Distributor Gas Indonesia, PT Perusahaan Gas Negara merencanakan akan membangun tiga terminal penerimaan LNG dalam negeri dengan biaya 1.67 milyar dolar.

Penulis : Eric Watkins

Distributor Gas Indonesia, PT Perusahaan Gas Negara merencanakan akan membangun tiga terminal penerimaan LNG dalam negeri dengan biaya 1.67 milyar dolar.

“Kami memperkirakan Indonesia akan memerlukan sedikitnya tiga terminal penerimaan LNG dengan kapasitas gabungan 7.5 juta ton/tahun,” kata president direktur PGN, Sutikno.

Satu terminal penerimaan LNG senilai 650 juta dolar, akan dibangun di Jawa Barat, yang akan dibangun di tiga tempat, menurut Sutikno. Stage pertama, fasilitas 200 MMscfd penampungan gas, yang akan diselesaikan pada 2012. Stage kedua, juga 200 MMscfd, yang akan diselesaikan pada tahun 2018. Stage ke tiga dengan 400 MMscfd penampungan, yang akan berjalan pada tahun 2024.

Sutikno mengatakan PGN akan membangun terminal penerimaan LNG di Jawa Timur dengan biaya diperkirakan 574 juta dolar. Terminal akan dibangun di dua stage : pertama fasilitas 200 MMscfd, yang akan diselesaikan pada tahun 2011, dan stage kedua, juga 200 MMscfd, yang akan diselesaikan pada tahun 2017.

PGN akan membangun terminal penerimaan LNG ketiga di Medan Sumatera Utara dengan biaya diperkirakan 446 juta dolar. Terminal 200 MMscfd akan berjalan pada tahun 2011, yang menunggu penyelesaian pipeline gas yang menghubungkan kota Duri dan Medan.

Sutikno mengatakan tiga terminal yang akan disediakan dengan pembelian LNG dari project LNG Bontang di Kaloimantan Timur dan dari project LNG Tangguh Papua Barat.

Sutikno mengatakan PGN baru saja menerima kontrak untuk pembelian dengan total 1,063.3 MMscfd gas dari 15 produsen, dan ia berharap mereka akan memulai menyuplai gas dari tahun 2010. Perusahaan termasuk PT Pertamina, ConocoPhilips, Lapindo Brantas, BP Muara Karang, Kodeco, Santos Ltd., dan Husky Oil.

Sumber: www.ogj.com