedikit thermodinamik nih pak.
Kalau reaktor pak anang kan atmospheric, asuming methane 80 pct co2 20 pct water saturated, jadi kalau mau 4 bar artinya compresion ratio 4, temperature nya bisa dicari, kira kira, 274 F. nah cukup tinggi nih pak.
Asuming compressor bapak bisa masukan 1 cuft/menit , kira kira ban tadi penuh dalam 7 menit, temperature naik bertahap dr 70 ke 274F. ini kalau bapak tidak dinginkan. kalau discharge compressor itu disambung ke coil tembaga. lalu di celup di air dingin yang 70. temperatur ban mobil tadi kira kira 100 F an.

Nah itu saja pak konsepnya, masih banyak dr konsep ke realisasi.

Share This