Dalam industri petrochemical, fungsi flare stack untuk membakar gas yang tidak mampu dicontrol. Misal plant trip karena interlock aktif, maka sistem akan mengamankan equipment & process dengan merelease gas ke flare stack; kejadian ini mendadak dalam hitungan second. Jadi mutlak pilot harus selalu menyala walaupun itu kecil, tidak harus menyalakan manual setelah ada kejadian, keburu gas menjalar kemana-mana. Kalau toh ada gas untuk pilot, apakah bisa dijamin bahwa gas untuk pilot akan selalu ada/mengalir? Sehingga pilot selalu menyala.

Tanya – Andreas Chandra

Saya ingin menanyakan kepada kawan-kawan di milist mengenai direct spark ignition for flare stack.
Apakah mungkin kita dapat menggunakan flare stack tanpa pilot gas yaitu dengan direct spark igniter pada flare tip ?
Saya pernah membaca hal ini pada salah satu artikel yang dipublikasikan oleh vendor flare, Smitsvonk. Akan tetapi saya belum menemukan penjelasan produknya.
Bila direct spark ignitor dapat langsung membakar gas di flare tip, bagaimana ya kondisi operasinya seperti pressure atau temperatur dan flownya? Terima kasih atas bantuannya..

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Direct spark ignition buat flare stack, mungkin saja pak . tapi yang design tempo dulu memang tidak ada pilotnya, kalau venting nanti senior operation yng jago tembak datang ke predetermined spot (ini dihitung dg rumus exposure heat radiasi) aming flare gun ,,,, tembak ,,, langsung nyala. flare gun spt lampu isarat , isinya biasanya phosphor.
Yang kedua pak andreas concern mengenai T,P di mana ?? di Flare stack ???. kalu yang ini 14.7 psi pressure nya ,untuk tahu temp. bapak tinggal hitung mundur tiap segment piping sampai ke source , proses nya iteratif, saya kira variable temperature dlm kondisi ini tidak significant berpengaruh kpd condensability dr gas atau combustability nya salah dikit dikit buat kepentingan design ngka masalah.

Tanggapan 2 – Crootth Crootth

Pak Andreas

Kalau jaman masih belum ada pilot igniter gitu, kami menyalakan Flare nya dengan cara seperti panah api atau flare gun (sebagaimana dirujuk Pak Roeddy di bawah). resiko kalau meleset yah membakar alang alang, hehehe.

Mengenai temperatur atau pressure bukanlah hal yang paling utama untuk dikhawatirkan, mengingat dia akan menyesuaikan diri dengan tekanan atmosfer, namun yang patut untuk dihitung adalah dispersi gas nya, jangan sampai ternyata setelah dinyalakan malah membakar diri sendiri karena dispersi gasnya menjangkau area yang luas.

Tanggapan 3 – Harri Djati Moeljoso, Ir.

Dalam industri petrochemical, fungsi flare stack untuk membakar gas yang tidak mampu dicontrol. Misal plant trip karena interlock aktif, maka sistem akan mengamankan equipment & process dengan merelease gas ke flare stack; kejadian ini mendadak dalam hitungan second. Jadi mutlak pilot harus selalu menyala walaupun itu kecil, tidak harus menyalakan manual setelah ada kejadian, keburu gas menjalar kemana-mana. Kalau toh ada gas untuk pilot, apakah bisa dijamin bahwa gas untuk pilot akan selalu ada/mengalir? Sehingga pilot selalu menyala.

Tanggapan 4 – Ginting Simeon

Untuk semua aplikasi flare stack, sangat disarankan untuk mengoperasikan pilot secara kontinue sama seperti purge gas.