Select Page

Lube oil jadi encer pada suhu tinggi dan mengental pada suhu kamar adalah wajar, karena viscositas cairan berubah terhadap temperatur. Untuk lube oil mineral based, perubahan viscositas terhadap temperatur ini lebih besar dibandingkan dengan lube oil syntethic based. Kekentalan oli yang dipakai paling mudah dilihat dari angka SAE-nya.

Tanya – johan budi apryanto

Ass,

Mohon pencerahan Kepada para anggota mailis,

Saya memiliki masalah tentang oli pelumas mesin diesel. Ketika mesin diesel saya isi dengan bahan bakar minyak goreng ternyata minyak goreng tersebut masuk ke ruang oli dan bercampur dengan oli. pada suhu tinggi bentuk oli encer sedangkan pada suhu kamar oli jadi mengental, pertanyan saya :

1. apakah yang menyebabkan hal tersebut?

2. apakah additive oli berpengaruh terhadap reaksi antara oli dengan minyak goreng?

3. bagaimana cara mengatasinya??

Terima kasih atas tanggapannya.

Tanggpan 1 – roeddy setiawan

Dear Pak Johan,

Wua menarik sekali ini pak, first hand info dr praktisi yang memakai alternatif fuel.
Pendapat saya, masalah ini melilit lilit dari kondisi engine, jumlah fuel /injector, dan viscositas minyak goreng.

Kalau sealing nya baik, maksudnya sealing dr ruang bakar vs crankcase sisa bahan bakar yang bocor kebawah bisa dibilang minimal sekali.
Pak johan memastikan bawa minyak gopreng ada di crancase. paling tidak piston ring untuk compression ,dan lubrikasi didnding silinder ada masalah.

Ke dua mungkin juga adjustment dr injector megarah ke fuel yang too rich, untuk memastikan barangkali bapak bisa menghitung/menduga berap yang dihabiskan tiap satuan waktu. kalau ngak salah (ini info 30 nth yang lalu) jadi mungkin sekarang lebih sedikit.. bapak harus habiskan 180 gr/hp.hr jadi tiap jam konsumsi bapak hanya 180 gr untuk 1 hape, kalau engne bapak 100 hp jadi sejam harus habis 180×00 =18000gr = 18 kg atau dl liter 20.1 liter bisa saja bapak ukur 10 menit jadi tinggal dibagi 6.
kalau lebih bayak dr itu sisanya pasti tidak terbakar, sebagian keluar sebagian drip kebawah pada saat piston turun buat menghisap udara vbaru, akibatnya oil terkontaminasi.

Kemungkinan ketiga, minyak yang bapak pakai mungkin termasuk shear thinning material, maksud nya kalau kena gaya geser dia menjadi encer nah dr storage ke combustion chamber minyak ini sudah beberap kali kena shear, di pipa penyalur, di fuel pump, terahir sebelum kebakar, di injector. sesudah kebakar sisanya kena lagi beban geser di piston makanya mlobos kebawah.

Kemungkinan lain memang minyaknya terlalu encer pd temperatur kerja, barangkali bisa di tambah viscosifier, stp dan sejenisnya mungkin bisa lebih baik.. kemunkinan ini sebenarnya kurang masuk karena sebetulnya diesel dr minyak goreng lebih kental dikit drpd solar dan daya lumas lebih tinggi. Kalau mengental pd suhu kamar, berarti rantai gliserida nya ada yang panjang banget melebihi rantai yang biasa buat diesel (saya agak lupa , mulai c10 sampai c22, tapi centered di c12–c16) makanya pour point yang bapak lihat mengental pd suhu kamar ber ac ???

Tapi kalau bapak johan memang pakai minyak goreng, yah pasti masalah karena minyak goreng lain dg diesel kalau minyak goreng masuk nya ke tri gliserida gambarnya.

c—- R

|

c—–R

|

c——R

Nah trigliserida digunting jadi tiga C-R ini cocok buat diesel.

Tanggapan 2 – buckxz

Mungkin saya hanya sedikir komen tentang lube oilnya saja.

1. lube oil jadi encer pada suhu tinggi dan mengental pada suhu kamar adalah wajar, karena viscositas cairan berubah terhadap temperatur. Untuk lube oil mineral based, perubahan viscositas terhadap temperatur ini lebih besar dibandingkan dengan lube oil syntethic based. kekentalan oli yang dipakai paling mudah dilihat dari angka SAE-nya.

2. adanya kontaminasi minyak goreng dalam lube oil tentu saja ada pengaruhnya terhadap base oil maupun additive-nya. Kalau volumenya tidak besar, mungkin dibawah 2% tidak akan banyak merubah viscositas dari lube oilnya. menurut saya yang paling dikhawatirkan adanya kontaminasi minyak goreng kedalam lube oil adalah kandungan air dalam minyak goreng. air tentu saja lebih cepat menguap dibanding lube oil, sehingga menyebabkan reaksi oksidari yang menyebabkan karat di part mesin. selain itu mungkin juga minyak goreng mengandung mungkin acid, yang bisa merusak sifat base oil karena reaksi dengan additive nya. kesemua hal itu bisa merubah sifat base oil sehingga kemampuan pelumasanya berkurang. Mungkin bisa dishare jenis mesin dieselnya dan lube oil yang dipakai agar bisa lebih jelas.

3. Untuk mengatasinya, dari sisi lube oil, bisa dilakukan dengan memilih jenis lube oil yang tepat. misal untuk marine diesel engine ada banyak sekali varian yang dipakai, mulai yang low speed, sampai high speed, yang untuk heavy fuel,high sulphur fuel, untuk salty environment, karena kapal berlayar ke seluruh dunia, dengan lingkungan dan kondisi yang berbeda,dll. Dengan memperhatikan faktor-faktor yang ada maka bisa dipilih jenis pelumas yang paling tepat.

Share This