Select Page

Berhubungan dengan pompa centrifugal, saya ingin bertanya nih, masalah BEP. (Best Efficiency Point). 1. Apakah pompa harus bekerja (duty point) didekat BEP? ; 2. Apa sebenarnya keuntungan jika kita bisa mengatur duty point pompa ke arah yang lebih dekat BEP? ; 3. Sekaligus ruginya jika pompa runnin jauh dari BEP? ; 4. Apa ada semacam codenya yang mengatur? atau rekomendasi duty point pompa ? Kasusnya saya memiliki pompa, tetapi ketika dicek, pompa tersebut sudah tidak running didaerah BEP, SRCnya (system resistance curvenya) sudah menjulang tinggi akibat head yang tinggi dan pipa yang cukup panjang (saat di plot di perfomance curvenya).

Tanya – Aryo Seto Wicaksono

Yth Rekan2 milis migas…

Berhubungan dengan pompa centrifugal, saya ingin bertanya nih, masalah BEP. (Best Efficiency Point).
Mungkin ada yang sering berkutat dengan pompa ada yang bisa membantu.

1. Apakah pompa harus bekerja (duty point) didekat BEP?

2. Apa sebenarnya keuntungan jika kita bisa mengatur duty point pompa ke arah yang lebih dekat BEP?

3. Sekaligus ruginya jika pompa runnin jauh dari BEP?

4. Apa ada semacam codenya yang mengatur? atau rekomendasi duty point pompa ?

Kasusnya saya memiliki pompa, tetapi ketika dicek, pompa tersebut sudah tidak running didaerah BEP, SRCnya (system resistance curvenya) sudah menjulang tinggi akibat head yang tinggi dan pipa yang cukup panjang (saat di plot di perfomance curvenya).

Terima kasih atas bantuan dan penjelasan dari rekan2…

Tanggapan 1- restoto pramuharjo

Just my 2 cents,

1. Kalau API pump memang harus, check dalam API610/ISO 13709.

2. Lebih efficient.

3. berarti pump mempunyai less efficient

4. API610 (ISO13709)

Anda tidak bisa membandingkan dengan performace curve dari manufacture atau dari hasil test di shop (FAT) dengan kondisi performance pump di site. Tentu saja system resistance akan berpengaruh thd pump tsb. Karena itu sebelum mendesign pump, hydraulic calculation harus dibuat dulu (yang mencover sistem resistan tadi), then select the pump berdasarkan data2 tsb. Kalau system resistance yg sekarang telah berubah tentu saja pump tidak akan run di sekitar BEP dari design awalnya.

Tanggapan 2 – roeddy setiawan

Dear Pak Aryo,

Wah rupanya bapak kritis banget nih detailing dr pompa yang lagi di genjot habis.

Untuk no1, memang aim dr process designer pada saat pabrik/facilities masih di kertas pompa yg dia pilih hrs kerja di daerah yang bapak kemukakan. tetapi biasanya setelah kertas di pindah ke site, ada banyak perubahan yang misalnya thruput lebih banyak, pipa heavy scale, atau bisa juga ada jungtion baru ke pipa yang sama. otomatis daerah operasinya bergeser, misalnya untuk ini head nya naik untuk pump rate yang sama, karena hal diatas.
nah inti pertanyaan bapak apa harus, ????. jawaban nya klasik pak ‘tergantung’
nah yang harus dilakukan sebetulnya economik assesment, misalnya untuk kasus bapak yakin effisiensi nya berkurang, artinya horse power yang hrs diberikan lebih besar dari pada pompa operate di best eff, say pompa nya 500 hp taqdinya di 80% eff. sekarang katanya head nya naik, say eff jadi 70 % kalau bapak refer ke curve original. jadi detail ekonometrinya, mulai dr 500 hp, 80 % at 100,000 bbl delivered. sekarang 500 hp juga , 70 % tapi pasti tidak 100,000 delivered.sela njutnya hanya crunching number pasti ketemu.

Ini antik nya pak, kalau kebetulan pompa itu di catu dr pln pasti kalau daerah operasinya menggeliat sedikit,plant manager sudah berkotek kotek karena direct cost.buat dia , biasa kondite. nah tapi kalau pompa ini di oil and gas environment kaya sekarang ini, kata saya do nothing, apa pasal, energy cost nihil, tidak seperti di tempat lain, dr sini bapak bisa jalan sendiri.

Untuk no dua. factor tergantung diatas sekarang sudah jadi tools bapak kan, nah kalau pump running di dekat dg bep, tentunya cost nya yang paling irit, energy/satuan delivered fluid paling rendah, jadi rupiah atawa dollar per satuan product paling rendah. diluar oil/gas kita semua aim kesana. sukur sukur kalau nanti bpmigas aware ada lagi keajaiban di binaan nya dan merevisi, energy guide line nya. ‘semua operator tidak pandang bulu’ harus melapor kebutuhan pemakaian energynya dan mbayar ngak bisa pere’ pasti semua balik ke apa yang bapak utarakan running dekat bep nya.

3. rugi jelas pak ongkos nya besar, saya kirfa self explanatory. kalu bapak bikin number crunching dikit, installed cost pompa mungkin cuman 5% dr total energy consumed buat sepanjang layak mpakai pompa. jadi ngak beres ganti .

4. code yng mengatur, seperti kalau jhijau jalan, dan seterusnya saya rasa tidak ada, yang ada adalah best practices yang di adopt masing masing corporation, dinegri yang semua services harus mbayar best practices ini bisa merupakan pedoman, karean aimed ke cheaper product but safety is priority tapi kalau disisni lain sendiri.
Mudah mudahan sedikit penjelasan ini tidak buat tambahan pertanyaan ya pak Aryo.

Share This