Identifikasi kerusakan pada barge bisa melalui prosedur survey. Kalau Barge dikelaskan, bisa meminta advice dari surveyor badan klasifikasi bersangkutan. Atau dengan melihat catatan maintenance terdahulu, sehingga mudah menandai daerah-daerah kritis. Yang perlu mendapat perhatian khusus pada barge (dan vessel pada umumnya) adalah masalah ketebalan plat lambung dan deformasi. Bila tebal plat lambung sudah tidak memenuhi ketentuan klas, sebaiknya di-replating. Tempat-tempat yang sering mendapatkan perhatian khusus misalnya keel plate, bottom shell plating, bilge plating, side shell plating, deck plating (terutama yang open space), bracket, dan longitudinals.

Tanya – halim_212

Dear millister..

Saya ada sedikit persoalan yang butuh pencerahan dari abang2 dan temen2, saya akan melakukan sebuah perbaikan terhadap barge atau pontoon, yang sebelumnya pernah dipakai sebagai crane barge. Yang saya tanyakan adalah:

1. langkah apa yang harus saya lakukan untuk mengidentifikasi kerusakan atau daerah2 yang rusak, mengingat barge termasuk tua.

2. bagian2 manakah yang perlu perhatian khusus dalam proses tersebut.

3. seandainya akan mengganti kerangka atau struktur dalam pontoon, hal penting apa yang sekiranya harus saya perhatikan..

Untuk sementara cukup dulu, mohon bantuan dan pencerahan dari rekan rekan..
Terima kasih..

Tanggapan 1 – Sidiq Kurniawan

Dear Pak Halim,

Sedikit bantuan ya Pak:

1. Identifikasi kerusakan bisa melalui prosedur survey. Kalau Barge Bapak dikelaskan, bisa meminta advice dari surveyor badan klasifikasi bersangkutan. Atau dengan melihat catatan maintenance terdahulu, sehingga mudah menandai daerah-daerah kritis.

2. Yang perlu mendapat perhatian khusus pada barge (dan vessel pada umumnya) adalah masalah ketebalan plat lambung dan deformasi. Bila tebal plat lambung sudah tidak memenuhi ketentuan klas, sebaiknya di-replating. Tempat-tempat yang sering mendapatkan perhatian khusus misalnya keel plate, bottom shell plating, bilge plating, side shell plating, deck plating (terutama yang open space), bracket, dan longitudinals.

3. Untuk penggantian kerangka/struktur juga tergantung pada aktifitas korosi dan deformasi yang terjadi. Paling mudah adalah dengan melakukan hidrotest atau UT saat survey untuk melihat apakah ada kebocoran atau tidak. Perhatikan keadaan sambungan-sambungan hasil pengelasan terdahulu. Bila masih baik (tidak terjadi kebocoran atau tidak terdeformasi) tidak perlu dibongkar/diganti. (CMIIW).

Itu saja Pak, dipersilahkan bila ada rekan lain yang ingin menambahkan.